Interview Session: Art Investing

(Business Lounge Journal – Special Report)

Kini, para second generation pun mulai gandrung mengumpulkan karya seni. Apapun tujuannya, investasi telah menjadi suatu alasan, baik itu investasi budaya maupun investasi materi, keduanya akan melekat pada sebuah karya seni.

Investasi Budaya

Sebuah karya seni akan mempunyai budaya yang di dalamnya menyimpan narasi-narasi atau gagasan-gagasan atau ide-ide yang dituangkan oleh sang seniman. Hal ini berkaitan dengan sesuatu yang menyenangkan, misalnya sebagai sebuah dekorasi yang memperindah suasana, mempercantik ruangan, sekaligus juga memberikan inspirasi atas nilai-nilai yang ada, nilai-nilai historis, artisitik, atau sosial.

Investasi Materi

Sebuah karya seni juga memiliki nilai investasi secara material dan pada umumnya sebuah karya seni dalam bentuk lukisan pada umumnya akan sangat menguntungkan.

Andre menceritakan sebuah kisah bagaimana Galeri Nasional pernah membeli sebuah lukisan seharga lima puluh juta rupiah dari seorang seniman yang berjalannya waktu menjadi semakin terkenal. Setelah 3 atau 4 tahun berlalu, lukisan itu kemudian disertakan dalam sebuah lelang dan tanpa disangka lukisan itu terjual dnegan harga 7 miliar rupiah.

Mulai Berinvestasi

“Kepada para peminat-peminat pemula dari kalangan second generation, kalangan pebisnis muda dan sebagainya, biasanya yang diperkenalkan kepada mereka itu karya-karya yang sangat relevan dengan dunianya, misalnya karya-karya yang menggunakan kinetik, karya yang bisa bergerak, atau karya-karya yang tidak terlalu sulit utuk dicerna, misalnya yang sangat realis, dengan warna-warna yang terang. Karya dengan tema yang tidak terlalu berat, beberapa pemula tidak suka dengan tema-tema yang sosial politik, ini sangat bergantung pada background dari appreciator pemula itu,” demikian penjelasan Andre.

“Tetapi biasanya jangan dulu menjelaskan hal-hal yang rumit yang sifatnya filosofis dan terlalu berat. Biasanya dimulai dari keindahan-keindahan yang muncul dalam sebuah karya, apakah disebabkan tekniknya yang akurat, yang sangat detil, pengolahan warnanya, cara menggores, sehingga timbul daya tarik dari dalam karya seni,” Andre melanjutkan penjelasannya.

Dalam percakapan ini pun, Andre menyampaikan bahwa ia mendorong para calon collector untuk menjadi cermat dalam 2 hal sebelum memutuskan untuk memiliki sebuah karya seni:

  1. Muatan nilai yang terdapat pada karya seni tersebut, baik itu nilai artisitik, nilai sejarah, ataupun nilai sosial.
  2. Eksistensi sang seniman yang memungkinkan nilai material dari karya seni tersebut akan terus berkembang.

Bila kedua hal di atas menjadi sebuah pertimbangan sebelum memutuskan untuk memiliki sebuah karya seni, maka kemungkinan besar tidak akan membawa pada sebuah penyesalan. Sebab jika Anda memutuskan memiliki sebuah karya seni hanya karena pengaruh apa yang Anda dengar, bukan karena apa yang Anda lihat atau apa yang Anda sukai, maka ketika suatu saat Anda tidak dapat menjualnya sedangkan Anda pun tidak menyukai karya seni tersebut, maka hanya akan menimbulkan sebuah kesia-siaan belaka.

Business Lounge Journal/VMN/BLJ

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.