Apa kabar Zika?

(Business Lounge Journal – Medicine) Tidak terasa 2 tahun sudah berlalu sejak viral berita tentang Zika Virus dibicarakan. Virus Zika pertama kali dilaporkan pada tahun 2015. Wabah awal Virus Zika di Brasil diambil oleh media dan dilaporkan ke seluruh dunia,

Bayi Microcephaly

Ingatkah Anda pada  bayi yang lahir dengan virus  Zika? Bayi-bayi tersebut sekarang telah berusia dua tahun. Kini efek samping virus sudah jelas terlihat dan mengganggu perkembangan dan pertumbuhan anak-anak korban Zika. Virus Zika keturunan Asia diperkirakan adalah yang paling berpotensi menimbulkan kelainan pada saraf otak. “Kami menemukan bahwa virus Zika keturunan Asia mengganggu proliferasi sel punca otak dan mengganggu kemampuannya untuk berubah menjadi sel saraf otak,” kata Ping Wu, Penulis senior penelitian dan Professor UTMB di Departemen Neurosains dan Biologi Sel.

Anak-anak yang terinfeksi virus Zika memiliki microcephaly, atau kepala berukuran kecil yang tidak normal. Dampaknya mereka kesulitan untuk berbicara, mengerti komunikasi dengan orang lain, dan bahkan untuk  makan pun sulit. Anak-anak ini juga dikhawatirkan kurang berkembang dan besar kemungkinan akan  menjadi cacat mental selama sisa hidup mereka. Para ahli menyarankan agar anak-anak yang terinfeksi Virus Zika diberi program perawatan seumur hidup, karena mereka tidak akan pernah memiliki otak yang sempurna sebagai akibat dari  virus itu sendiri.

Kini, para ilmuwan yang bekerja di bidang kedokteran memutuskan untuk mengamati dan mempelajari anak-anak yang terinfeksi Zika di Brasil. Ada 15 anak-anak Brasil yang diyakini mengalami jenis efek samping terburuk dari Virus Zika sedang dipelajari oleh para ahli, dengan harapan mereka dapat menemukan jawaban bagaimana cara mencegah virus menginfeksi seseorang di masa depan, atau apakah ada kemungkinan korban dari virus untuk pulih kembali.

Ada beberapa laporan di masa lalu yang menyatakan bahwa lebih dari 3.000 anak-anak di Brasil sendiri terinfeksi virus tersebut, dan mendorong pemerintah mengalihkan perhatian mereka ke masyarakat yang terkena dampak Zika. Wilayah yang paling parah terkena Brasil adalah Paraiba dan pemerintah mengirim spesialis khusus untuk memeriksa dan meneliti anak-anak tersebut yang rata-rata lahir dari keluarga termiskin di wilayah ini.

Individu yang terinfeksi Virus Zika perlu mendapat perawatan penuh dan perhatian khusus pada setiap titik kehidupan mereka karena kesulitan keuangan mereka. Para ahli lebih memilih orang-orang yang ingin membantu anak-anak miskin untuk menyumbangkan uang tunai sehingga anak-anak dapat terus diamati oleh spesialis dan diberi perhatian agar mereka hidup dengan layak.

Vaksin Zika

Virus Zika adalah bukti bahwa alam terus berevolusi dan manusia tidak dapat melakukan apapun bahkan terhadap nyamuk, serangga yang lemah dan terhadap virus yang secara ukuran sangat kecil bagi manusia. Namun demikian perang melawan Zika terus diupayakan. Saat ini vaksin Zika telah memasuki penelitian fase kedua yang disebut VRC 705. Penelitian ini membutuhkan biaya 100 juta USD dan dibiayai oleh National Institutes of Health. Jika berhasil selanjutnya akan memasuki tahap ketiga. Masih membutuhkan perjalanan panjang untuk vaksin dapat diberikan pada masyarakat luas.

Tahun 2017, Zika Virus dilaporkan ada di Singapore dan juga terus merebak di negara-negara lain. Saat ini ada 70 negara dan daerah yang melaporkan transmisi Zika. Namun demikian, World Health Organization (WHO) tidak lagi mendaftarkan Zika ke dalam daftar penyakit di tingkat global.  Kita harapkan tak ada lagi bayi-bayi korban Zika di masa yang akan datang.

Vera Herlinadr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/Coordinating Partner of the Leadership, Entreprenuership and Strategic Management.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.