‘Wonders of Indonesia’ – Galeri Nasional Hadir di Bulgaria

(Business Lounge Journal – Art)

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sofia, Bulgaria, sedang disibukkan dengan perhelatan seni rupa dalam rangka Wonders of Indonesia. Acara yang diadakan sejak 5 Oktober lalu ini berlangsung di National Art Gallery, Palace, Sofia dan Galeri Nasional Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang menjadi penyelenggaranya.

Bertindak sebagai curator, Citra Smara Dewi mempresentasikan sepuluh koleksi Galeri Nasional Indonesia yang merupakan hasil karya para perupa kenamaan Indonesia, seperti A.D. Pirous, Affandi, Batara Lubis, Fadjar Sidik, Hatta Hambali, I Ketut Tagen, Mulyadi, Nyoman Arsana, Popo Iskandar, dan Sentot.

Kesepuluh perupa tersebut memiliki pengaruh besar terhadap sejarah dan perkembangan seni rupa Indonesia. Karena itu, pameran ini memetakan sejarah perjalanan bangsa Indonesia, khususnya dalam melihat perkembangan seni rupa melalui karya-karya seni lukis yang diciptakan seniman Indonesia pada masa pascakemerdekaan yaitu era 1950-an hingga 1980-an. Dinamika seni rupa Indonesia pada masa itu diwarnai dengan pelbagai aliran seperti realisme, ekspresionisme, impresionisme, dekoratif, hingga abstrak. Seperti Affandi, Popo Iskandar, A.D. Pirous dan Fadjar Sidik, mereka memiliki peran signifikan dalam perkembangan seni rupa modern-kontemporer bangsa Indonesia, karena memiliki  “kebaruan” dalam konsep berkarya pada zamannya. Sedangkan Nyoman Arsana, Batara Lubis, I Ketut Tagen, Sentot, Hatta Hambali, dan Mulyadi menampilkan karya-karya seni lukis realis, dekoratif, impresionis dan abstrak. Hal ini nampak jelas pada koleksi Galeri Nasional Indonesia tersebut dengan pelbagai medium yaitu cat minyak pada kanvas dan oil pastel pada kertas.

Affandi misalnya, dengan karya berjudul “Perahu-Perahu”, (1955), menampilkan eksotisme pulau Bali melalui keindahan pantainya, goresan kuas ekspresif dan “plototan” cat yang menjadi ciri khas Affandi membuat karya ini begitu kuat dan berkarakter. Kemudian AD Pirous, pelukis kaligrafi kontemporer Indonesia melalui karya berjudul “Kaligrafi Biru #5” (1971), menampilkan spirit religius melalui karya kaligrafi kontemporer, sementara Popo Iskandar melalui karya “Kucing”, (1977), mencoba menghadirkan konsep keindahan dengan pendekatan abstrak figurative. Pelukis lainnya yaitu : Sunaryo, Trisno Sumardjo, Nyoman Arsana, Batara Lubis, I Ketut Tagen, I Wayan Pengsong, Abas Alibasyah, Sentot, Kusandi, Hatta Hambali, Soedibjo, Tatang Ganar dan Mulyadi menampilkan karya-karya seni lukis realis, dekoratif, impresionis dan abstrak.

Melalui pameran ini, Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus ‘Andre’ Sukmana berharap dapat mempererat kerjasama dalam bidang kebudayaan dan memperluas jejaring diplomasi kultural lintas institusi dan lintas negara, khususnya Indonesia dan Bulgaria. Selain itu, “pameran ini diharapkan menjadi media edukasi dan apresiasi untuk mempromosikan karya-karya seni rupa modern Indonesia dan sarana untuk memperkenalkan lebih dekat eksistensi para perupa Indonesia di mata dunia internasional,” ungkap Tubagus.

Galeri Nasional Indonesia/VMN/BLJ

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.