Munculkan Kreativitas Anda

(Business Lounge Journal – General Management)

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Adam Grant seorang Professor Wharton School dari University Pennsylvania Amerika Serikat dikumpulkan beberapa orang untuk diminta membuat ide bisnis dan dihubungkan antara tingkat kreativitas dengan sifat mereka dalam menyelesaikan pekerjaan, maka didapatkan grafik sebagai berikut:

Orang yang memiliki karakter selalu menyelesaikan pekerjaan lebih awal (precrastinators) dan orang yang selalu menunda pekerjaannya (procrastinators), keduanya kurang kreatif untuk menghasilkan gagasan yang orginal. Karakter yang pertama sering panik dalam menyelesaikan pekerjaannya, karakter yang kedua sering seadanya saja dalam menyelesaikan pekerjaan. Sedangkan yang paling kreatif dalam hal ini menemukan original ideas adalah mereka yang di tengah-tengah sifatnya, tidak terlalu cepat menyelesaikan namun juga tidak menunda terlalu lama sebuah pekerjaan. Adam lalu menelusuri lebih jauh bahwa sebenarnya seorang yang memiliki kreativitas menghasilkan original ideas adalah bukan orang yang menunda pekerjaan namun orang yang mau berpikir lebih lama. Adam mengambil contoh dua orang yang dianggapnya memiliki kreativitas. Pertama Leonardo Da Vinci seorang pelukis menyelesaikan idenya yang original dan terkenal lukisan Monalisa selama 16 tahun, dia tidak menyelesaikannya dengan cepat namun berulangkali mencobanya. Kedua Marthin Luther King, Jr yang menulis script pidatonya hingga menit dia akan naik panggung dan judul pidatonya yang terkenal I have a dream ditemukan spontan saat itu juga dan tidak ada dalam script. Original ideas tidaklah selalu berarti ide yang pertama namun dapat ditemukan sesudah melalui proses pemikiran yang lebih baik. Jadi sebenarnya menunda untuk memikirkan lebih baik bisa menjadi sebuah kebaikan bagi timbulnya kreatifitas.

Adam juga menemukan bahwa mereka yang menemukan ide pertama kali seringkali mengalami kegagalan lebih banyak, dibandingkan mereka yang baru kemudian melontarkan gagasannya setelah memikirkannya berulang kali. Penggagas awal sebuah ide menurut sebuah studi tingkat kegagalannya 47 persen sedangkan mereka yang memperbaiki ide-idenya tingkat kegagalannya sebesar 8 persen. Facebook misalnya bukanlah penggagas pertama ada Friendster, Myspace yang telah lebih dahulu memiliki ide untuk membangun jaringan sosial. Google bukanlah yang pertama, ada banyak yang mendahuluinya seperti Yahoo dan lainnya, namun sekarang Google menjadi yang terdepan.

Proses kreativitas akan menghadapi kendala self doubt dan ideas doubt, keduanya berdampak berbeda dengan munculnya sebuah kreativitas. Pertama kali ide itu muncul akan berhadapan dengan kedua kendala ini, self doubt adalah faktor pemicu buruk yang bisa menurunkan semangat, saat merasa diri tidak pantas memiliki ide, hanya seorang yang berbicara omong kosong dan bentuk halangan dari diri sendiri yang akhirnya akan mengugurkan sebuah kreativitas. Sedangkan ideas doubt merupakan faktor pemicu yang baik untuk membuat kreativitas semakin matang, ide yang diragukan malahan membuat penggagas melakukan penelitian atau cara yang lain agar kreativitas justru semakin sempurna. Adam menggambarkan proses sebuah kreativitas seperti gambaran berikut ini:

Jadi tantangan untuk sebuah kreativitas menjadi sempurna adalah menghilangkan keraguan diri sendiri yang sering berkata “I am crap”, saya nggak berarti. Hilangkan saja langkah yang keempat dan terus menguji sebuah ide, mematangkannya sehingga membuat gagasan yang original berhasil menjadi gagasan yang hebat “This is awesome!”

Kreativitas yang timbul bukanlah selalu berhasil pada awalnya, ambil contoh saja gagasan Thomas Alva Edison seorang penemu bola lampu pijar yang mengubah dunia, Thomas tidak langsung berhasil dengan gagasannya, ide terbaiknya ini adalah hasil dari ratusan hingga ribuan kali ide yang buruk atau gagal namun pada akhirnya dia berhasil dengan satu ide yang baik dan kreatifitasnya muncul berguna bagi kemajuan dunia. Atau composer musik seperti Beethoven, Bach, Mozart menciptakan ratusan karya buruk untuk mencapai karya-karyanya yang baik, yang sampai sekarang masih terus dikenang orang.

Memiliki kreativitas yang original bukanlah mudah, kita akan menghadapi keraguan dari diri sendiri, mungkin juga kita sudah menunda ide itu sejak lama, atau kita juga takut gagal dengan kreativitas, bahkan sudah ratusan kali mencoba selalu merasa ide kita buruk, namun penting kita ingat bahwa dunia semakin baik dengan kreativitas yang muncul dari sehari ke sehari, jadi jangan takut mencobanya, memunculkan kreativitas yang diperlukan oleh banyak orang disekitar kita.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BL/Partner of Business Advisory Services, Vibiz Consulting

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.