Family Business: The Art of Communication

Family Business 2(Business Lounge Journal – General Management)

Dalam sebuah pertemuan bisnis dengan seorang klien yang adalah pemilik sebuah perusahaan keluarga, tanpa saya duga ia menghadirkan semua anaknya hanya untuk mendengarkan sebuah penjelasan langsung dari saya. Namun uniknya, ketika sang ayah sempat meninggalkan ruangan, anak-anak yang hadir ini pun saling bergumam sambil menirukan perkataan sang ayah bahwa mereka tidak boleh memberikan bantahan.

Langsung terbersit dalam pikiran saya bahwa keluarga ini memiliki masalah komunikasi yang perlu ditangani dengan serius, jika tidak akan memberikan masalah yang juga serius dalam bisnis keluarga ini.

Generasi pertama fokus pada bagaimana membangun kekayaan keluarga. Generasi kedua memiliki fokus pada bagaimana memperbaiki struktur dan melindungi kekayaan itu dari goncangan ekonomi dunia.

Orang Tua vs Second Generation

Orang tua sebagai pendiri bisnis keluarga sering kali merasa bahwa anak-anaknya tidak ingin meneruskan bisnis yang mereka rintis. Sedangkan anak-anak merasa bahwa ayah atau ibu mereka cenderung memaksakan kehendak, sehingga mereka tidak memiliki kreatifitas sendiri dalam berbisnis.

Family business dalam sebuah penelitian ditemukan banyak yang tidak bertahan hingga generasi kedua. Penelitian itu menyampaikan juga, bahwa komunikasi dalam perusahaan keluarga sering tidak menjadi prioritas, inilah yang menjadi penyebab gagalnya perusahaan keluarga untuk bertahan. Kemungkinan hal ini disebabkan karena generasi pertama fokus pada bagaimana membangun kekayaan keluarga. Generasi kedua memiliki fokus pada bagaimana memperbaiki struktur dan melindungi kekayaan itu dari goncangan ekonomi dunia. Sementara keluarga sedang sibuk melindungi diri mereka dari ancaman kekuatan luar, mereka lupa bahwa kegagalan memelihara kepercayaan dan komunikasi antar anggota keluarga akan mengancam kelangsungan bisnis dan bukan saja berdampak pada keuangan mereka, namun juga menggoncang sampai kepada keutuhan keluarga. Menemukan keseimbangan antara melindungi keluarga dari tekanan pihak luar dan fokus pada komunikasi internal akan menentukan keberhasilan bisnis. Konflik dalam keluarga tidak dapat dihindari, namun menghadapinya dengan komunikasi yang efektif menjadi alat yang kuat untuk perubahan dan inovasi.

Empathic listening juga sangat diperlukan dalam berkomunikasi, apabila anggota keluarga mendapatkan pengalaman didengarkan, hal ini akan mengubah pemikirannya.

Communication Action

Dalam membangun komunikasi di bisnis keluarga sedikitnya tiga hal yang perlu dilakukan. Nurturing family stories, kebiasaan bercerita dalam keluarga sangat diperlukan untuk menyambung keutuhan generasi ke generasi, menjadi sumber bagaimana mimpi sang pendiri dan juga visi disampaikan, sumber kesepakatan bersama untuk kemana perusahaan akan dibawa pada saat komunikasi mulai sulit dilakukan. Curiosity atau rasa ingin tahu diperlukan untuk membangun cerita dan kebanggaan terhadap keluarga. Mengetahui bagaimana keluarga bertahan terhadap tantangan yang dihadapi, bagaimana menghadapi dunia yang sering berbeda dengan nilai-nilai keluarga, hal ini membuat pengertian satu dengan yang lain. Empathic listening juga sangat diperlukan dalam berkomunikasi, apabila anggota keluarga mendapatkan pengalaman didengarkan, hal ini akan mengubah pemikirannya. Mereka akan sangat senang berada dalam keluarga, dan juga memiliki keinginan untuk mendengarkan yang lain.

Berbeda dengan bisnis yang formal dilakukan, elemen-elemen komunikasi dalam bisnis keluarga yang disebutkan di atas akan menyentuh ikatan emosional antar anggota keluarga, beririsan dengan sistem manajemen, beririsan dengan kepemilikan. Komunikasi memang merupakan tantangan tersendiri dalam bisnis keluarga, irisan-irisan yang ada ini membutuhkan seni tersendiri agar bisnis tetap berjalan. Antara sistem manajemen dan kepemilikan sering akan berbenturan, antara sistem manajemen anggota keluarga bukan tidak pernah terjadi benturan. Kesemuanya ini merupakan ancaman yang perlu ditangani secara serius bila ingin bisnis keluarga berjalan terus.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BD/MP Business Advisory Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

Related Posts

6 Responses

  1. M.C. Lie

    Benar sekali artikel ini. Saya juga bekerja di perusahaan keluarga dan persoalan yang dihadapi memang seperti ulasan diatas.

    Reply
  2. Pindo

    Tks sharingnya..btp pentingnya membangun komunikasi, dimulai dr keluarga

    Reply
  3. Jed

    Benar sekali, inilah masalah yg sering terjadi dalam family business keluarga kami. Thanks artikelnya..

    Reply
    • Terre

      kebiasaan berkomunikasi memang perlu ditingkatkan pada masa2 kini, untuk tercapainya sebuah tujuan.
      thanks sharenya.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.