Offline Marketing bagi Para Millennial

 

(Business Lounge Journal – Marketing and Service)

Kita sudah membahas mengenai kehebatan media sosial yang sekarang ini banyak digunakan untuk menembus pasar millennial dan gen z. (Baca: Strategi Marketing Menyasar Para Millennial). Tetapi apakah semua dapat dijangkau melalui media sosial? Kalau saat ini saya katakana belum sepenuhnya. Tidak semua millennial aktif menggunakan media sosial. Ini kita berbicara tentang semua millennial. Bagaimana jika pasar yang kita bidik bukanlah dari golongan menengah ke atas yang sudah pasti memiliki smartphone? Bagaimana jika pasar yang kita bidik adalah dari segala golongan? Atau belum tentu ada kaitannya dengan media sosial? Dalam sebuah research kecil, saya masih menemukan loh mereka yang memiliki kuota yang terbatas pada waktu-waktu tertentu.

Terlepas dari memiliki media sosial atau tidak, memiliki smartphone atau tidak, rata-rata millennial memiliki kesamaan dalam hal kepraktisan. Mereka menginginkan semua yang simple dan tidak berbelit-belit.

Lalu bagaimana dengan offline marketing? Dapatkah mengakomodirnya? Tentu saja!

Bukan hal yang asing lagi jika ketika Anda berjalan-jalan di mall kemudian dihampiri oleh para sales kartu kredit yang dengan sigap membantu Anda untuk melengkapi persyaratan aplikasi pembuatan kartu kredit. Sebelumnya, para sales kartu kredit akan menyisuri gedung demi gedung, kantor demi kantor sambil menawarkan hadiah langsung baik berupa payung, boneka, tas, dan yang lainnya untuk mereka yang mengajukan aplikasi. Semakin hari, semakin mudah untuk dapat membuat kartu kredit. Ini tidak hanya karena karakteristik para millennial, tentunya namun segala sesuatu yang semakin mudah memang lebih disukai. Apa lagi sekarang, pada zaman dua generasi muda ini. Tetapi mall, memang tempat yang sering kali menjadi tujuan untuk melakukan offline marketing. Tetapi perlu Anda perhatikan, tidak mudah untuk melakukan offline marketing jika Anda membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memberikan penjelasan. Sebab di mall hampir semua orang akan bergerak dengan cepat.

Offline marketing akan sangat efektif dilakukan di tempat keramaian yang sesuai dengan sasarannya. Saya pernah berbincang dengan mereka yang memasarkan produk finance-nya ke café-café. Produk ini diperuntukkan kepada para millennial dan di sanalah tempat paling mudah untuk menemukan para millennial. Mereka senang duduk berjam-jam di sana sambil menikmati secangkir kopi, menggunakan wifi gratis untuk bermedia sosial atau merintis bisnis baru mereka. Mereka tidak akan keberatan jika ada yang menghampiri dan duduk di depan mereka untuk mengajak mereka berbincang serta menawarkan produk baru mereka. Hasilnya? Sangat efektif menemukan relasi-relasi baru. Jika Anda berhasil mendapatkan kepercayaan satu orang, maka produk Anda akan sangat mudah untuk sampai pada komunitas mereka. Tetapi harus dapat dipastikan Anda memiliki orang yang tepat sebagai ujung tombaknya.

Apalagi selain café? Bagaimana dengan stasiun commuter line? Apakah Anda memperhatikan bahwa penumpang commuter line sekarang ini lebih banyak berasal dari generasi muda? Tetapi memang mayoritas bukan dari menengah ke atas, walaupun ada juga dari golongan tersebut. Tidak mudah untuk melakukan direct selling pada para penumpang yang sedang bergegas dan penuh konsentrasi menunggu commuter line dan berupaya untuk tidak ketinggalan. Tetapi di sana adalah tempat yang dapat Anda sasar jika memang target pasar Anda adalah para millennial dari golongan menengah ke bawah.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Partner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group

Leave a Reply

Your email address will not be published.