Rahasia Kesuksesan LinkedIn

LinkedIn Cover3

(Business Lounge Journal – General Management)

LinkedIn adalah contoh suatu keberhasilan bisnis. Bagaimana tidak, dalam 9 tahun, LinkedIn telah berkembang dari semula memiliki 338 karyawan, kini memiliki 10.000 lebih karyawan. Pendapatan mereka pun telah beranjak dari angka $ 78.000.000 menjadi lebih dari $ 3 miliar. Ya, LinkedIn memang telah diakuisisi oleh Microsoft pada tahun 2016 sebesar $ 26 miliar.

Namun, keberhasilan LinkedIn ini tidaklah terlepas dari hadirnya seorang bernama Jeff Weiner yang masih menjabat sebagai CEO sampai sekarang. Keberhasilan Weiner yang baru berusia 46 tahun ini memiliki 5 kunci utama. Apa sajakah itu? Mari kita mempelajari kesuksesannya.

Core Value Proposition

Dalam menetapkan core value ini harus diperhatikan agar tidak terlalu terburu-buru mengembangkan sayap bila telah menetapkan core value. Seringkali perusahaan menginginkan pertumbuhan yang cepat dalam bisnis dan mengembangkan diri ke sana dan ke mari. Namun dampaknya adalah mereka semakin lari dari core value, tidak fokus lagi pada value yang inti dan  penting untuk disampaikan kepada pelanggan Anda. Jika perusahaan tidak fokus pada core value, maka akibatnya perusahaan menjadi rentan terhadap pesaing, karyawan pun stress, dan merasa tidak nyaman dalam bekerja. Weiner berkata “Anda berada dalam posisi di mana Anda harus bereaksi terhadap kompetisi, dan Anda harus menarik sumber daya dari peluang pertumbuhan bisnis untuk kembali ke core value.”

Business Growth

Pertumbuhan yang baik bukanlah yang terlalu cepat namun justru yang agak lambat tapi realistis. Perusahaan harus proaktif dalam “meletakkan dasar dan lapisan-lapisan berinvestasi” yang memungkinkan mereka untuk bergerak ke peluang baru sebelum pertumbuhan di pasar inti melambat.

Pelanggan dan karyawan akan menjadi hakim  atas Core Value Anda

Pelanggan akan menilai produk dan jasa perusahaan ketika memutuskan apakah membeli atau tidak. Bersama dengan media-media sosial, maka pelanggan dengan lebih cepat belajar bagaimana perusahaan beroperasi. Pelanggan tidak akan membuat keputusan jika tidak tertarik. Keputusan pembelian tidak hanya berdasarkan kualitas produk, tapi mereka akan mencari tahu seperti apa perusahaan, visi misinya, apa yang telah dicapai perusahaan, dan bagaimana perusahaan mencapainya. Hal ini sama dengan apa yang dikatakan oleh Simon Sinek bahwa penting bagi pembeli pertanyaan tentang “Why”, seperti mengapa perusahaan didirikan, mengapa produk tersebut dibuat, dan ketertarikan ini sangat berpengaruh pada kesuksesan penjualan. Tujuan, gagasan budaya, dan nilai-nilai juga merupakan hal-hal yang menarik orang untuk bergabung dengan organisasi, khususnya generasi millenial masa kini.

Mengelola dengan kasih

Manajemen belas kasih inilah yang digunakan oleh Weiner dalam mengelola LinkedIn, yaitu menempatkan diri pada posisi orang lain dan melihat dunia melalui  perspektif mereka. Weiner mengatakan bagian dari pengelolaan dengan kasih sayang adalah ketika Anda mengetahui bahwa Anda tidak akan mendapatkan yang terbaik dari orang-orang Anda jika Anda terus-menerus memegang mereka dengan cara Anda dan tidak melihat dari perspektif mereka.

Mempersiapkan revolusi keempat

Bagi Weiner, sangat penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil. Masa depan adalah masa ketika industri akan lebih mengandalkan teknologi robotik dan otomatisasi mesin lebih daripada kecerdasan manusia. Hal ini akan membuat manusia kehilangan banyak pekerjaan. Itu sebabnya, penting untuk mempersiapkan orang-orang yang memiliki keterampilan, yang mengikuti pendidikan kejuruan sehingga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan jalur karir dan tidak tergeser oleh teknologi.

Kelima kunci keberhasilan Weiner akan dapat kita pelajari untuk mempersiapkan keberhasilan bisnis di masa depan.

Vera HerlinaVera Herlina/VMN/BL/CEO of Management and Soft Skill Academies, Vibiz Consulting Group.

Leave a Reply

Your email address will not be published.