Be Firm to Unproductive Employee

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Pernahkah mengalami dispute karyawan di kantor? Atau perpecahan? Atau suasana yang tidak kondusif, penuh dengan saling curiga dan negatif satu sama lain? Sadarkah kita bahwa kadang masalah besar di perusahaan hanya dipicu oleh satu atau dua orang karyawan yang bermasalah dan tidak produktif bagi perusahaan.

Persoalan di internal perusahaan tidak boleh dianggap enteng dan dikesampingkan. Hal ini dapat memicu persoalan lainnya yang lebih besar. Fokus sangat terganggu, semangat berkontribusi merosot, dan pada akhirnya kerugian finansial yang dihasilkan. Ini sangat bahaya bagi kelangsungan bisnis. Masalah karyawan memang banyak sekali penyebabnya. Persoalan di internal perusahaan dalam bahasan kali ini dititik beratkan pada sumber masalah yang dilakukan oleh karyawan yang tidak produktif.

Karyawan yang seperti ini mungkin sekali akan cenderung berpikir negatif, iri hati, dan akhirnya mencari cara agar eksistensinya tetap memberi warna karena dia sadar kontribusinya amat parah. Kerja yang tidak maksimal membuatnya punya waktu untuk merancangkan yang tidak baik terhadap rekan kerja, pimpinan, atau bahkan manajemen secara kesuluruhan. Ajaibnya segala hal yang negatif sangat lebih cepat berkembang dan dipercaya daripada hal yang positif. Nah, bukan hal yang mustahil, kurangnya produktifitas akan dapat mengubah pola pikir karyawan ke arah yang cenderung negatif.

Segera harus diambil tindakan. Jangan biarkan karyawan yang tidak produktif ada di lingkungan kerja kita. Pastikan perusahaan tidak over recruitment. Kalaupun kelebihan karyawan terjadi oleh karena satu proyek telah selesai, maka kurangi jumlah karyawan yang tidak diperlukan lagi. Selesaikan kontrak kerja karyawan. Jika periode kontrak masih ada, sementara sudah sangat dipikirkan tidak ada lagi tempat untuk menampungnya, maka sisa kontrak terpaksa dibayarkan. Memang ada kalanya ini menjadi biaya bagi perusahaan, tetapi kadang ini lebih baik daripada kerugian yang lebih besar lagi akan terjadi. Prinsipnya lebih baik sedikit rugi daripada mempertahankan karyawan yang tidak atau akan menjadi tidak produktif.

HR dan pemimpin-pemimpin divisi wajib memiliki ketajaman dalam melihat hal ini. KPI, Reward & Punishment Program dan evaluasi proyek dapat dijadikan sarana yang tepat dan profesional untuk mengakhiri perjanjian kerja karyawan seperti ini. Sehingga kedua belah pihak dapat saling memahami PHK ini berdasarkan data dan fakta yang profesional.

Semakin lebih baik, jika hal ini diantisipasi lebih awal. Sebelum melakukan rekrutmen, Manpower Planning-nya telah ditentukan secara detil. Sehingga perjanjian kerja yang akan ditawarkan sudah dikondisikan sesuai kebutuhan dan rencana kerja. HR harus bersikap lebih tegas dalam hal ini, karena HR-lah yang berkewajiban memagari perusahaan dari segala bentuk kerugian yang dapat ditimbulkan karyawan.

Beberapa perlakuan atau solusi yang mungkin dapat diambil oleh HR dalam menangani atau menghindarkan perusahaan dari adanya karyawan yang tidak atau akan menjadi tidak produktif, adalah:
1. Manpower planning yang detail dan disepakati pihak terkait
2. Tindakan mutasi ke pekerjaan yang dimungkinkan bagi karyawan
3. Proyek baru yang memang perlu segera dimulai
4. Cuti tanpa dibayar (unpaid leave) sampai akhir kontrak yang tentu saja dengan kesepakatan. Karyawan memiliki kesempatan mencari kerja baru dengan status masih sebagai karyawan di perusahaan.
5. Pemutusan kontrak kerja/PHK dengan beberapa kondisi yang disepakati bersama.

6. Jika karyawan menunjukkan sikap positif atas kenyataan ini, maka HR dapat pula merekomendasikannya kepada perusahaan lain yang mungkin sedang memerlukan, dengan kualifikasi dan posisi yang sesuai.

Inti dari bahasan ini adalah usahakan semaksimal mungkin untuk tidak membiarkan karyawan yang tidak produktif ada di perusahaan kita. Lakukan langkah yang terbaik seperti alternatif di atas, agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk.

Melva Emsy Simalango/VMN/BL/Partner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.