Retensi Itu Tiap-tiap Hari

Employee Jumping2

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Siapa bilang bahwa melakukan retensi bukanlah tugas HCD? Saya tegaskan bahwa ini merupakan tugas HCD, bukan semata-mata tugas supervisor atau kepala bagian. Mereka hanyalah perpanjangan tangan HCD yang merupakan pemilik proyek retensi ini. Sebab, bayangkan saja bila turnover tinggi, maka HCD juga yang akan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan SDM baik melalui internal recruitment ataupun external recruitment. Tidak hanya itu, biaya yang telah dikeluarkan sebagai investasi dalam Pengembangan SDM pun seakan menjadi sia-sia.

Lalu kapankah retensi dilakukan? Penting untuk disadari bahwa retensi dilakukan bukan ketika SDM sudah mengajukan surat resign. Ini bisa menjadi sebuah langkah yang terlambat walaupun berbagai “senjata pamungkas” akan tetap diluncurkan untuk mempertahankan SDM yang potensil. Langkah retensi dilakukan secara tepat dan berkelanjutan sebagai bagian dari program kerja HCD dalam mengembangkan SDM. Jika hal ini dengan tepat dilakukan, maka akan berdampak pada peningkatan kinerja para karyawan. Sehingga alih-alih karyawan mengajukan surat pengunduran diri, mereka semakin meningkatkan prestasinya. Sehingga dapat kita katakana, jika HCD tidak menjalankan program retention, maka akan berdampak buruk pada kinerja karyawan yang juga akan mempengaruhi produktivitas perusahaan.

Para pemimpin sebagai perpanjangan tangan HCD

Pastikanlah bagaimana setiap pemimpin memiliki tanggung jawab terhadap semua anggota timnya. Hal ini dapat tercermin melalui kewajiban untuk melakukan coaching dan counselling terkait dengan performance appraisal juga kewajiban para pemimpin untuk membuat development program untuk semua anggota tim tanpa terkecuali. Penerapan work life balance juga menjadi salah satu “pemanis” yang dapat mendukung suasana kerja yang sehat.

Dalam hal ini, HCD haruslah memiliki control untuk memastikan semua pemimpin menjalankan program retensi ini. Bahkan jangan sungkan untuk mendatangi para pemimpin untuk berdiskusi lebih jauh dan mencari solusi untuk setiap permasalahan yang ada.

Lakukan intervensi

Sehatkah jika seseorang ada pada bagian yang sama selama bertahun-tahun? Tidak! Lalu mengapa seseorang dapat ada dalam posisi atau bagian yang sama selama bertahun-tahun? Seorang pemimpin pasti memiliki kontribusi di sini. Dari beberapa kasus yang saya temukan di lapangan, kecenderungan yang terjadi bagaimana pemimpin mempertahankan anggota timnya oleh karena rasa nyaman sebab semua sudah berjalan dengan baik hingga tidak mau kehilangan salah satu anggota hingga harus mengajari anggota tim yang baru. Ini jelas sebuah kesalahan sebab pemimpin secara tidak langsung sedang melakukan “pembunuhan” atas masa depan anggota timnya.

Untuk kasus-kasus seperti ini, dibutuhkan intervensi HCD yang secara langsung mempertanyakan satu per satu karyawan dan memberikan jalan sehingga setiap karyawan dipastikan dapat mengembangkan dirinya.

Selain itu, berikanlah program-program penghargaan kepada karyawan dalam bentuk pemberian reward baik berupa barang ataupun tunai.

Berikan akses kepada seluruh karyawan

Janganlah HCD dikenal arogan sehingga orang akan merasa “alergi” bila harus menemui HCD, tetapi hendaklah memberikan akses kepada semua karyawan yang ada untuk mendapatkan bantuan dalam bentuk arahan dan solusi. Selain itu HCD dapat berperan serta dalam mengeratkan hubungan karyawan yang satu dengan yang lain, bagian yang satu dengan bagian yang lain, melalui berbagai kegiatan. Jika hubungan kerja tercipta dengan baik, maka setiap orang akan dapat bekerja dengan nyaman.

Penting untuk diingat, bahwa HCD bukan hanya mengurus masalah administrasi atau mengelola suatu barang, tetapi mengelola SDM.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/MP Human Capital Development Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.