Campak Mewabah di Amerika dan Dunia

(Business Lounge Journal – Medicine)

Beberapa hari ini Santa Clara, California State, Amerika Serikat dihebohkan dengan kekuatiran merebaknya campak. Pejabat kesehatan masyarakat di Silicon Valley mengatakan bahwa terdapat seorang dewasa yang terkena campak menghabiskan waktu di kampus Mountain View Google pada minggu lalu. Google yang pegawainya berjumlah ribuan, tentu kuatir. Departemen Kesehatan Masyarakat Kabupaten Santa Clara langsung mengadakan konferensi pers dan mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kasus lain di daerah itu. Pihak berwenang menggambarkan orang yang terkena campak adalah penduduk asal San Mateo.

Selain di Santa Clara, dilaporkan juga adanya wisatawan yang terkena campak masuk ke bandara Long Beach, California pada minggu lalunya. California adalah salah satu dari 19 negara yang telah melaporkan kasus campak tahun ini. Mayoritas orang yang terkena campak tahun ini di AS adalah orang yang tidak divaksinasi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. Memang yang paling berisiko tertular adalah orang-orang yang belum divaksinasi campak.

Campak di Indonesia dan Dunia
Bagaimana dengan Indonesia? Campak sudah merupakan penyakit sehari-hari yang dihadapi di berbagai pelosok Indonesia. Walaupun vaksin sudah diberikan kepada anak-anak tapi tidaklah demikian dengan orang dewasa. Dari tahun 2010 sampai 2015, diperkirakan terdapat 23.164 kasus campak. KLB (Kejadian Luar Biasa) Campak meningkat dari 27 provinsi tahun 2015 menjadi 30 provinsi tahun 2017. Incidence Rate Campak per 100.000 penduduk di Indonesia pada tahun 2011-2017 menunjukkan kecenderungan penurunan, dari 9,2 menjadi 5,6 per 100.000 penduduk. Namun demikian, Incidence rate cenderung naik dari tahun 2015 sampai dengan 2017, yaitu dari 3,2 menjadi 5,6 per 100.000 penduduk (sumber: Kemenkes RI 2018).

Sedangkan di seluruh dunia, WHO melaporkan bahwa di Geneva pada tanggal 15 April 2019 telah terjadi peningkatan tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. WHO memperkirakan bahwa kurang dari 1 dari 10 kasus dilaporkan secara global, dengan variasi berdasarkan wilayah. Dengan ketentuan ini, hingga saat ini, yaitu tahun 2019, WHO telah melihat 170 negara melaporkan 112.163 kasus campak kepada WHO. Perioder yang sama pada tahun lalu, ada 28.124 kasus campak dari 163 negara. Secara global, ini hampir 300% peningkatan. Wilayah WHO Afrika telah mencatat peningkatan 700%, Wilayah Amerika 60%, wilayah Eropa 300%, Mediterania Timur 100%, dengan peningkatan 40% di Asia Tenggara dan Pasifik Barat. (sumber: WHO)

Gejala Campak
Masa penularan penyakit Campak terjadi pada 4 hari sebelum rash sampai 4 hari setelah timbul rash. Puncak penularan pada saat gejala fase awal yaitu pada 1-3 hari pertama sakit. Masa inkubasi terjadi pada 7 – 18 hari. Gejala Campak ditandai dengan :
1. Demam dengan suhu badan biasanya > 38°C selama 3 hari atau lebih, disertai salah satu atau lebih gejala batuk, pilek, mata merah atau mata berair.
2. Bercak kemerahan/rash yang dimulai dari belakang telinga.
3. Gejala pada tubuh berbentuk rash selama 3 hari atau lebih yang pada kisaran 4-7 hari menjalar ke seluruh tubuh.
4. Khas ditemukan Koplik’s spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam. Walaupun ini tidak selalu ditemukan.

Campak dapat berbahaya bila terjadi komplikasi di saluran nafas, dehidrasi karena diare, infeksi saluran telinga tengah, kekeruhan pada kornea, penurunan kesadaran dan kejang bila terjadi ensefalitis bahkan hingga menimbulkan kematian.

Seperti Apa Penularan Campak?
Jika seseorang yang terinfeksi campak masuk ke dalam ruangan, virus dapat tinggal di sana selama dua jam setelah orang tersebut pergi, siap untuk menularkannya kepada orang lain melalui udara, melalui batuk, bersin ataupun kontak langsung dengan penderita.

Pencegahan
Satu-satunya cara yang paling efektif adalah dengan vaksinasi. Vaksin campak 97% efektif melawan penyakit. Bukan hanya anak-anak usia 6-9 bulan yang boleh mendapatkan vaksin campak, orang dewasa pun boleh.

Kejadian di Amerika yang menghebohkan kiranya juga membuat kita orang Indonesia berjaga-jaga atas tren campak yang meningkat secara global.

Vera Herlinadr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/Partner of Management & Technology Services, Vibiz Consulting

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.