Intrapersonal Intelligence a Must for a Leader

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Seorang pemimpin dituntut untuk dapat menjadi role model bagi tim atau anak buahnya. Bisakah Anda bayangkan jika seorang atasan menyuruh Anda untuk memiliki meja kerja yang rapi sedangkan meja kerjanya sendiri tidak pernah dirapikannya dan selalu dirapikan orang lain? Atau bagaimana kesan Anda terhadap atasan di kantor yang memberikan aturan tidak boleh terlambat sama sekali sedangkan ia sendiri selalu bangun siang dan datang siang ke kantor? Pastilah akan jadi bahan gosip karyawan bukan? Mungkin yang bisa ditolerir jika orang tersebut adalah owner. Hal ini masih bisa suka-suka pemilik toko mau datang atau tidak ke toko, jam berapa ia datang atau bahkan hanya sesekali menengok saja.  Namun tetap yang terbaik adalah menjadi panutan untuk datang tepat waktu bahkan sebelum waktu.

Kecerdasan Intrapersonal

Semua anak buah membutuhkan role model dan role model yang baik sangat mewarnai suasana kerja. Seorang pemimpin memberikan contoh melalui habit yang ditunjukkannya setiap hari. Melalui habit itulah maka orang dapat melihat seperti apa pemimpinnya, dapatkah dijadikan panutan. Sebagai contoh, katakanlah seorang pemimpin menunjukkan sikap cuek dan semua hanya diserahkan pada anak buah, terserah mereka mau buat apa. Tentu akan sangat berbeda dengan pemimpin yang menguasai pekerjaannya, tahu apa yang harus dibuat, memberikan arahan setiap hari dan dapat mengatur anak buah seperti ia mengatur dirinya sendiri.  Nah, inilah yang disebut dengan kecerdasan mengatur diri atau intrapersonal intelligence. Contohnya adalah kecerdasan untuk membuat target pribadi, mengatur diri, mengatur pekerjaan sehari-hari, dan sebagainya.

Karakteristik

Intrapersonal Intelligence diperkenalkan oleh Howard Gardner pada tahun 1983. Ialah yang menciptakan teori Multiple Intelligence. Salah satu kecerdasan adalah Intrapersonal Intelligence. Jadi apa saja karakteristik orang yang memiliki Intrapersonal Intelligence? Antara lain sebagai berikut:

  • Tinggi motivasi diri dan memiliki pemahaman yang jelas tentang alasan di balik motivasi yang ia miliki
  • Lebih suka sendirian daripada dalam kelompok besar
  • Memiliki kesadaran yang sangat baik akan kemampuan dan kelemahan pribadi yang ditandai oleh pemikiran dan analisis kritis dan mampu mengatur diri keluar dari kelemahannya.
  • Mampu untuk menganalisa ide dan menghancurkan teori untuk memahami dasar mereka.
  • Dapat berpikir secara mendalam, yang membuat mereka terlihat serius
  • Mampuan mengambil keputusan yang kuat yang tidak dipengaruhi oleh sumber eksternal
  • Suka menyimpan catatan pemikiran, perasaan, dan emosi mereka dengan menulis jurnal atau diary
  • Mampu mengatur tujuan hidup dan mengatur diri mencapai tujuan hidupnya

Seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan Intrapersonal sebelum ia sanggup memotivasi orang lain, mengatur orang lain. Tanpa kecerdasan ini maka  ia akan dianggap sebagai “tong kosong yang nyaring bunyinya”. Namun kecerdasan Intrapersonal haruslah diimbangi dengan kecerdasan Interpersonal sebab di dalam dunia pekerjaan tentulah harus berinteraksi dengan timnya masing-masing.

Pengembangan

Kecerdasan ini dapat dikembangkan dengan cara:

  • Membangun target pribadi harian dalam kebiasaan-kebiasaan hidup dan memberikan diri sendiri penghargaan bila target tersebut tercapai
  • Mengerjakan proyek-proyek dengan time limit penyerahan proyek yang diupayakan ditepati
  • Belajar mengambil keputusan
  • dan sebagainya.

Yuk kita bangun kecerdasaan intrapersonal kita untuk menjadi pemimpin yang lebih baik dan dapat menjadi contoh yang baik bagi  para pengikut.

Jelaslah bahwa menjadi pemimpin memang tidak hanya smart saja, tetapi juga memerlukan juga kecerdasan intrapersonal. Yuk kita kembangkan kecerdasan interpersonal kita.

Vera Herlinadr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/CEO of Management and Soft Skill Academies, Vibiz Consulting Group.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.