(Business Lounge Journal – Human Resources)

Tidak mungkin untuk tidak berubah. Zaman yang berbeda diikuti perkembangan teknologi, pengetahuan, dan kondisi alam serta kondisi lainnya yang turut berubah. Segala sesuatu dapat saja berubah bahkan seringkali tanpa permisi atau memang tidak kita sadari. Demikianlah para praktisi HR adalah baik untuk kita segera memikirkan terobosan-terobosan baru yang selaras dengan fungsi HR untuk mendukung strategi perubahan ke arah yang lebih baik. Setidaknya agar kita dapat terus bertahan dan tidak tergilas dengan keadaan yang bergerak sangat cepat saat ini.

Beberapa hal mungkin dapat dipikirkan untuk perlu diubah terkait pekerjaan HR:

1. HR Management System

Dalam era digital saat ini beberapa sistem yang masih menyebabkan banyak pekerjaan manual lebih baik segera diubah agar lebih “paperless”. Dunia saat ini menuntut semua proses dapat dilakukan dengan cepat dengan sedikit menggunakan kertas. Karyawan merasa lebih nyaman dengan sistem pelaporan dan penilaian yang dibuat tanpa menggunakan kertas. Meskipun demikian untuk beberapa pekerjaan penting dan rahasia, tentu saja penggunaan kertas sebagai dokumen penting dan rahasia bagi perusahaan dapat terus dilakukan.

2. SOP dan Operation Line HR

Birokrasi dan proses-proses HRD yang perlu dipangkas sebaiknya dilakukan atau disederhanakan. Tuntutan kerja untuk menjadi tenaga kerja yang multi task dan mampu bekerja “overloaded” dan “under pressure” akan sangat memerlukan kebijakan dan aturan yang tepat, cepat dan efektif. Jika tidak didukung dengan SOP yang efektif, sangat mungkin akan menimbulkan banyak keterlambatan dan masalah dalam pelaksanaannya untuk mencapai tujuan yang ditargetkan.

3. Coaching & Counseling Strategy

Kecenderungan saat ini justru banyak dilakukan dengan cara lebih santai, open air, dan lebih ke arah diskusi dibanding dengan cara lama yang terkesan serius, di dalam ruangan dan condong pada arahan, nasehat dan teguran. Cara-cara baru yang lebih terbuka dan dua arah dinilai lebih efektif saat ini, terlebih lagi jika karyawan yang dihadapi adalah karyawan dari generasi millennial. Jangan paksakan cara lama sekalipun dahulu memang sangat tepat sasaran untuk digunakan.

4. HR Activity Calendar

Dahulu mungkin kita sering kali memutar otak agar tiap bulan sebisanya kita mengadakan “event” karyawan. Untuk generasi saat ini sepertinya hal ini perlu untuk dipikirkan kegiatan lain yang lebih dinilai bermanfaat dan menantang bagi karyawan. Kegiatan menciptakan sesuatu yang baru atau kompetisi memasak dan lainnya mungkin akan lebih sangat menarik bagi karyawan saat ini.

5. Reward & Punishment Strategy

Program jalan-jalan ke luar negeri untuk karyawan yang berhasil mencapai target, pemberian bonus, kesempatan training pengembangan skill & knowledge atau kesempatan mengikuti kompetisi pertandingan yang disukai atau mendapatkan tiket menyaksikan pertandingan atau konser musik adalah beberapa alternatif REWARD yang dapat diberikan. Untuk punishment ada baiknya dirancang agar lebih mengedukasi karyawan. Kita tahu kecenderungan karyawan millennial lebih tidak takut kehilangan pekerjaan dibandingkan zaman Baby-boomer dahulu.

 Semoga bermanfaat.

Melva Emsy Simalango/VMN/BL/Partner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group

Leave a Reply

Your email address will not be published.