(Business Lounge Journal – Global News)

Pemerintah sedang membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Hal ini seiring dengan bertambahnya jumlah lapangan kerja yang telah melampaui target 10 juta lapangan kerja baru hingga 2018. Maka peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja pun menjadi salah satu fokusnya.

Lampaui Target 10 Juta Lapangan Kerja

Kita patut berbangga sebab dalam 4 tahun terakhir ini, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah berhasil menciptakan 10.340.690 lapangan kerja baru, demikian menurut data yang dirilis Kemnaker RI (Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia) pada bulan ini. Sedangkan untuk tahun 2019, pemerintah masih memiliki target untuk menciptakan 2 juta lapangan kerja berikutnya sehingga diharapakan, total penciptaan lapangan kerja hingga 2019 akan mencapai 12 juta.

Dalam sebuah sambutan pada Rakornas Ketenagakerjaan Tahun 2019, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan bahwa dalam penciptaan lapangan kerja baru maka ada beberapa langkah-langkah yang dilakukan seperti, program penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri, perluasan kesempatan kerja, informasi pasar kerja, perluasan kesempatan kerja (padat karya, wirausaha baru, Tenaga Kerja Mandiri (TKM), serta inkubasi bisnis. Selain itu, anggaran Kemnaker yang semula Rp3,991 triliun pada tahun 2018 meningkat menjadi Rp5,785 Triliun pada tahun 2019 yang sebagian besar digunakan untuk pembangunan SDM.

Menurut Menteri Hanif Dhakiri dalam peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, pihaknya menargetkan program  masifikasi pelatihan kerja 277.424 orang, termasuk 10.000 pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), dan 32.000 orang di 1.000 BLK Komunitas. “Untuk program sertifikasi 526.189 orang, pemagangan 210.683 orang, dan program koordinasi lintas sektor pelatihan vokasi nasional,“ demikian sempat disampaikan Menteri Hanif dalam website resmi Kemnaker.

Kemudahan Berbisnis di Indonesia

Berdasarkan data World Bank Doing Business Report, kemudahan berbisnis di Indonesia yang semula berada pada peringkat 114 pada tahun 2015 saat ini naik menjadi peringkat 73 pada tahun 2019. Sementara berdasarkan Forum Ekonomi Dunia (World Competitiveness Index 2018, World Economic Forum) indeks daya saing Indonesia menduduki peringkat 45 dari 140 negara pada tahun 2018. Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain di Asia Tenggara: Singapura (peringkat 2), Malaysia (25), Thailand (38), Filipina (56), Brunei Darussalam (62), dan Vietnam (77).

Sektor ketenagakerjaan memang harus memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemudahan berbisnis dan daya saing agar investasi semakin berkembang seperti yang pernah disampaikan Menteri Hanif, “Dengan kondisi tersebut akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Pembangunan ketenagakerjaan sudah on the track atau berada pada jalur yang benar”.

Angka Pengangguran Menurun

Selain dua hal di atas, maka Kemnaker pun mencatat bagaimana dalam era pemerintahan Jokowi – JK, angka pengangguran terus mengalami penurunan, bahkan terendah sejak reformasi. Hal ini memang selaras dengan fakta menurunnya angka kemiskinan dan angka ketimpangan.

Pada Februari 2017, persentase pengangguran mencapai 6,33% sedangkan pada Februari 2018, persentase pengangguran turun ke 5,13%.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Partner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.