Sapto Priantomo adalah founder dan CEO STAR4Hire. Pengalamannya selama 20 tahun di bidang hospitality dan edukasi membuatnya menyadari benar pentingnya potential talent di dunia tersebut sehingga ia pun mendirikan sebuah ekosistem yang dapat mensinergikan semua yang dibutuhkan oleh seorang SDM. Sapto mendirikan sebuah startup ekosistem yang mempertemukan antara calon pekerja, sekolah sebagai tempat pengembangan, pelatihan, dan sertifikasi, serta industri yang menyerap tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri.

Berikut interview singkat dengan Sapto Priantomo.

(*Artikel ini adalah kerjasama antara Business Lounge Journal dan AETP (The Asia Entrepreneurship Training Program)

BL: Business Lounge Journal
SP: Sapto Priantomo

BL: Dapatkah diceritakan latar belakang Anda?

SP: Saya founder dari STAR4Hire Group Company. Pengalaman selama 20 tahun di bidang hospitality dan edukasi telah menghantarkan saya untuk mendirikan bisnis ini.

Saya lulus dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan Hotel Management di Arizona State University. Saya mengawali karir di Australia sebagai cook, lalu pindah ke New York untuk mempelajari bisnis. Oleh karena saya menyukai travelling, maka saya melamar untuk bekerja di kapal pesiar tetapi kemudian saya memutuskan pensiun lebih awal dan membangun bisnis akomodasi/hotel dan hotel operator di Jakarta dengan nama ONYX Residence dan Anshel Hotel di Seminyak, Bali. Kemudian saya mendirikan STAR Hospitality learning centre, STELLAR School Management System, juga startup STAR4Hire yang mensinergikan semua unit bisnis yang telah ada.

Saat ini saya juga aktif di organisasi Induk UMKM Indonesia dan koperasi, serta menulis buku: ‘From waiter to be owner”

BL: Anda memutuskan pensiun lebih awal. Apa yang membuat Anda berani mengambil keputusan untuk menjadi entrepreneur?

SP: Selain saya suka untuk menciptakan dan mengembangkan bisnis, saya senang membantu banyak orang untuk memberikan dampak dan agar mereka juga memiliki masa depan yang lebih baik.

BL: Apakah dapat Anda jelaskan tentang STAR4Hire?

SP: STAR4Hire merupakan startup yang menciptakan dan mengoptimalkan ekosistem yang mempertemukan antara calon pekerja, sekolah sebagai tempat pengembangan, pelatihan,dan sertifikasi,  serta industri yang menyerap tenaga kerja baik di dalam atau luar negeri. Dengan talent menjadi jantung dari ekosistem, maka STAR4Hire juga memberikan akses kepada financial support kepada talent dengan menghubungkan fintech dalam setiap aktifitas yang ada. Jadi dapat dikatakan bahwa STAR4Hire merupakan startup ecosystem yang dalam pelaksanaannya memiliki 2 aplikasi utama dan training center:

  1. Aplikasi STAR4Hire untuk perekrutan dan penempatan kerja.

  2. Aplikasi STELLAR adalah aplikasi school management system yang digunakan lembaga pendidikan, SMK atau akademi yang terhubung dengan orang tua, pengajar, dan peserta didik.

  3. STAR4Hire training centre, adalah lembaga pelatihan b2b dan retail di bidang vokasi.

BL: Apa yang menginspirasikan Anda untuk menciptakan STAR4Hire?

SP: Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang berkualitas dengan latar belakang budaya yang melayani. Hal ini menimbulkan permintaan yang tinggi dari negara-negara maju untuk menyerap tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kualitas yang baik. Namun pada kenyataannya ada gap yang besar di bidang pendidikan dan penyerapan kerja, sehingga banyak pekerja yang underutilize, tidak aktif, ataupun menganggur, sedangkan mereka tidak memiliki kemampuan finansial untuk mengikuti pendidikan ataupun pengurusan dokumen untuk bekerja di pasar global.

BL: Dikatakan Star4hire saat ini menghubungkan fintech dengan kebutuhan dari talent yang ada, bisa lebih dijelaskan?

SP: Saya berikan contoh, Jika ada seorang anak mau bekerja di hotel namun belum mempunyai keterampilan sedangkan ia tidak memiliki biaya untuk mengikuti pelatihan guna mendapatkan standard keterampilan, maka kami dapat menghubungkannya dengan fintech yang telah bekerja sama dengan kami guna mendapatkan biaya pelatihan.

BL: Sekarang bagaimana Anda merencanakan untuk memasarkan produk Anda?

SP: Saya percaya dengan membawa misi yang membawa dampak kepada banyak orang itu merupakan pemasaran yang efektif, tetapi selain itu kami melakukan roadshow ke sekolah-sekolah melakukan bimbingan kerja dan pelatihan, juga membangun hubungan kepada industri dalam dan luar negeri.

Saat ini kami bekerjasama dengan pemerintah untuk memenuhi 500.000 pekerja di Jepang untuk 14 bidang kualifikasi kerja, segera akan permintaan untuk pasar industri timur tengah juga Australia.

BL: Bagaimana Anda dapat mengenal program AETP?

SP: Melalui salah satu inkubator di Jakarta, lalu membacanya melalui website.

BL: Bagaimana program AETP menolong Anda?

SP: Selain memberikan wawasan lebih dalam mengenai pengembangan startup dan produk, AETP juga memberikan kesempatan untuk perusahaan kami go internasional.

BL: Menurut Anda, apa yang perlu seorang entrepreneur lakukan untuk berhasil?

SP: Pertama mengerti bahwa entrepreneur harus memiliki visi dan calling untuk memberikan dampak kepada dunia untuk menjadi lebih baik. Kedua, membangun dengan budaya yang positif dengan tim yang kuat dan lean. Ketiga, selalu cepat beradaptasi dengan kebutuhan dan perubahan yang terjadi.

Business Lounge Journal/VMN/BLJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.