Neuromarketing, Penting untuk Keberhasilan Menjual

(Business Lounge Journal – Marketing and Service) Pernahkah Anda bertemu dengan seorang marketing yang menawarkan produk dan sibuk menjelaskan apa saja kelebihan produknya dan fitur-fitur yang dijual? Banyak orang mungkin meluangkan waktu untuk mendengarkan tapi juga tidak membeli pada akhirnya. Beberapa orang lain lagi bahkan mungkin tidak mau mendengar sama sekali dan melewatkan  si penjual begitu saja.

Sebagai manusia yang memiliki pikiran, apapun yang dilakukan oleh manusia, semua dikendalikan oleh apa yang ada di otaknya.  Tidak satupun hal selama manusia hidup berjalan sendiri. Semuanya diperintahkan oleh otak.  Otak sendiri dipelajari dalam Neuroscience dan pengembangannya dapat ke semua bidang hidup. Ketika Neuroscience ini bersentuhan dengan marketing maka lahirlah teori Neuromarketing. Hal ini akhir-akhir ini semakin menarik dan ternyata jika kita pahami dapat memberikan suatu pengaruh yang kuat untuk keberhasilan menjual.

Membeli suatu produk adalah suatu keputusan. Proses pengambilan keputusan merupakan proses penting yang membuat manusia bertindak. Saat membeli sesuatu maka seseorang tidak dapat lepas dari hal-hal dasar yang membuat rasa suka, merasa butuh dan penting, tertarik dan sebagainya. Membeli sesuatu tanpa kita sadari melibatkan unsur  sebagai berikut:

– Emosi
– Preferensi
– Rasa suka/cinta
– Persepsi

Ketika terjalin komunikasi yang baik  antara penjual dan pembeli  maka terciptalah persepsi dan preferensi dalam sistim limbik otak customer. Jika setelah itu customer relationship terjalin baik antara penjual dan pembeli  maka pada akhirnya loyalitas pelanggan terhadap produk dan perusahaan penjual tumbuh semakin kuat dan semakin kuat. Hal ini membuat secara alam bawah sadar pembeli untuk selanjutnya akan memilih untuk membeli produk dari perusahaan yang sama.

Hal ini disadari oleh Apple, sebagaimana dijelaskan oleh Simon Sinek dalam bukunya Start with Why. Hal ini benar-benar merupakan sesuatu yang mengubah cara pemasaran produk2 Apple. Apple tidak memulai promosi produknya dengan What dan How tetapi dengan Why dari suatu produk yang diluncurkan, atau Why Apple? Sehingga orang tahu bahwa memilih Apple adalah keputusan yang tepat jika Anda adalah seorang yang menginginkan kualitas dan high technology yang berada di atas yang lain.  Apple menjelaskan apa inspirasi yang membuat mereka membuat produk-produknya. Apple menjelaskan “why” nya dan bukanlah “what” nya seperti yang dilakukan oleh kebanyakan perusahaan lain. Apple mengubah urutan informasi dan urutan ini adalah urutan yang tepat karena mampu menyentuh sistem  limbik seseorang.

Perhatikan disini bahwa untuk mempengaruhi sistem limbik seseorang maka diperlukan:

  • Bahasa marketing yang komunikatif yang mampu membangun persepsi market terhadap produk yang diluncurkan, yang menyentuh sistem limbik customer.
  • Customer experience yang tidak akan dilupakan oleh customer
  • Jagalah customer relatioship dengan baik.

Dengan demikian kita harapkan lebih banyak lagi customer kita akan menjadi customer yang loyal pada perusahaan bahkan akan menjadi “mouth to mouth marketing”.

Selamat mencoba dan semoga berhasil! Vera Herlinadr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/Head of Management & Soft Skill Development.

Leave a Reply

Your email address will not be published.