Strategi Marketing Menyasar Para Millennial

(Business Lounge Journal – Marketing)

Kita sudah membahas mengenai karakteristik para millennial dan generasi Z. (Baca: Empat Generasi Satu Dunia). Tidak dapat dipungkiri, maka kelompok inilah yang sedang dibidik oleh berbagai pelaku bisnis. Semua seolah berlomba untuk dapat menyasar kelompok yang saat ini telah mengambil persentase yang besar dari bangsa ini. Karena itu penting untuk mengubah marketing strategy Anda untuk memenangkan hati mereka. Sebuah strategi yang dapat menjangkau mereka dengan cara yang instant. Karakteristik ini jelas-jelas tidak dapat terlepas dari teknologi. Baik generasi Y dan Z yang lahir di era perkembangan teknologi ini akan selalu mengikuti perkembangan yang ada. Sehingga jika Anda tidak memperhitungkan unsur teknologi di dalamnya, sudah dapat dipastikan bagaimana Anda akan mengalami kesulitan dan berkompetisi.

Benahi sosial media Anda

Coba saja Anda bandingkan mana yang kira-kira lebih mudah diterima oleh para millennial, informasi melalui email atau melalui sosial media? Sudah tentu jawabannya melalui sosial media. Atau, mana yang juga lebih mudah diterima, pesan yang berbentuk kalimat atau gambar? Ya, gambar. Generasi sekarang ini lebih menyukai semua yang visual.

Bahkan untuk menentukan preferensi, para millennial akan menggunakan media sosial mereka. Bagaimana mereka memilih tempat makan, bagaimana mereka menentukan gaya fashion, dan berbagai hal-hal yang penting dalam keseharian mereka. Media sosial tidak lagi dapat dipisahkan dari hidup mereka bahkan seakan telah menjadi “kitab” tersendiri. Tidak hanya bagi mereka yang mencari arahan, bahkan bagi para “pencipta” gaya hidup yang sering kali menjadi acuan.

Jadi pastikan saja bahwa Anda memiliki kekuatan sosial media. Apalagi jika hendak berkompetisi dengan para pebisnis millennial.

Ikuti perkembangan teknologi

Sekarang ini para pebisnis tidak hanya berlomba untuk dapat diakses tetapi juga untuk dapat dimiliki. Lihat saja bagaimana transaksi online dapat dilakukan semakin mudah bahkan hanya membutuhkan waktu dalam bilangan detik. Belum lagi bonus yang diperoleh baik dalam bentuk point maupun cashback. Semuanya memberikan nilai tambah bagi para millennial untuk menentukan pilihan. Saya tidak katakan bahwa para millennial sudah tidak akan turun ke pasar tradisional atau tidak akan bertransaksi dengan menggunakan uang tunai. Ini tentu saja masih terjadi sebab belum semua kota dan daerah dapat mengakomodir cara bertransaksi yang demikian.

Pastikan untuk selalu inofatif

Sudah dapat dipastikan bahwa inovasi adalah salah satu yang dapat memenangkan hati para millennial. Semua yang baru akan selalu menarik perhatian. Sebagai contoh, jika Anda telah memulai sebuah bisnis laundry dan para pelanggan akan mengirimkan cucian mereka ke gerai Anda, maka bersegeralah berpikir untuk memberikan layanan “menjemput cucian”. Cukup puas dengan layanan itu? Bila Anda merasa cukup puas, maka akan segera muncul pesaing yang akan memberikan layanan laundry dengan menggunakan aplikasi sehingga pelanggan dapat memesan jasa penjemputan cucian hanya dengan sentuhan jari mereka pada smart phone mereka. Jika demikian, maka untuk dapat tetap bersaing, Anda pun harus memikirkan dua hal selanjutnya secara bersamaan, yaitu bagaimana memiliki aplikasi sekaligus terobosan lainnya untuk memastikan bagaimana Anda akan memiliki sesuatu yang lebih unggul.

Memutuskan untuk berhenti berinovasi sama dengan memutuskan untuk mundur dari arena persaingan bisnis secara perlahan.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Partner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group

Leave a Reply

Your email address will not be published.