Personal Trust

Personal Trust (Pemanah)

(Business Lounge Journal – General Management) Bukan hal yang mudah untuk membahas masalah “PERSONAL TRUST” khususnya kepada atasan, owner, atau para pemegang saham yang jelas-jelas memiliki orang-orang kepercayaannya. Harus berhati-hati untuk membicarakannya, sebab salah-salah hanya akan menimbulkan rasa ‘tersinggung’ sebab merasa bahwa “personal trust” yang ada dipertanyakan. Rasanya belum ada survei yang mengukur keberhasilan atau kegagalan para pengusaha sebagai dampak dari kepercayaannya pada seorang rekan bisnis.

Kali ini saya akan sedikit membahas kegagalan bisnis yang dipengaruhi oleh personal trust dalam suatu bisnis, supaya kita lebih waspada dan bijak dalam menjalani suatu proses bisnis yang kita harapkan semakin berkembang dan menjadi lebih kuat dalam jangka waktu yang panjang.

Dari pengalaman saya bekerja pada beberapa perusahaan, baik perusahaan besar maupun menengah, beberapa kali perusahaan mengalami kerugian yang bukan dikarenakan kurangnya data atau tidak kuatnya analisa sang pengusaha tetapi justru dikarenakan “pengkhianatan” yang dilakukan oleh orang kepercayaannya sendiri. Orang kepercayaan memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pelaksanaan operasional bisnis, yang jika diberikan tanpa kontrol sangat mungkin berdampak kerugian finansial bagi perusahaan.

Bagi tim manajemen, tidak mudah mengantisipasi hal ini sebelum kerugian terjadi. Mengambil langkah preventif dapat berdampak pada hilangnya jabatan atau bahkan pekerjaan. Bagi pengusaha sendiri, mereka memiliki alasannya sendiri dan sangat sederhana, bagaimana mungkin tidak mempercayai sahabat sendiri atau orang terdekat yang telah bertahun-tahun teruji dapat menjalin kerjasama dengan sangat baik.

Pada perusahaan besar pengaruh dan dampak dari hal ini masih dapat lebih diantisipasi karena lebih banyaknya “Stage of Approval” (jenjang persetujuan) namun pada perusahaan menengah dan mikro, hal ini sangat rentan terjadi. Lalu apakah langkah-langkah yang dapat dilakukan owner/manajemen untuk meminimalis kerugian perusahaan yang dapat dilakukan oleh orang-orang kepercayaan ini?

Peraturan haruslah jelas – “segitiga pengaman”:

Untuk menghindari terjadinya fraud atau kecurangan, maka sebagai mekanisme pelaksanaan proses bisnis penting untuk memiliki “segitiga pengaman”. Sengaja saya meminjam istilah ini untuk melukiskan pentingnya sebuah rambu-rambu yang merupakan pengendalian internal yang diberikan setidaknya pada 3 orang yang berbeda, misalnya si pembuat proposal -> si penganalisa proposal -> si penanda tangan persetujuan.

Penilaian berkala

Lakukan penilaian secara berkala yang dilakukan oleh tim khusus terhadap level manager ke atas.

Reward & Punishment

Jalankan program Reward & Punishment dengan konsisten.

Lakukan “Sidak”

Pengusaha selayaknya melakukan pengecekan lapangan sendiri (on the spot) tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Merotasi para pemimpin

Lakukan rotasi kepemimpinan jika sewaktu-waktu diperlukan

Tidak ada posisi aman yang terus menerus tanpa pengujian dan pencapaian hasil. Ini seharusnya menjadi dasar dan prinsip yang bijak dalam menempatkan rasa “personal trust” kepada setiap orang yang Anda percaya.

Melva Emsi/Contributor/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana

Leave a Reply

Your email address will not be published.