(Business Lounge Journal – General Management)

“Do I not destroy them when I make them my friends?” – Abraham Lincoln

Abraham Lincoln memang memiliki prinsip yang berbeda dalam menaklukkan lawan-lawannya. Ketika banyak rakyat Amerika Serikat membenci para pemberontak dari Selatan, Presiden Amerika Serikat ke-16 ini malah mendorong kaum sebangsanya untuk memperlakukan para pemberontak itu dengan baik. Begitu juga saat ia malah mengangkat Edwin Stanton menjadi Menteri Pertahanan, padahal Stanton kala itu adalah musuh politik Abraham Lincoln yang memiliki kebencian yang mendalam bahkan sejak Lincoln belum menjabat sebagai presiden.

Hal-hal seperti ini jelas menuai banyak kritik yang mengingatkan Lincoln untuk waspada kepada musuh-musuhnya. Tetapi di luar dugaan, dengan bijaksana Lincoln menjawab bahwa ia telahmengalahkan musuh-musuhnya ketika mereka diperlakukan sebagai teman. Hal ini terbukti saat Stanton malah menjadi sahabat dekat Abraham Lincoln yang sangat merasa kehilangan saat Lincoln tewas terbunuh.

Apa yang diucapkan Abraham Lincoln ini sebenarnya pernah diucapkan oleh Kaisar Romawi Sigismund saat ia memperlakukan lawan-lawannya dengan baik yang kemudian berdampak mengubah permusuhan menjadi pertemanan.

Kejamnya dunia bisnis

Persaingan di dunia bisnis sering kali membuat para pelaku usaha harus bekerja keras untuk memutar otak bagaimana dapat meraih kemenangan. Tetapi penting untuk mengingat bahwa di zaman sekarang ini, menabuh genderang perang terhadap lawan-lawan bisnis, bukan lagi menjadi strategi ampuh untuk sukses.

Pada suatu kesempatan, tim saya diminta untuk menangani sesi motivasional sebuah perusahaan ritel yang sedang mengadakan outing. Ikut serta di dalam persiapan, maka kami pun menyaksikan bagaimana pihak panitia meminta pihak hotel untuk membersihkan semua produk milik kompetitor mereka tanpa terkecuali. Bahkan produk-produk yang mungkin sebenarnya sulit untuk dicarikan gantinya, namun hal itu harus dilakukan pihak hotel.

Namun sangat disayangkan, tanpa sengaja ada produk yang luput dari pandangan mata pihak hotel, namun tidak luput dari ketelitian pemimpin perusahaan pada keesokan hari. Ujung-ujungnya panitia pun mendapatkan wejangan-wejangan yang tidak mengenakkan. Jika kejadian ini terjadi pada lingkungan perusahaan mungkin tidak dapat dimaklumi. Tetapi jika terjadi pada hotel yang sebenarnya merupakan tempat umum yang dapat digunakan oleh berbagai pihak, seharusnya hal ini dapat ditolerir. Namun tidak demikian bagi sang pemimpin yang kelihatanya menarik garis “permusuhan” dengan para kompetitornya.

Teman dalam dunia persaingan

Kedua kisah di atas memang tidak sama persis, tetapi strategi yang diambil oleh Abraham Lincoln bukan berarti tidak dapat diterapkan pada dunia bisnis. Memusuhi kompetitor hingga ingin melenyapkannya dari sekitar Anda sebenarnya hanyalah sebuah tindakan ‘konyol’. Sebab itu hanya menandakan bahwa Anda tidak dapat menerima kenyataan yang ada. Padahal persaingan itu ada dan penting bagi Anda untuk dapat belajar dari para kompetitor.

Kenali dan identifikasi kompetitor Anda

Sekarang, penting bagi Anda untuk mengetahui siapa saja yang menjadi kompetitor dalam dunia bisnis. Jika perlu buatlah daftar dan lakukanlah identifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki mereka. Bukan hal yang ‘haram’ untuk mengunjungi website, toko, bahkan mencoba produk mereka. Sebab dengan demikian, Anda akan dapat melakukan review tidak hanya pada produk lawan tetapi juga pada produk Anda.

Bagaimana Anda dapat mengungguli produk lawan jika Anda tidak mengenali keunggulan lawan bisnis Anda?

Melakukan kerja sama? Tidak ada salahnya dan tidak perlu kuatir, sebab dengan keunggulan yang telah Anda miliki bukankah itu akan menjamin Anda tetap memiliki pelanggan? Alih-alih melakukan strategi ‘kotor’ lebih baik menjalin persahabatan.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana

Leave a Reply

Your email address will not be published.