(Business Lounge Journal -General Management)

Saat ini beberapa kantor, baik yang di dalam maupun luar negeri, menerapkan konsep “busana casual” bagi para karyawannya. Celana jeans, kemeja sederhana, dan kaos yang sportif, sepertinya menjadi favorit bagi pekerja kantoran masa kini.

Saya punya seorang teman yang dulu pergi ke kantor dengan baju kantoran yang rapi, lengkap dengan blazer, kemeja rapi, celana panjang, atau rok bahan, yang identik dengan baju kantoran pada umumnya. Tapi keadaannya kini lain. Setiap hari Senin sampai Kamis, kini ia hanya mengenakan kemeja dan celana jeans dan setiap hari Jumat, ia bahkan boleh mengenakan kaos dengan desain yang lebih sportif. Simpel, kan?

Memang, sebenarnya zaman sekarang ini, busana kantor semakin terlihat santai dan simpel. Bahkan, hal itu juga bisa jadi kebanggaan tersendiri oleh karyawan perusahaan tersebut. Nah, menanggapi hal seperti itu, cobalah Anda berpikir. Anda di tim yang mana? Tim baju casual atau tim baju rapi nan konvensional?

Kalau saya, tidak usah ditanya, saya pasti tim baju casual, meskipun saya juga tidak ada masalah dengan perusahaan yang masih menerapkan baju rapi selayaknya pakaian resmi ke kantor. Alasannya? Banyak dan tentu saja nyambung dengan pola kerja saat ini. Nah, apa sajakah alasan kenapa saya lebih memilih baju casual untuk kantoran?

Membuat energik ketika bekerja

Asal tahu, kalau Anda mengenakan baju casual ketika bekerja, pastinya Anda akan mempengaruhi kecepatan Anda dalam bekerja. Pastinya, Anda akan lebih lincah mengerjakan semua pekerjaan Anda dan tak terhalang oleh baju Anda yang “ribet”.

Jika Anda jadi lebih cepat dalam bekerja, apa yang akan terjadi? Pastinya dengan pekerjaan lebih cepat selesai, performance Anda di kantor pun akan lebih baik. Tapi, jangan lupa juga, pekerjaan yang dikerjakan dengan cepat, tentu juga harus disertai dengan ketelitian.

Terkesan lebih muda ketika bekerja dan berinteraksi

Terkadang, orang suka jadi kurang percaya diri ketika menyadari bahwa, “ya, aku sudah terlalu tua”, atau “ya, aku sudah tak percaya diri nih interaksi sama yang muda-muda”. Apalagi, di kantor Anda sekarang pastinya banyak karyawan yang berusia muda dan terlihat percaya diri. Perkara¬†generation gap, kadang sering menjadi masalah di beberapa perusahan.

Tapi percaya atau tidak, sebenarnya dengan memperlakukan baju casual yang wajib dipakai semua karyawan, itu bisa menjadi salah satu langkah untuk mengurangi generation gap di kantor Anda.

Nah, kalau Anda menerapkan busana casual dalam bekerja, tentu saja, Anda pun merasa lebih muda. Untuk jangka panjangnya, tentu hal itu mempengaruhi kemampuan berkomunikasi Anda. Tentu saja, dengan gaya Anda yang lebih energik, Anda jadi lebih percaya diri dan lancar untuk berbicara dengan siapapun yang ada di kantor, baik muda maupun tua.

Membuat suasana bekerja jadi lebih menyenangkan

Dengan baju casual, ada untungnya bagi perusahaan juga, yaitu, membuat suasana kerja jadi lebih menyenangkan dan santai, tapi tetap sesuai dengan aturan perusahaan.

Baju casual saat bekerja, bisa membuat suasana kantor jadi lebih rileks, tidak tegang dan ke depannya, bisa membuat tujuan perusahaan lebih mudah dicapai. Mengapa? Tentu saja, karena karyawan sudah merasa senang bekerja. Dimulai dari hati yang senang dan rileks, maka hal itu pun akan berdampak pada produktivitas kerja di kantor.

Finally, akan lebih mudah mendapatkan ide baru

Dari suasana yang menyenangkan dan lebih rileks, apa keuntungan yang terakhir bisa dicapai? Ide dan inovasi baru! Sekarang ini, semua berlomba-lomba mencari inovasi. Tentu saja, suasana kantor yang menyenangkan, ritme kerja yang lebih energik, dan kepercayaan diri Anda untuk berbicara yang semakin meningkat, apa hal positif yang ujungnya bisa dicapai? Tentu saja, mendapatkan ide baru!

Jadi, tak ada salahnya kan jika baju casual diterapkan di perusahaan? Pastinya, saya juga tak menentang orang yang berpakaian rapi seperti blazer, jas, celana panjang atau rok bahan, dan kemeja rapi. Bagi saya, setiap perusahaan pasti punya kebijaksanaan dan pertimbangannya masing-masing dan sudah memperhitungkan semua aspek.

Tapi bagi saya, memang menerapkan baju casual memang sangat banyak gunanya bagi perusahaan dan bagi pribadi karyawan. Tentu saja, asalkan casual yang masih memenuhi norma kesopanan yang berlaku, dan tidak kebablasan.

 Zefanya Jodie Sumbayak, MBA/Editor In Chief vibizmedia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.