Komputer: Kawan atau Lawan?

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Sejak komputer ditemukan pada tahun 1822, maka tidak berhenti para ilmuwan mengembangkan mesin pintar ini. Termasuk IBM (International Business Machine) yang telah lebih dari 100 tahun berkutat dengan produksi dan penjualan perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Perkembangannya tentu saja sangat mengagumkan, yaitu dengan terciptanya Watson, sebuah sistem komputer dengan kemampuan cognitive computing yang mengesankan. IBM yang berpusat di Armonk, New York, Amerika Serikat, telah menjadi pelopor dengan mengembangkan Watson sejak tahun 2011 yang dapat mengalahkan manusia dalam beberapa ajang bergengsi. Hal ini jelas mencuri perhatian dunia.

Kita telah berkali-kali membahas bagaimana kelak akan semakin banyak pekerjaan terutama yang berbasis data atau pun yang berkaitan dengan referensi semata, akan digantikan oleh komputer melalui peran kecerdasan buatan atau cognitive computing dan Watson menjadi salah satu pembuktiannya. Namun bagaimanakah kemudian kita akan memperlakukan kecanggihan komputer ini? Akan menjadi kawan atau menjadi lawankah kelak?

IBM Watson dapat bertambah pintar

IBM mengembangkan Watson sebagai mesin yang mencoba berpikir seperti manusia melalui data atau informasi yang tersimpan. Ada jutaan data dapat dihasilkan lewat teknologi, namun demikian hanya 20% yang benar-benar dapat difungsikan di dalam sistem sedangkan 80% lainnya dapat dikatakan tidak terstruktur. IBM Watson diciptakan untuk dapat mengolah data-data yang tidak terstruktur ini.

Sebanyak-banyaknya data yang ada dapat dianalisa untuk kemudian menghasilkan sebuah keputusan. Kemampuan Watson untuk membaca dan memahami natural language telah membantu Watson untuk dapat melakukan pekerjaan menganalisa data.

Menariknya lagi, Watson dikatakan dapat bertambah pintar. Kemampuannya untuk menjalankan hypothesis generation dan evaluasi dengan menguraikan bukti-bukti yang relevan secara cepat dan berulang memampukannya berkembang semakin pintar. Melalui fitur dynamic learning, maka semakin sering Watson melakukan analisa, maka semakin mudah komputer ini melacak umpan balik dari pengguna dan mempelajari keberhasilan dan kegagalan yang sudah diraih sebelumnya.

Hadir sebagai ancaman?

Watson dikatakan dapat memproses data sebesar 500gb hanya dalam satu detik atau setara dengan satu juta halaman buku per detik. Jadi wajar saja jika kehadiran komputer ini dapat mengancam beberapa pekerjaan yang ada. Misalnya saja pekerjaan di bidang hukum. Dengan kemampuan IBM Watson, hanya dalam hitungan detik, sistem ini dapat memberikan legal advice. Tetapi kembali lagi, akurasi jawabannya akan sangat bergantung pada sumber data yang dimilikinya. Semakin banyak data, misalnya saja Wikipedia, ensiklopedia, kamus hukum, atau pun berbagai artikel hukum, maka jawaban yang diberikan oleh IBM Watson akan semakin akurat. Hal ini jelas akan membantu pekerjaan firma hukum sekaligus mengancam kedudukan SDM yang ada di sana.

Lain lagi yang terjadi di dunia kesehatan. Kemampuan Watson dalam mengambil keputusan ini telah digunakan sejak tahun 2013 oleh para perawat di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York City. Apakah seorang pasien akan dirawat atau teknik apa yang terbaik untuk diterapkan dalam merawat pasien, hampir semuanya dilakukan dengan rekomendasi komputer Watson.

Pada sekitar tiga bulan yang lalu, Country Manager Hardware IBM Indonesia pernah berbagi bagaimana salah satu instansi pemerintah di negeri kita telah menggunakan IBM Watson untuk menganalisa berita-berita di berbagai media termasuk berita hoax.  Sedangkan pada kesempatan yang berbeda Marketing Leader IBM Indonesia memaparkan cognitive computing akan sangat berperan dalam bisnis perusahaan retail dan marketing dalam menemukan sasaran yang tepat. Semua bergantung pada data yang disimpan oleh IBM Watson termasuk sebanyak-banyaknya pengalaman pada waktu yang lalu. Ini akan membantu pemilik bisnis untuk menentukan strateginya.

Selain itu sebuah pabrikan mobril di Maryland, Amerika Serikat yang pada tahun lalu meluncurkan mobil shuttle pintar yang diberi nama Olli yang dikontrol oleh IBM Watson.

Tampaknya, manusia sudah waktunya untuk berintegrasi dengan komputer. Tidak memandangnya hanya sebagai pesaing dalam dunia kerja melainkan sebagai partner kerja yang dapat diandalkan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.