Melihat Potensi Kepemimpinan Melalui Kecerdasan Intrapersonal

Intrapersonal intellegence2

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Kaderisasi kepemimpinan selalu bergulir sebab pemimpin-pemimpin baru selalu perlu diciptakan. Pernahkah Anda melihat orang yang memberikan peraturan jangan terlambat kepada anak buahnya namun ia sendiri datang terlambat?  Atau, apakah Anda mengenal seorang pemimpin yang cakap memimpin tapi sangat boros dalam pemakaian uang organisasi? Ada tipe pemimpin yang sanggup me-manage orang lain dengan baik, namun tidak mampu mengatur  dirinya sendiri. Dalam hal inilah maka diperlukan kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)

Apakah kecerdasan intrapersonal?

Secara harafiah, kata intra memiliki arti ke dalam. Sedangkan kecerdasan intrapersonal merupakan kecerdasan mengatur diri sendiri. Atau definisi tepatnya adalah orang yang sangat memahami diri sendiri, memiliki  tujuan hidup yang jelas, orang yang memiliki kekuatan, mampu membatasi atau mengontrol diri termasuk keinginan, suasana hati, emosi, kecemasan, dan mampu memotivasi diri sendiri dalam segala situasi.

Jadi, orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal memiliki ciri-ciri seperti, menyadari kekuatan dan kelemahannya sendiri, mudah termotivasi, memiliki identitas, integritas, dan tujuan yang kuat, lebih suka bekerja sendiri, penyusun goal yang baik (goal setter), serta tidak “emosian”.

Kecerdasan intrapersonal dan integritas

Kecerdasan intrapersonal sebenarnya juga merupakan kecerdasan yang dapat menjadi tolak ukur ada atau tidaknya integritas sebagai seorang pemimpin dilihat dari kemampuannya mengatur dirinya sendiri. Mengapa? Sebab orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal adalah orang yang melakukan apa yang disuruhkannya bagi orang lain. Sebagai contoh masalah terlambat tadi. Jika sebagai pemimpin mengatakan bawahan atau anak buahnya tidak boleh datang terlambat maka otomatis sang pemimpin juga harus datang tepat waktu. Jika anak buah yang terlambat dikenakan sanksi maka seharusnya tidak terkecuali diri kita sendiripun jika terlambat harus dikenakan sanksi. Dengan demikian orang dapat menilai bahwa “we do what we talk”. Hal ini penting karena jika tidak demikian maka itu artinya pemimpin omdo (omong doang) yang jelas tidak memiliki integritas, yang adalah syarat mutlak seorang pemimpin.

Menumbuhkan kecerdasan intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal ini sangat menuntut pengertian dan kesadaran diri yang tinggi. Kabar baiknya adalah bahwa kecerdasan intrapersoal ini dapat ditumbuhkan. Jika Anda memiliki seorang calon untuk kaderisasi namun kurang kecerdasan intrapersonalnya, maka ia dapat dilatih dalam beberapa hal berikut ini:

– Berikan goal dan deadline yang harus dicapai dari setiap planning yang dibuat
– Percayakan mengelola budget dan minta ia mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang dikeluarkan
– Berikanlah tugas harian yang harus selesai di akhir hari dan Anda menilai pekerjaannya.
– Gunakan kata-kata dibawah ini untuk menumbuhkan kemampuan intrapersonalnya:

  • “Bagaimana Anda bisa memperbaiki suatu kesalahan?”
  • “Apa yang paling membantu Anda untuk belajar?”
  • “Presentasikan rencana yang Anda buat.”
  • “Tetapkan tujuan untuk mencapai goal.”
  • “Jelaskan tujuan mempelajari hal baru ini.”

Jelaslah bahwa menjadi pemimpin memang tidak hanya smart saja, tetapi juga memerlukan juga kecerdasan intrapersonal. Yuk kita kembangkan kecerdasan interpersonal kita.

Vera Herlinadr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/CEO of Management and Soft Skill Academies, Vibiz Consulting Group.

Leave a Reply

Your email address will not be published.