Mencerna Makna “Every Problem is an Opportunity”

(Business Lounge Journal – General Management)

Mungkin kedengarannya teoritis,bahwa di setiap permasalahan yang muncul sebenarnya ada peluang untuk maju atau berhasil. Bagaimana jika masalah tersebut sangat kompleks, jangankan menemukan peluang, untuk mengurai masalah dan menemukan pokok permasalahan yang sesungguhnya saja sulit bahkan kadang menemui jalan buntu.

Mari kita kaji bersama, menghadapi sebuah masalah diperlukan mindset atau cara pikir yang benar. Cara berfikir yang salah akan mengakibatkan penyelesaian masalah yang salah, bahkan dapat menimbulkan masalah baru lagi. Pengertian umum problem atau masalah adalah sejumlah konflik atau perbedaan antara situasiyang dihadapi dan situasi yang diharapkan (C.T. Morgan, 1985) atau dengan bahasa sederhana adalah masalah terjadi saat seseorang atau sesuatu hal tidak bekerja seperti yang seharusnya.

Melihat pengertian problem maka itu akan selalu bisa muncul seiring dengan adanya kegiatan atau kondisi atau proses yang terus berlangsung. Secara mudahnya masalah akan selalu ada selama masih ada kehidupan baik pribadi, keluarga ataupun perusahaan. Dengan demikian jelas bahwa problem tidak bisa dihindari namun harus dihadapi. Untuk itu diperlukan mindset yang positif dalam menghadapinya.

Dr. Stephen Covey menganjurkan dalam menghadapi problem harus memiliki mindset yang benar agar menjadi orang yang efektif dalam pengambilan keputusan. “Effective people are not problem-minded. They’re opportunity minded. They feed opportunities and starve problems”. Ini pola pikir yang menjadi langkah awal menghadapi problem, menghadapinya dengan satu keyakinan jika diselesaikan dengan baik akan menemukan peluang baru.

Jadi jika Anda jika masalah datang baik itu pribadi maupun perusahaan, mulai dengan melihat semua masalah sebagai peluang, dan kemudian mulai memikirkan cara untuk merekayasa ulang sebuah proses, maka ketika Anda melakukannya akan  menemukan bahwa kesempatan benar-benar ada dimana-mana.

Langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menemukan peluang adalah:

Pertama: Fixing the problem. Artinya lakukan dengan menggunakan data atau informasi yang ada dengan teliti untuk memastikan problem yang terjadi, jangan rancu dengan gejala yang muncul. Sebagai contoh di perbankan, dalam waktu kurang dari satu tahun beberapa prime customer menarik dananya dan pindah ke bank lain, mengapa?

Kedua: Improving the condition. Dengan problem yang mulai dapat didefinisikan dengan lebih jelas, lakukan pengkajian dengan menambahkan informasi-informasi . Untuk contoh di atas perlu informasi lanjutan dari sisi internal bank baik produk, marketing, fasilitas layanan dan juga program-program promosi. Dari sisi external harus dilihat juga apa yang dilakukan bank-bank lain.

Ketiga: Creative Problem Solving. Problem yang sudah semakin jelas – misalnya masalah terjadi dikarenakan proses approval untuk fasilitas yang dibutuhkan prime customer terlalu lama dibandingkan dengan bank lain – selanjutnya harus dicari jalan keluarnya dengan kreatif. Ini memerlukan kontribusi pihak-pihak terkait untuk munculnya ide-ide kreatif.

Salah satu tips yang bagus adalah apa yang diajarkan oleh Albert Einstein: “We can not solve our problems with the same level of thinking that created them.” Jadi memang harus kreatif mencari cara mengatasi problem. Dengan menggunakan pengetahuan dan kemampuan yang sama tidak akan berhasil dalam jangka panjang.

Keempat: Finding Opportunity. Melalui pemaparan permasalahan dan alternative solusi yang sudah dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat, membuka peluang untuk menemukan kesempatan-kesempatan baru yang terbuka.

Kesimpulannya jika ada problem dihadapi dengan mindset dan langkah-langkah yang benar, disitulah akan ditemukan peluang-peluang baru.

Emy Trimahanani/VMN/BL/Managing Partner for Wealth Management Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.