(Business Lounge Journal – Human Resources)

Kita telah membahas bagaimana performance management mengalami peninjauan kembali pada beberapa perusahaan besar. (Baca: Meninjau Ulang Traditional Performance Management). Misalnya, Accenture yang telah menjalankan untuk lebih fokus pada pemberian umpan balik dalam setiap akhir assignment.

Saya mengumpamakan seperti mengajarkan seorang anak untuk mengendarai sepeda. Anda akan menuntun sang anak ketika pertama kali ia menaiki sepedanya. Kemudian melepaskannya dan memberikan instruksi untuk ia dapat menjaga keseimbangan. Ketika sang anak sudah dapat mengendarai sepedanya, maka Anda pun akan mengawalnya dari belakang sehingga ia memiliki keberanian untuk melewati jalan demi jalan dan berbagai rintangan yang ada. Tiba saatnya ia harus berkendara di jalan raya, Anda masih memberikan pengawalan, hingga kemudian ia dapat melakukannya seorang diri ketika pengalamannya berkendara di jalan raya sudah cukup memupuk keberaniannya.

Saya percaya bahwa setiap Anda tentu saja akan merekrut orang-orang yang hebat untuk menjadi bagian dari tim Anda. Tetapi Anda tidak dapat serta merta melepasnya untuk berjalan sendiri mencapai tujuan. Anda harus mengawalnya! Biarkan ia mengayuh pedal sepedanya dan merasakan gelombang jalanan yang tidak rata namun pastikan bahwa Anda ada di sana untuk memastikan ia tetap melaju dengan aman. Penting bagi Anda untuk memberikan ruang bagi anggota tim baru Anda untuk dapat bebas berinovasi, daripada hanya berupaya untuk mengukur dan mengelola proses kinerja yang ada. Fokusnya adalah pada pengembangan diri setiap anggotanya dan coaching merupakan salah satu yang menjadi tool-nya dalam keseharian.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi fokus dalam melakukan coaching:

  • Karyawan memahami apa yang menjadi ekspektasi tim

Ini akan sangat memaksimalkan kinerja. Sangat penting untuk karyawan memiliki pemahaman yang clear bilamana apa yang menjadi peranan individu dapat sejalan dengan prioritas bisnis. Bayangkan saja, jika mendiskusikan apa yang menjadi ekspektasi bisnis hanya dilakukan pada awal, pertengahan, dan akhir tahun, dapat dibayangkan bahwa belum tentu semua anggota memiliki pengertian yang sama dan menjadikan hal itu sebagai bagian dari kesehariannya. Namun jika hal ini terus digaungkan dalam keseharian, maka akan menjadi sesuatu yang mendasari semua kinerja.

  • Mengenali kekuatan mereka dan memperkuatnya

Bayangkan berapa sering Anda berbincang dengan tim Anda untuk mengenali kekuatan mereka. Ya, sesering Anda dapat melakukannya. Berikan feedback demi feedback (bukan keluhan yang mematahkan).

  • Memahami benar area mana saja yang dapat dikembangkan

Ini akan bersifat sangat individual, bukan suatu yang masal. Anda akan sangat disarankan untuk tidak melakukannya secara bersama-sama. Setiap individu akan sangat membutuhkan sentuhannya masing-masing.

  • Mencapai aspirasi karir mereka.

Setiap individu akan mendapatkan bantuan dalam pengembangan karir sesuai dengan kinerja dan kekuatan mereka masing-masing. Jika seseorang tidak memiliki keterampilan yang tepat, maka selalu ada waktu untuk memperbaiki dan menyesuaikan diri dengan kelebihan yang mereka miliki. Semua akan mendapatkan pelatihan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing dan semua dibicarakan wari waktu ke waktu. Sehingga tidak pernah ada perubahan dan penilaian yang mengejutkan di akhir tahun.

Jika demikian, dapat dipastikan bahwa tidak ada individu yang memiliki arah yang salah. Setiap individu akan persis mengetahui bahwa mereka ada pada jalur yang benar. Sebab arahan yang diberikan ada pada keseharian mereka.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Partner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group

Leave a Reply

Your email address will not be published.