(Business Lounge Journal – Entrepreneurship)

UltraCelsius didirikan oleh Rumi pada tahun 2016, dikenal dengan Ice Pack sebagai produknya yang memiliki kemampuan menyerap kalor negatif (energi dingin) tinggi sehingga dapat membekukan produk makanan tanpa listrik. Hal ini jugalah yang membuat Rumi mendedikasikan dirinya sebagai seorang entrepreneur.

Berikut interview singkat dengan Muhammad Rumi Djalil atau yang akrab dengan sapaan Rumi.

(*Artikel ini adalah kerjasama antara Business Lounge Journal dan AETP (The Asia Entrepreneurship Training Program)

BL: Business Lounge Journal
RD: Muhammad Rumi Djalil

BL: Dapatkah Anda menceritakan latar belakang Anda?

RD: Latar belakang pendidikan saya adalah sarjana Hukum dari Universitas Indonesia (lulus pada 2007) dan Master of International Business dari The Fletcher School of Law and Diplomacy (2011). Pengalaman profesional saya dimulai dari Citibank kemudian pernah menjadi Asisten Direktur Utama di Kereta Api Indonesia, Konsultan di McKinsey & Company, dan Manager Corporate Finance di PT Kereta Api Indonesia.

Sekarang kami fokus mengembangkan UltraCelsius. Perusahaan ini dimulai tahun 2016 dan saat ini sudah memasuki tahun keempat produksi. Produk UltraCelsius saat ini dikenal sebagai Ice Pack yang dijual di ACE Hardware Indonesia, akan tetapi produk kami punya potensi penggunaan lebih luas dari sekedar Ice Pack.

BL: Apa yang bisa Anda jelaskan tentang produk Anda?

RD: Kami memproduksi cairan kimia khusus (Phase Change Material/PCM) yang memiliki kemampuan menyerap kalor negatif (energi dingin) tinggi sehingga dapat membekukan produk makanan tanpa listrik. Adapun inovasi kami adalah menggabungkan antara freezer rumahan (chest freezer) dan memasukkan PCM kami di dalamnya sehingga freezer dapat mempertahankan makanan agar tetap beku hingga lebih dari 100 jam tanpa listrik. Ini cocok untuk negara terbelakang yang memiliki masalah listrik sehingga makanan banyak yang terbuang akibat ketiadaan pendingin atau listrik terbatas untuk menyalakan pendingin. Produk kami juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan lainnya seperti transportasi, pengganti es, dsb.

BL: Apa yang menginspirasikan Anda untuk menciptakan produk tersebut?

RD: Hasil uji kami ketika mematikan freezer dan makanan tetap beku setelah 100 jam. Kami bekerja sama dengan inventor cairan kimia ini dan kami melakukan uji coba membekukan ikan hidup. Saya takjub ketika ikan mampu dibekukan oleh produk cairan kimia tersebut dan tetap dingin hingga 60 jam. Oleh karena itu kita sepakat untuk mengkomersialisasi produk tersebut. Kami bersyukur mendapatkan pemodal dan saya pun memulai usaha ini bersama kawan-kawan.

BL: Jadi entrepreneur mungkin tidak mudah, tapi apa yang membuat Anda berani mengambil keputusan tersebut?

RD: Kami yakin produk kami mampu membantu banyak orang yang memiliki masalah pada penyimpanan makanan. Kami berharap dapat meningkatkan taraf hidup pedagang ikan, daging, dan banyak pihak lainnya dengan menciptakan solusi pendinginan.

BL: Bagaimana Anda merencanakan untuk memasarkan produk Anda?

RD: Untuk produk PCM dalam bentuk Ice Pack, kami memasarkan produk kami pada ACE Hardware Indonesia. Kami juga menjual dengan brand lain di pasar online dan melalui distributor. Adapun untuk penggabungan dengan freezer, kami berharap dapat menggaet rekanan agar dapat memproduksi produk kita secara komersial. Kami juga sangat terbuka untuk bekerjasama dengan pihak lain untuk melakukan uji coba produk kami dalam skala lebih besar sehingga bias mencapai skala industrial.

BL: Bagaimana Anda bisa mengenal program AETP?

RD: Saya mendapatkan rekomendasi dari kawan. Kami mendaftarkan, dan alhamdulillah kami diterima.

BL: Bagaimana program AETP menolong Anda?

RD: Mentor di program AETP sangat membantu kami dan memberikan “insight” terhadap strategi kami. Presentasi dan strategi kami dibahas habis. Kami juga berkesempatan mengikuti lomba di Swiss. Program AETP mempermudah saya, untuk dilihat banyak calon investor. Kami juga mendapatkan network yang luas sehingga bias saling sharing.

BL: Menurut Anda, apa yang perlu seorang entrepreneur lakukan agar berhasil?

RD: Saya belum merasa berhasil. Tetapi untuk jadi entrepreneur, harus disadari bahwa yang kita rencanakan hampir selalu tidak sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu perlu kegigihan untuk tetap berusaha meskipun situasi sulit. Kegigihan ini pada akhirnya dapat membawa perusahaan lebih maju.

 Business Lounge Journal/VMN/BLJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.