Everything is Free inside; Except for the Time You Spend

(Business Lounge Journal – Culture) Free Wi-Fi yang disediakan di café/restaurant/tempat makan bukanlah lagi hal yang asing. Bahkan kelihatannya sudah menjadi sebuah kewajiban untuk dapat menarik perhatian pelanggan. Sebab seringkali para pelaku industri kreatif akan memanfaatkan tempat-tempat dengan free Wi-Fi untuk bekerja, bertemu dengan klien, atau sekedar berbincang bisnis. Cukup dengan membeli segelas minuman, maka Anda pun sah untuk ‘nongkrong’ seharian.

Tetapi di Ziferblat, Anda akan berpikir ulang untuk berada di sana seharian, sebab Anda harus membayar setiap menit yang Anda habiskan di sana. Sebagai kompensasinya, Anda boleh menikmati semua makanan dan minuman yang dihidangkan di sana dengan cuma-cuma. Waw….

Anda pun berhak melakukan apa saja yang Anda inginkan dan menjadikan tempat itu seakan rumah Anda sendiri. Bekerja, belajar, bermain, santai, mengadakan event, makan kue, atau bertemu dengan berbagai kerabat, dan tentu saja mencuci perlengkapan makan dan minum Anda sendiri sebelum meninggalkan tempat. Setiap pengunjung wajib bertanggung jawab atas area yang ditempatinya, termasuk jika Anda menggunakan peralatan di dapur, seperti microwave untuk menghangatkan makanan atau mesin kopi untuk membuat kopi.

Ziferblat 9

Ziferblat 2

Ziferblat 1

Ziferblat 5

Time is Money

Saat Anda memasuki Ziferblat, Anda akan mendapatkan sebuah jam dengan detik yang berdetak untuk menghitung banyaknya waktu yang Anda habiskan di sana. Untuk setiap menit yang Anda habiskan, Anda harus merogoh kocek Anda sebesar 8 pence.

Maka slogan Time is Money akan benar-benar berlaku di sini. Semua yang ada adalah gratis kecuali waktu yang Anda habiskan di sana.

Anti-café

Ivan Meetin, pendiri Ziferblat telah memutuskan mendirikan sebuah tempat berkumpul bagi para penyair “pocket poetry“. Di sana mereka saling bertemu dan menuliskan puisi-puisi yang kemudian menjadi terkenal. Semakin berkembang, Meetin membuat sebuah tempat yang disebut Treehouse pada tahun 2011 di Moscow yang didanai dari donasi setiap pengunjung.

Namun ketika tempat ini mulai tidak dapat menampung para tamu yang hadir, maka Meetin memutuskan untuk menyewa tempat yang lebh besar. Namun kekuatirannya bahwa donasi yang terkumpul tidak akan cukup untuk menyewa tempat maka ia pun mencetuskan konsep Anti-café atau yang biasa disebut juga time club atau a pay-per-minute café. Bahwa setiap orang harus membayar sejumlah waktu yang dihabiskannya di tempat itu. Konsep itu pun kemudian banyak dipakai oleh café yang kemudian menjadi booming di Moscow.

Ziferblat 3

Ziferblat 7

Ziferblat 4

Ziferblat 6

Ziferblat

Ziferblat yang dalam bahasa Rusia berarti “Clockface”, kini telah memiliki lebih dari 14 cabang di Rusia, Ukraina, Slovenia, dan Inggris yang salah satunya terletak pada sudut Shoreditch High Street, London. Berfungsi sebagai cultural center, entertainment venue, co-working area, dan social space Ziferblat pun menjadi tempat berkumpul bagi banyak orang. Tidak ada batasan, namun semua orang berkewajiban menghargai apa saja yang ada pada ruangan tersebut. Konsep ini sangat menarik dan semakin dikembangkan di banyak negara.

“Our mission is to create a place conducive to people to feeling free, devoid of the pressures of modern living.” – Ivan Meetin

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Ziferblat

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.