Mau Rekrut Karyawan Lihat Dulu Sosmednya

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Semua yang pernah menjadi bagian dari divisi Sumber Daya Manusia (SDM) pasti tahu yang namanya proses rekrutmen. Mulai dari proses penulisan lowongan beserta semua penjabaran job description yang diminta, promosi lowongan dengan segala cara, penyeleksian curriculum vitae yang masuk, bahkan sampai proses interview. Nah, saya pun pernah mengerjakan semua proses tersebut saat saya pernah berada di divisi SDM.

Ada yang bilang, proses rekrutmen itu gampang, setiap orang pasti bisa melakukannya. Tapi, kenyataannya sebenarnya tak semudah itu. Buktinya, dalam proses seleksi lamaran, lihat satu persatu lamaran saja sudah harus teliti. Belum lagi, kalau ada kandidat yang menghubungi lewat telepon, WhatsApp, dan lainnya, wah..makin banyak lagi yang harus dilihat dan “ditangani”.

Memang, mencari karyawan yang baik, tentunya harus berdasarkan kriteria yang cocok dengan perusahaan. Dalam proses seleksi, biasanya proses psikotest dan interview tidak bisa dilewatkan. Kedua proses itu, adalah bagian dari proses akhir sebelum kita memutuskan calon karyawan itu diterima atau tidak.

Mungkin, Anda berpikir, kalau hasil psikotest bagus dan ketika calon karyawan lulus interview oleh Anda dan calon user, pasti dapat diterima. Nah, jika Anda berpikir seperti itu, sekarang ubah pemikiran Anda! Kenapa saya katakan demikian? Karena zaman sekarang berbeda. Anda harus dan wajib melihat sosmed calon karyawan itu sebelum Anda putuskan untuk menerimanya di perusahaan.

Seringkali, kepribadian asli calon karyawan tersebut, akan nampak di sosmed miliknya. Entah di instagram, facebook, twitter, dan lainnya. Lihatlah tulisan yang di posting oleh calon karyawan itu. Lihat juga foto-foto yang dinaikkannya, juga siapa saja teman, dan social media influencer yang dia ikuti. Dari semua itu, Anda bisa punya gambaran siapa calon karyawan Anda.

Nah, setelah Anda melihat sosmed calon karyawan itu, coba lihat semua postingnya. Jika Anda menemukan beberapa “postingan bahaya”, pikirkan berulang kali untuk menerima karyawan tersebut.

Pertanyaannya kini, apa saja “postingan bahaya” yang harus diwaspadai itu? Ini dia :

1. Tulisan & gambar yang berbau SARA.

Bahaya banget jika calon karyawan itu suka posting hal-hal yang berbau SARA. Orang yang seperti itu, pastinya tidak akan loyal pada perusahaan, jika ia tidak menemukan atasan yang sesuai dengan pemikirannya.

2. Tulisan yang bernada makian dan segala kata kasar.

Jangan pernah untuk rekrut orang yang hobi memaki orang lain di sosmednya.

Orang yang hobi memaki, biasanya berkarakter buruk dan tidak tunduk pada atasan. Pikirkan benar-benar. Apakah Anda mau punya karyawan yang seperti itu?

3. Tulisan atau gambar yang mengandung unsur hoax.

Bahaya banget punya karyawan yang suka posting berita hoax, apalagi yang suka menciptakan hoax.

Tahu kan, bahayanya hoax? Bisa menciptakan opini negatif & merusak reputasi seseorang.

Orang yang suka berita hoax, pastinya, gak lama lagi dia akan membuat hoax tentang perusahaan Anda. Jangan sampai kan, perusahaan jadi bangkrut karena punya karyawan yang hobi menyebar hoax?

4. Tulisan percakapan yang berkesan menggosipkan seseorang atau sesuatu.

Karyawan yang hobi gosip dan membicarakan orang di social media, pasti berikutnya akan membicarakan atasannya juga pada sosmednya. Bahaya banget, kan?

Bukan itu saja, orang yang doyan gosip di sosmed, biasanya gak efektif juga dalam bekerja. Jadi, pikirkan baik-baik jika calon karyawan Anda penuh kata-kata gosip di sosmednya.

Nah, sekarang pahamkan kenapa Anda harus lihat sosmed calon karyawan sebelum memutuskan untuk menerimanya? Jadi, jangan lupa. Selalu cek sosmed calon karyawan Anda, tentunya supaya Anda gak menyesal di kemudian hari.

Zefanya Jodie Sumbayak, MBA/Editor In Chief vibizmedia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.