(Business Lounge Journal – News and Insight)

Biasanya orang akan berpikir bahwa para millennial yang identik dengan prakstis dan simpel akan kurang tertarik dengan berbagai kerumitan perencanaan keuangan dan yang sejenisnya. Namun sebuah sebuah layanan finansial milik Amerika yang berpusat di Milwaukee, Amerika Serikat, Northwestern Mutual telah merilis sebuah penelitian pada akhir tahun lalu yang menyatakan bahwa hampir satu dari tiga millennial (29%) merasa tertarik dan terinspirasi dengan perencanaan keuangan. Angka ini pada kenyatannya lebih tinggi dari angka ketertarikan Baby Boomers pada perencanaan keuangan (12%) dan Gen Xers (22%). Bahkan penelitian ini juga menunjukkan bahwa millennial tidak hanya ada pada level tertarik, bahkan ada pada level sangat disiplin melakukan perencanaan keuangan (57%), sedangkan mereka yang sangat disiplin dari Gen Xer ada pada persentase 49% dan 45% untuk Baby Boomers.

Generasi dengan range usia 18 hingga 34 tahun ini ternyata juga menunjukkan naluri yang kuat untuk perencanaan keuangan ini serta memiliki kekuatiran bilamana mereka telah memiliki strategi yang tepat atau belum. Delapan dari sepuluh millennial mengatakan bahwa perencanaan keuangan mereka membutuhkan perbaikan. Sementara persentase hal yang sama pada Baby Boomers sebesar 63% dan Gen Xers sebesar 79%.

Tetapi di sisi lain, Baby Boomers memiliki persentase 56% dan Gen Xers 47% bahwa mereka memiliki pemahaman yang baik berapa yang harus mereka belanjakan dan berapa yang harus mereka tabung untuk masa depan mereka. Kedua angka ini lebih tinggi dari persentase millennial di 40%.

Sedangkan hamper satu dari tiga millennial (29%) mengaku akan merasa bersalah bila menggunakan uang walaupun itu masih dalam kemampuan mereka. Hal ini berbanding dengan 16% pada Baby Boomers dan 22% pada Gen Xers.

Pinjaman dan Tabungan

Sekarang bagaimana dengan pinjaman para millennial? Dua hal tertinggi yang menjadi alasan para millennial berhutang adalah pendidikan dan tagihan kartu kredit. Sedangkan untuk Gen Xers dan Baby Boomers, KPR menjadi alasan utama untuk memiliki pinjaman.

Sedangkan untuk menabung, maka 54% millennials akan melakukannya untuk keperluan di masa depan, seperti pernikahan, kuliah, atau membeli rumah. Ini jelas berbeda dari Baby Boomers dan Gen Xers yang mempergunakan tabungan mereka untuk membayar hutang yang mereka miliki (masing-masing 53% dan 55%).

Millennials telah melewati langkah pertama yang paling penting menuju mengamankan masa depan finansial mereka. Mereka memahami bahwa mereka membutuhkan perencanaan untuk mencapai tujuan mereka. Hal ini akan memberikan kepercayaan diri pada mereka sehingga mereka dapat menjalani hidup mereka dengan cara mereka sendiri.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Partner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group

Leave a Reply

Your email address will not be published.