Coba Kedelai

Kedelai - Medicine

Tidak dapat dipungkiri bahwa sejuta keuntungan dapat Anda peroleh dari kandungan kedelai. Lesitin dan Linoleic Acid, merupakan lemak yang dapat berfungsi mencerdaskan otak, menghindarkan dari menumpuknya kolesterol dalam darah. Wah, siapa bilang pencinta tempe juga bermental tempe?

(Business Lounge Journal – Medicine)

Negara-negara Asia sangat akrab dengan kacang kedelai. Segala macam bentuk olahan kedelai dapat kita temukan di Asia. Di Indonesia pun ada bentuknya yang sangat favorit yang bakal dirindukan bila kita ke negara lain. Apa tuh? Tempe!!

Saya rindu setengah mati dengan tempe saat saya untuk sementara harus tinggal di belahan dunia yang lain. Kagumnya, di sana orang Indonesia mau membayar mahal untuk hanya sepotong tempe lho, demi mengobati kangennya. Tetapi selain tempe, jangan lupa bahwa kecap manis serta tauco juga memiliki bahan dasar kedelai.

Selain itu, dari negeri Tiongkok kita mengenal susu kacang kedelai. Ya… ini juga minuman favorit  keluarga saya turun temurun setiap hari. Diminum tanpa gula pun sudah enak sekali rasanya. Saya ahli loh membedakan mana susu kacang yang banyak kandungan kedelai murni dan mana yang kebanyakan air, alias gak enak.

Kandungan Kedelai

Tidak dapat dipungkiri bahwa sejuta keuntungan dapat Anda peroleh dari kandungan kedelai. Lesitin dan Linoleic Acid, merupakan lemak yang dapat berfungsi mencerdaskan otak, menghindarkan dari menumpuknya kolesterol dalam darah. Wah, siapa bilang pencinta tempe juga bermental tempe?

Saponin, merupakan antioksidan yang tentunya baik untuk menangkal radikal bebas yang dapat menimbulkan berbagai penyakit serta mencegah timbulnya penyakit jantung koroner. Mantap!

Belum lagi glysinin yang merupakan protein kedelai yang bermanfaat memberikan energi, menjadi antioksidan dan mencerdaskan otak. Lagi-lagi mencerdaskan otak. Sedangkan isoflavon yang disebut juga fitoestrogen akan bekerja seperti hormon estrogen untuk membantu kesuburan wanita dan mencegah dari penyakit hormonal pada wanita termasuk kanker payudara dan kanker rahim.

Ada juga vitamin B dan E yang merupakan antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Lainnya adalah kalsium yang bermanfaat bagi kekuatan tulang agar tidak mudah rapuh, potassium yang dapat menolong menurunkan tekanan darah, serta Oligosakarida dan Glucide yang tinggi serat sehingga dapat melancarkan pencernaan, mencegah dari sembelit dan berguna untuk metabolisme lemak. Glucide sendiri membantu mengaktifkan bakteri baik pada pencernaan.

Lalu bagaimana jika susu kacang kedelai dibandingkan dengan susu sapi?

Bentuk sajian kedelai favorit saya adalah susu kacang kedelai. Berdasarkan perbandingan yang pernah diteliti maka dinyatakan bahwa susu kacang kedelai jauh lebih bermanfaat dibanding susu sapi. Susu kacang kedelai lebih tinggi kalsiumnya 3x lipat dan juga kandungan proteinnya lebih tinggi 11x lipat daripada susu sapi. Ditambah lagi susu sapi mengandung kolesterol kecuali jika Anda minum susu sapi skim milk, yang sudah tidak mengandung lemak.

Apakah kedelai baik untuk pria?

Beberapa artikel menyatakan fitoestrogen atau isoflavon tidak baik untuk pria, karena dapat menurunkan kualitas sperma dan testoteron pria. Namun berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, maka hal ini adalah mitos. Walaupun mengandung fitoestrogen, namun tidak akan mempengaruhi kualitas dan gerakan sperma jika diminum atau dimakan dalam batas wajar. Jika terlalu berlebihan misalnya 14 gelas susu kacang kedelai per hari barulah dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.  Atau jika Anda makan tempe sebagai satu-satunya lauk setiap hari. Pada prinsipnya, di dunia ini semua berlaku sama, makanlah/minumlah secukupnya dan jangan berlebihan.

Melihat manfaat kedelai yang luarbiasa ini, maka tidak ada salahnya tua, muda, besar, kecil, pria, maupun wanita, menikmati manfaatnya.

Yuk.. mari nikmati kedelai, resep turun temurun!

Vera Herlinadr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/CEO of Management and Soft Skill Academies, Vibiz Consulting Group.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.