Tingkatan Kepemimpinan dan Kedisplinan

Leadership2

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Pada tingkatan yang lebih tinggi, seorang pemimpin bukan saja mengembangkan orang lain namun sekarang mengembangkan organisasi.

Kepemimpinan selalu berkaitan dengan pengaruh seseorang kepada orang lain. Semakin berpengaruh seorang pemimpin kepada orang lain, semakin efektif kepemimpinannya. Pengaruh itu sendiri memiliki tingkatan tertentu. Pada awalnya pengaruh itu dimulai dari posisi yang dimiliki oleh seseorang. Ketika seseorang diangkat menjadi atasan, maka yang melekat pada posisi itu adalah pengaruhnya pada orang lain untuk menuruti dia. Hal ini akan berdampak negatif bila seseorang tidak mengikuti perintah pemimpin di atasnya, selain tentunya akan berdampak positif bila ia menuruti atasannya. Tingkatan lebih atas dari posisi adalah ketika seorang pemimpin berpengaruh pada orang lain karena hubungan yang baik dengan orang lain. Ketika orang lain dihargai, dilibatkan dan merasakan perhatian dari seorang pemimpin, dia akan mengikutinya. Di tingkatan ini orang mengikuti seorang pemimpin bukan karena harus mengikuti tapi memang dia ingin mengikutinya.

Tidak berhenti pada tingkatan ini, Thomas Watson, penemu IBM menyatakan seorang pemimpin yang luar biasa adalah mereka yang memiliki target sendiri dan selalu bekerja melebihi targetnya. Pada tingkatan ini, seorang pemimpin akan lebih berpengaruh bila dia menghasilkan di dalam pekerjaannya. Bisa saja pemimpin lahir karena mendapatkan posisi dari warisan keluarga, atau hasil politik di kantor atau organisasi, bisa saja seorang memimpin dihargai karena sikapnya yang baik kepada orang lain, namun pengaruh ini akan berhenti bila pemimpin tidak produktif. Pemimpin yang produktif akan membuat orang lain produktif dan menciptakan atmosfir sukses dalam organisasi yang akan mendorong setiap orang untuk mencapai tujuan organisasi. Kita tidak akan bertumbuh dalam kepemimpinan jikalau tidak produktif mencapai tujuan organisasi.

Peter Drucker menyatakan, “Executives who do not make the effort to get their people decisions right do more than risk poor performance.” Pernyataan Drucker ini merupakan tingkatan kepemimpinan selanjutnya, seorang pemimpin akan bertumbuh dalam pengaruhnya bila dia tidak hanya produktif namun mengembangkan orang lain menjadi produktif. Kriteria ini tentunya tidak mudah dilakukan untuk seorang pemimpin yang biasa bekerja produktif sendirian. Pemimpin harus tetap menghasilkan sementara dia juga perlu memberikan waktu, perhatian, latihan, pendampingan pada orang lain agar menghasilkan, mungkin 20 persen waktunya dipergunakan untuk diri sendiri dan 80 persen untuk pengembangan orang lain.

Pada tingkatan yang lebih tinggi, seorang pemimpin bukan saja mengembangkan orang lain namun sekarang mengembangkan organisasi. Mengembangkan banyak pemimpin-pemimpin baru dalam organisasi. Mengembangkan dampak organisasi bagi masyarakat, sehingga seorang pemimpin memang memiliki pengaruh karena kekuatan dirinya yang mengagumkan orang lain. Tentunya kita semua ingin mencapai tingkatan kepimpinan ini, dimana diri kita menjadi pribadi yang mengagumkan bagi orang lain.

Banyak faktor yang diperlukan bagaimana dapat berkembang dari satu tingkatan ke tingkatan lainnya dalam kepemimpinan. Menurut saya, hal yang mendasar dalam pengembangannya adalah kedisiplinan diri untuk berkembang serta dijalankan secara berkesinambungan. Setiap lompatan dari tingkat yang ke tingkat yang lain membutuhkan kedisiplinan diri untuk berhasil. Pada saat tingkatan kepemimpinan terjadi karena posisi, maka bertanggung jawab mengerjakan ruang lingkup, tujuan dari kepemimpinan. Tanpa disiplin dalam mengerjakan tanggung jawab dalam posisi yang dipegang kepemimpinan tidak akan berkembang pada tingkatan lain.

Saat memperhatikan orang lain, kemudian menjadi pribadi yang menghasilkan, membuat orang lain berhasil, membuat organisasi menjadi berhasil dan berdampak bagi masyarakat, kesemuanya itu membutuhkan  kedisiplinan diri untuk menggapainya. Kedisiplinan menciptakan sikap percaya orang lain, saat orang lain percaya, maka pengaruh seorang pemimpin menjadi meningkat, itulah sebabnya pertumbuhan tingkatan kepemimpinan dan kedisplinan.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BD/MP Business Advisory Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

Leave a Reply

Your email address will not be published.