Leader Who Make Unity

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Teamwork dalam bisnis selalu menjadi kekuatan dalam bisnis yang dibutuhkan setiap organisasi. Sebaik apapun konsep bisnis serta produk dan jasa yang ditawarkan, teamwork yang bercela hanya akan menimbulkan negatif feedback pada kepuasan pelanggan sebab dampak dari buruknya pelayanan saat tidak ada kerjasama. Contoh kecil di sebuah restauran dengan kondisi karyawan yang konflik satu dengan yang lain, tiba-tiba seorang manager menegur keras rekan kerjanya di depan pelanggan, konflik ini membuat para pelanggan yang memberikan penilaian negatif. Teamwork yang retak menimbulkan pekerjaan yang tertunda sehingga waktu standard layanan akan lebih lama. Hal yang sama juga terjadi pada penurunan kualitas, berpengaruh pada suasana kerja hingga kelangsungan organisasi dan berujung pada turunnya produktifitas hingga kemungkinan bisa juga membuat perusahaan bangkrut.

Sedemikian pentingnya teamwork membuat perusahaan mengupayakannya dengan berbagai cara agar dapat terjadi sebuah kerjasama. Bentuknya bermacam-macam,  melalui internalisasi budaya perusahaan, memperbanyak dialog dan acara-acara kebersamaan lainnya. Ada satu faktor yang amat menentukan juga, yaitu hadirnya seorang pemimpin. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang kehadirannya menciptakan teamwork dalam organisasi. Ini terjadi tidak hanya di bisnis, tapi di dunia olah raga, dalam milter, serta urusan pemerintah. Sebagai contoh, Mahatma Gandhi yang kehadirannya mempersatukan India, Soekarno yang mempersatukan Indonesia, atau di bisnis ada Le Ia Coca yang merupakan pendorong teamwork di Chrysler untuk bangkit bersaing dan tetap berdiri sebuah perusahaan otomotif.

Pemimpin memiliki peranan yang sangat penting untuk membangun teamwork, yang pertama pemimpin mempertahankan teamwork melalui fungsi akuntabel. Terlalu mudah untuk menghindari tanggung jawab dalam pengaturan tim, di situlah seorang pemimpin masuk. Dalam pengaturan tim, seorang pemimpin tim sejati bertanggung jawab penuh atas hasil akhir tim. Karena seorang pemimpin memiliki pandangan lebih luas, dia sangat termotivasi untuk membuat anggota tim bertanggung jawab atas pekerjaan itu. Hal yang kedua, seorang pemimpin yang berfungsi memberdayakan anggota tim. Menjadi pemimpin dalam sebuah tim bukanlah tentang memusatkan kekuasaan pada dirinya – ini adalah tentang memberi kekuasaan. Ya, pimpinan tim bertanggung jawab untuk menugaskan tugas ke tim. Hal yang lebih penting lagi, para pemimpin harus mempercayai keterampilan dan keahlian anggota tim lainnya. Melalui kepercayaan, para pemimpin memberdayakan tim untuk melaksanakan tugas yang ditugaskan sesuai keinginan mereka. Mengapa kepercayaan begitu penting? Ketika anggota tim lainnya melihat bahwa pemimpin telah menaruh kepercayaannya pada seorang rekan kerja, mereka tidak akan mencoba untuk melemahkan atau mempertanyakan rekan tersebut. Ditambah lagi, penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan karyawan terkait erat dengan tingkat kebebasan dan kepemilikan yang diberikan individu.

Masih banyak fungsi pemimpin yang lain yang begitu kuat dalam menciptakan teamwork, termasuk di dalamnya saat terjadi konflik pada anggota tim, pemimpin berfungsi untuk meminimalisir konflik ini menjadi semakin kecil. Kehadiran pemimpin juga menjadi katalisator sehingga benturan antar anggota tim tidak membuat perpecahan malahan menjadi kekuatan yang saling melengkapi.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BD/MP Business Advisory Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.