Rawannya Komunikasi Lintas Generasi

MEET Sparrow-01

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Mereka para baby boomers, tahun ini telah mencapai usia di atas 53 tahun, sedangkan Generasi X, jelas masih berada pada usia produktif. Para millennial juga sudah banyak yang menyelesaikan bangku pendidikan dan telah ada dalam perjalanan karirnya. Sehingga pada kantor-kantor besar tidak jarang terjadi kolaborasi lintas generasi. Di tambah lagi, bila pemilik perusahaan serta petinggi-petinggi lainnya berasal dari generasi veteran, yaitu mereka yang lahir sebelum generasi baby boomer.

Salah satu kendala yang sering kali terjadi adalah dalam hal berkomunikasi, sebab masing-masing generasi memiliki cirinya tersendiri dalam berkomunikasi dan dalam mengekspresikan diri. Adakalanya mereka yang mewakili generasinya tidak dapat menerima cara berkomunikasi generasi di atasnya dan begitu sebaliknya. Namun tidak bisa demikian, untuk dapat membangun kerja sama, maka penting untuk mengerti dan menerima perbedaan yang ada dengan tidak mempertahankan masing-masing style.

Bisa saja seorang pemimpin dari generasi baby boomer tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan bawahannya dari generasi X, namun begitu “mesra” dengan annggota tim lainnya yang millennial oleh karena pembawaannya yang luwes dan apa adanya.

Kelihatannya masalah komunikasi ini merupakan hal yang sederhana, tetapi bagaikan menyimpan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan mengakibatkan perpecahan oleh karena salah satu anggota tim yang kemudian mengundurkan diri. Itulah sebabnya, masalah komunikasi harus mendapatkan penanganan yang serius.

Perbedaan teknologi

Setiap generasi dibesarkan dalam lingkungan teknologi yang berbeda dan preferensi yang juga sudah terbentuk secara alami berdasarkan kebiasaan. Para veteran lebih senang memilih berkomunikasi tatap muka, sementara baby boomer dan Generasi X pada umumnya memilih untuk melakukan komunikasi lewat telepon. Milenium biasanya lebih tertarik pada saluran komunikasi tertulis, seperti pesan teks dan email.

Jika semua mempertahankan caranya, maka komunikasi pun tidak akan berjalan dengan baik. Namun jika semua cara dapat diakomodir, maka akan terbangun komunikasi yang baik. Misalnya saja berkomunikasi lewat video call untuk dapat mengakomodir para veteran, baby boomer, dan Generasi X. Sedangkan kemungkinan berdiskusi lewat email masih tetap dilakukan untuk mengirimkan bahan diskusi sebelum pertemuan ataupun summary pertemuan.

Para pemimpin kelompok pun dapat menganalisa setiap anggota dengan memperhatikan kecenderungan cara berkomunikasi yang seperti apa yang mereka pilih untuk kemudian dapat disesuaikan. Misalnya saja, setiap kali Anda menghubungi salah seorang anggota tim Anda, maka Anda akan mendapatkan jawaban lewat email, maka ini dapat menjadi sebuah pilihan dalam mengatasi rintangan dalam berkomunikasi.

Dimulai dari tim management

Para direksi dan pemilik perusahaan adalah yang pertama harus memiliki kesadaran mengenai perbedaan yang ada antar generasi dan membangun jembatan untuk menjadi solusinya. Pada umumnya mereka yang duduk dalam tim ini adalah para baby boomer yang kebanyakan dipandang lebih bijaksana. Membangun komunikasi yang sehat pun dapat dimasukkan ke dalam salah satu KPI mereka yang kemudian dapat ditindaklanjuti dengan melakukan beberapa cara seperti tim meeting secara berkala, makan bersama, outing atau yang sejenisnya yang dirasa dapat merekatkan kerjasama di antara tim.

Pentingnya kesepakatan

Tidak dapat dipungkiri lagi jika para millennial memang memiliki cara kerja yang berbeda. Mereka lebih suka semua yang bersifat fleksibel. Pakaian kerja yang santai, jam kerja, serta lokasi kerja yang lebih fleksibel, yang belum tentu dapat diterima oleh generasi lainnya bahkan dapat menjadi sumber permasalahan. Untuk itu perlu diadakan kesepakatan secara detil mengenai jam kerja, pakaian, lokasi, dan sebagainya. Tidak hanya mengakomodir salah satu generasi, tetapi juga semua jika memang memungkinkan.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana

Leave a Reply

Your email address will not be published.