Cancer Breath Test Harapan untuk Masa Depan

(Business Lounge Journal – Medicine)

Pemeriksaan untuk memastikan adanya kanker atau tidak adalah pemeriksaan yang selalu tidak menyenangkan dan sangat menegangkan. Mulai dari test Tumour marker, PET CT Scan, Radiologi, USG hingga Biopsi semuanya juga membutuhkan kesiapan pasien, kesiapan dana, dan kesiapan peralatan.

Katakanlah seperti PET CT Scan, di Jakarta jumlahnya masih sangat terbatas hanya ada di RSCM, Dharmais, dan beberapa RS swasta dengan biaya yang cukup mahal. Untuk kanker sangat diperlukan pemeriksaan dini sebab seringkali orang datang dalam kondisi yang sudah terlambat. Banyak orang mengabaikan medical check up dan pemeriksaan dini sehingga akhirnya tidak bisa lagi tertolong. Pemeriksaan dini yang mudah dilaksanakan sangat diperlukan agar tidak terlambat dalam penanganan kanker dan menyelamatkan nyawa.

Saat ini maka para peneliti dari The Cancer Research UK Cambridge Centre dan Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust tengah mengembangkan uji klinis suatu alat pendeteksi kanker yang dinamakan Breath Test (The Cancer Breathalyser). Penelitian ini melibatkan 1500 orang dan diperkirakan akan final kesimpulannya pada tahun 2021. Alat ini ditujukan untuk deteksi dini yang non-invasif.

Berkat sponsor dari Owlstone Medical, maka alat deteksi kanker ini pun terus diuji dan dikembangkan. Kanker apa saja yang dapat dideteksi dengan alat ini? Untuk saat ini kanker yang sudah diteliti adalah:

· Kanker lambung
· Penyakit Parkinson
· Sniffer dogs (menggunakan penciuman anjing) untuk kanker paru-paru

Adapun yang sedang dikembangkan lagi adalah breath test untuk:

· Kanker Esofagus
· Kanker Prostat
· Kanker Kandung Kemih
· Kanker hati
· Kanker Pankreas

Dengan menggunakan perangkat dan teknologi ReCIVA ‘Breath Biopsi’ Owlstone Medical maka sampel napas akan dinilai untuk molekul yang disebut senyawa organik volatil (VOC). VOC adalah senyawa yang diproduksi secara alami sebagai bagian dari reaksi biokimia tubuh. Dengan adanya kanker dan kondisi kesehatan lainnya maka akan sangat  mempengaruhi pola produksi VOC. Inilah yang akan membantu dalam diagnosis kanker tahap awal.

Sampel nafas pasien dikumpulkan dalam 10 menit di Rumah Sakit Addenbrooke UK, sebelum tes diagnostik lainnya, dan akan dibandingkan dengan sampel kontrol dari peserta yang sehat.

Revolusi Kanker di Masa Depan

Profesor Rebecca Fitzgerald, ketua peneliti persidangan di Cancer Research UK Cambridge Centre, mengatakan pada awal tahun ini bahwa mereka sangat memerlukan alat baru yang dapat membantu mendeteksi dan mendiagnosis kanker sebelumnya, memberikan pasien yang terbaik kemungkinan selamat dari penyakit mereka. Dia mengatakan teknologi Owlstone “adalah yang pertama untuk menguji berbagai jenis kanker, berpotensi membuka jalan untuk tes napas universal”.

CEO Owlstone, Billy Boyle, menambahkan bahwa ada potensi yang meningkat untuk tes berbasis nafas untuk membantu diagnosis, sama halnya dengan  tes darah dan urin dalam upaya membantu dokter mendeteksi dan mengobati penyakit. Konsep ini menyediakan snapshot dari seluruh tubuh dalam cara yang sepenuhnya non-invasif dan dapat mengurangi bahaya dengan menyelamatkan pasien dari tes yang lebih invasif yang tidak mereka butuhkan.

Dr. David Crosby, kepala penelitian deteksi dini di Cancer Research UK, mengatakan: “Teknologi seperti tes napas ini memiliki potensi untuk merevolusi cara kita mendeteksi dan mendiagnosis kanker di masa depan.”

Sedangkan pada Oktober 2018, para peneliti dari Barcelona mempresentasikan data ke Konferensi Dunia ke-9 tentang Kanker Paru-paru (WCLC) di Toronto dengan penggunaan penciuman anjing yang dilatih khusus untuk dapat membedakan antara nodul paru ganas dan jinak dari 879 sampel napas pasien yang diambil dari 900x pengambilan.

Kita harapkan di tahun-tahun mendatang maka alat ini sudah mendunia dan dapat digunakan untuk penanganan kanker yang lebih cepat.

Vera Herlinadr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/Partner of Management & Technology Services, Vibiz Consulting Group.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.