Ripin Kusuma: Leader-Father

(Business Lounge Journal – How To)

Leadership merupakan suatu topik yang tidak  ada habis-habisnya  apabila dibahas. Ada  berbagai teori leadership dan semua berfokus pada pengembangan diri bagaimana menjadi “a good leader”. Namun, saat  mewawancarai seorang COO sekaligus co-founder dari Onotoko, sebuah produk yang mampu mengubah air biasa menjadi air  hidrogen yang memiliki banyak manfaat kesehatan, saya mendapatkan sebuah perspektif yang berbeda.

Menurut pengalaman Ripin Kusuma, S.E. M.M., leadership justru harus merupakan ukuran keberhasilan. Seorang leader tidak dapat dikatakan berhasil apabila anak buahnya tidak berhasil. Seorang leader yang baik adalah seorang leader yang berhasil menjadikan anak-buahnya lebih hebat dan lebih berhasil dari dirinya sendiri. Seorang pemimpin tidak akan punya prinsip yang demikian bila tidak memiliki Fatherhood. Tidak banyak teori kepemimpinan yang membahas tentang leadership, namun Ripin Kusuma berkata bahwa seorang ayah selalu menginginkan agar suatu hari kelak anaknya akan lebih hebat dari dirinya sendiri, demikian pulalah seharusnya seorang pemimpin.

Karyawan adalah aset bagi perusahaan. Keberhasilan karyawan adalah keberhasilan pemimpin. Adalah hal prinsip yang harus dipahami bahwa karyawan itu aset dan bukan mesin. Dengan demikian karyawan tidak akan diperlakukan semena-mena dan tentulah diperlakukan dengan baik. Pemimpin menganggap anak buahnya seperti anak-anaknya sendiri dan memberikan kesempatan untuk anak buah dapat mengembangkan potensi dirinya yang terbaik.

Dalam fathership ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Menempatkan diri memandang dari sudut pandang tim atau anak buah sehingga bisa mengerti kesulitan apa yang dihadapi oleh tim. Pemimpin seringkali memandang dari caranya berpikir, dari pikirannya sendiri, mengikuti apa yang dia mau saja dan bukan melihat dari sudut anak buahnya. Belum tentu anak buah anda sudah mampu mengikuti cara berpikir dan kemauan Anda.
  2. Menempatkan diri sebagai seorang coach dan bukan seorang diktator yang mau mengajari dan menjadi tempat bertanya.
  3. Menjadi role model bagi anak buah sehingga anak buah dengan sangat bangga akan mengikuti contoh hidup Anda dengan senang hati.
  4. Memberikan kesempatan untuk berkembang.
  5. Bukan hanya menuntut namun juga menyayangi anggota tim dengan tulus sebagai bagian dari kepemimpinan Anda.
  6. Mau mendengarkan anak buah sehingga mereka merasa didengarkan dan diperhatikan. Bukan hanya dalam hal curhatan anak buah Anda tetapi juga saat mereka memberikan masukan atau ide bagi perusahaan.
  7. Ajarkan anak buah Anda untuk berani menghadapi persoalan dan bagaimana memecahkan masalah. Jangan takut menghadapi persoalan.
  8. Lakukan pengawasan terhadap tim sejauh yang diperlukan saja, agar gerak gerik anak buah Anda tetap terasa bebas namun sesungguhnya juga tetap termonitor dengan baik.

Mempelajari fathership ini tidak sulit, cukup hanya dengan memperhatikan bagaimana seorang ayah memperlakukan anaknya dengan rasa sayang. Semua orang pasti dapat mempraktekkan dengan mudah bukan?  Tidak ada salahnya menerapkan fathership dalam kepimpinan, semoga sukses!

dr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/Partner of Management & Technology Services, Vibiz Consulting

Leave a Reply

Your email address will not be published.