Manusia Pemakan Biji-bijian

Wheat Grain2

(Business Lounge Journal – Medicine)

Sebenarnya bangsa Indonesia adalah bangsa pemakan biji-bijian. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai grain. Salah satu contoh biji-bijian yang populer di Indonesia adalah beras yang diolah menjadi nasi. Tiada hari tanpa nasi, bukan?

Sejak kita kecil nasi seperti sudah menjadi darah daging untuk kita. Tidak makan nasi, rasanya seperti tidak makan. Di Indonesia sebenarnya sering terjadi keanehan makanan yaitu bagaimana nasi yang adalah karbohidrat dimakan bersama dengan karbohidrat lainnya seperti: bakmie goreng, bihun goreng, kentang goreng atau perkedel.  Nasi sudah menjadi sesuatu yang wajib dihidangkan apapun lauknya.

Whole Grain

Grain atau biji-bijian pada dasarnya memang baik, tapi sayangnya melalui proses penggilingan dan pengupasan kulit ari maka kandungan gizi beras hilang. Sehingga, sekarang ini dipopulerkan istilah “Whole Grain”. Biji-bijian utuh, bukan yang olahan, adalah pilihan paling bergizi. Maksudnya utuh adalah dari kulit sampai isinya semuanya diambil.

Kesadaran para penderita sakit jantung mengenai makanan sehat juga meningkat. Gandum yang adalah grain juga banyak diminati. Gandum yang dimakan juga seharusnya adalah gandum utuh yakni seluruh keseluruhan gandum. Bedanya dengan beras, seluruh gandum dapat diproses. Walaupun sudah  retak, terbelah, dipipihkan, digiling, gandum masih akan tetap utuh. Sedangkan tepung gandum dan tepung beras hanya memiliki sedikit kandungan biji-bijian yang berarti juga sedikit nutrisi.

Kandungan Biji-bijian

Biji-bijian utuh memang lebih sehat karena mengandung protein, serat, zat besi, magnesium, fosfor, seng, tembaga, mangan, selenium, dan vitamin B.

Protein dalam biji-bijian jika dicampur dengan kacang dan tanaman lainnya untuk membentuk protein lengkap. Sedangkan serat akan membantu Anda merasa lebih cepat kenyang dan lebih lama, juga membantu pencernaan dan membantu mencegah sembelit. Serat berasal dari makanan nabati (buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian), dan serat biji-bijian dianggap melindungi dari kanker pencernaan lebih banyak daripada jenis serat lainnya.

Zat Besi membantu tubuh kita membuat hemoglobin (untuk sel darah merah) dan mioglobin (untuk otot), keduanya membantu membawa dan menyimpan oksigen. Magnesium merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk ratusan reaksi biokimia, termasuk transmisi impuls saraf, mengubah makanan menjadi energi, pengaturan suhu tubuh dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Magnesium juga membantu kita menyerap kalsium, untuk kesehatan tulang dan gigi.

Fosfor hadir di setiap sel di tubuh Anda, membentuk 1% berat tubuh Anda. Fungsi utamanya adalah pembentukan tulang dan gigi, tapi juga kunci sintesis protein untuk perbaikan sel, pertumbuhan, dan perawatan. Untuk keteraturan detak jantung serta berperan dalam konduksi saraf.

Seng atu zinc membantu sistem kekebalan tubuh melawan bakteri dan virus, dan membantu penyembuhan luka. Ini juga membantu tubuh Anda membuat protein dan DNA. Seng juga penting untuk memfungsikan selera dan aroma Anda. Tembaga (Copper) membantu kita menyerap zat besi, dan juga membantu mengatur tekanan darah dan detak jantung. Tembaga juga dibutuhkan untuk produksi melanin, yang mewarnai rambut dan kulit kita.

Mangan adalah mineral yang membantu kita mengatasi stres oksidatif karena mampu mengaktifkan banyak enzim penting dalam tubuh yang penting untuk metabolisme karbohidrat, asam amino, dan kolesterol. Mangan juga penting untuk pembentukan tulang rawan dan tulang yang sehat. Selenium juga sangat penting untuk membantu mencegah kerusakan sel dari radikal bebas, untuk mengatur fungsi tiroid dan untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat, walaupun diperlukan hanya dalam jumlah yang kecil.

Vitamin B membantu metabolisme, untuk menghasilkan energi dari makanan yang Anda makan, juga membantu menjaga kesehatan kulit, rambut dan otot; Membentuk sel darah merah; Dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan saraf yang sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin B juga mencegah perubahan suasana hati.

Selain itu sebuah laporan dari Iowa Women’s Health Study menghubungkan konsumsi whole grain  dengan menurunnya kematian akibat penyakit non-jantung dan non-kanker.

Tertarik? Jangan lupa memperhatikan label produk yang Anda beli mengandung tulisan Whole Grain atau Whole Wheat. 

Vera Herlinadr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/CEO of Management and Soft Skill Academies, Vibiz Consulting Group.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.