Empat Musuh Produktivitas

More Produktif1

(Business Lounge Journal – General Management) Produktif..produktif..produktif… Saat ini banyak lembaga training mengeluarkan training-training produktivitas. Di semua kantor, masalah produktivitas gencar digaungkan oleh para atasan. Apalagi dengan adanya pengurangan karyawan di banyak perusahaan, menuntut semua orang menjadi lebih produktif.  Pada sebuah perusahaan yang merupakan salah satu customer kami, para karyawan peserta training banyak yang mengeluh stress. Pekerjaan makin banyak, makin dituntut sedangkan SDM  semakin sedikit. Pekerjaan yang tadinya dikerjakan 5 orang dalam satu tim, kini hanya dikerjakan 2 orang. Beberapa divisi misalnya dilebur jadi satu divisi saja untuk efisiensi organisasi.

Lalu masih adakah tempat untuk orang-orang yang tidak produktif?

Tidak ada! Mau tidak mau, suka atau tidak suka maka semua orang dalam perusahaan dituntut untuk menjadi produktif. Tidak produktif? Bersiaplah untuk posisi Anda digantikan oleh mereka yang semangat dalam meningkatkan produktifitas.  Beberapa karyawan merespons dengan keluhan dan akibatnya stress meningkat dalam pekerjaan. Kalau sudah stress maka siapakah yang dirugikan? Bukankah diri kita sendiri?

Hal-hal apa saja yang dapat menurunkan produktivitas?

Berikut ini adalah 4 musuh produktivitas  dan bagaimana cara menyiasatinya.

Tubuh tidak bugar

Tubuh yang tidak bugar akan membuat Anda merasa mengantuk, lesu, tidak bergairah dalam bekerja, dan pada akhirnya akan kehilangan fokus. Tips mengatasi hal ini adalah tidurlah cukup pada waktu malam dan bangun pagi dengan semangat baru. Bangkitkan semangat Anda dengan memandang bahwa hari ini adalah suatu momen yang tidak boleh dilewatkan untuk berkarya dan melakukan yang terbaik.

Pekerjaan yang menumpuk

Pekerjaan pasti menumpuk bukan? Memang diperlukan manajemen pekerjaan agar semua dapat diselesaikan tepat waktunya. Tips mengatasi hal ini adalah buatlah skala prioritas dari pekerjaan Anda dengan mempertimbangkan beberapa poin penting yaitu deadline, tingkat kesulitan pekerjaan, kecepatan kerja, dan kemampuan tim serta permintaan atasan.

Stress

Bagaimana bila datang ke kantor sudah dengan rasa stress dan setiap hari berharap libur segera datang? Maka tanda-tanda fisik mulai terlihat seperti sering sakit kepala, sering marah-marah tidak jelas, atau bila semakin lelah, asam lambung meningkat, sering sakit perut dan diare tiba-tiba tanpa sebab bahkan bisa juga tiba-tiba merasa sesak.

Tips mengatasinya adalah ambillah waktu relaks sejenak, jika perlu pergi berlibur bersama keluarga dan lupakan pekerjaan untuk sementara waktu. Dalam pekerjaan usahakan memiliki sahabat dan tim yang dapat berbagi beban kerja dengan Anda dan bersama-sama mengerjakannya.  Upayakan lingkungan kerja yang nyaman.

Gadget Mania

Jika HP selalu melekat di tangan, maka dapat dipastikan pekerjaan tidak akan produktif. Waktu kerja akan banyak tercuri dengan hal-hal diluar pekerjaan. Tipsnya adalah bagilah waktu dengan Anda menetapkan untuk melihat HP di jam-jam tertentu dan tidak setiap waktu. Kalau perlu buatlah “silent” untuk sementara waktu. Demikian juga dengan internet, manfaatkan dengan bijak untuk hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan selama jam kerja tapi boleh membuka hal-hal yang lain pada jam-jam istirahat tentunya.

Selamat mencoba, semoga beberapa tips ini dapat membantu meningkatkan kembali produktivitas Anda.

Vera HerlinaVera Herlina/VMN/BL/CEO of Management and Soft Skill Academies, Vibiz Consulting Group.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.