(Business Lounge Journal – Human Resources)

Mengawali tahun 2016, Samsung Electronics Co Ltd memutuskan untuk mengadopsi budaya perusahaan yang biasanya dimiliki oleh para start up. Padahal raksasa produsen smartphone dan chip memori ini telah menjadi yang terbesar di dunia. Namun bukan tanpa alasan, Samsung mengambil keputusan ini. Sebuah evaluasi telah dilakukan atas pertumbuhan bisnis yang tengah melambat sepanjang tahun 2015. Itulah sebabnya, untuk dapat menjadi lebih gesit maka diputuskan Samsung menerapkan strategi yang kebanyakan dianut para startup.

Secara detil, pejabat Samsung menandatangani perjanjian untuk tidak menerapkan budaya top-down serta akan tetap mendorong dialog terbuka dalam dunia kerja baik offline maupun online. Untuk mendukung hal ini maka jenjang jabatan pun diperpendek. Maka budaya kerja military-style yang sebelumnya diterapkan pun segera ditinggalkan guna mempercepat inovasi.

Saya pernah memiliki pengalaman ketika 14 jenjang jabatan kemudian dipersingkat menjadi hanya 3. Hal ini jelas menjadi PR yang tidak mudah bagi pihak management untuk dapat mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah kepegawaian. Namun pada sisi yang lain, hal ini memberikan sebuah keuntungan untuk menguraikan birokrasi yang berbelit-belit.

Tinjau ulang budaya perusahaan

Budaya perusahaan memang sesuatu yang harus Anda miliki sebagai pondasi membangun bisnis Anda. Sehingga jika pencapaian tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, maka perlu untuk dilakukan peninjauan kembali apakah budaya perusahaan yang Anda miliki telah sesuai atau diperlukan penyesuaian dengan segera.

Banyak pihak yang menganggap sepele budaya perusahaan sambil terus berupaya dengan segala cara agar pencapaian keuntungan dapat terus meningkat. Tetapi saya ingin katakan bahwa hal ini hanya bagaikan upaya menjaring angin.

Secara sederhana, saat Anda ingin membuat sebuah bangunan 2 lantai, maka tentu saja pondasi yang Anda buat sesuai dengan bangunan tersebut. Lalu bagaimana jika Anda kemudian ingin melakukan renovasi hingga menambah bangunan hingga 4 lantai? Mungkinkah? Tentu Anda akan menghadapi kesulitan.

Tabukah untuk mengubahnya?

Tentu saja tidak. Jika perusahaan sebesar Samsung saja melakukannya, maka hal ini pun dapat dilakukan oleh banyak organisasi. Ingat, di dalam bisnis, tidak ada yang konstan kecuali perubahan. Maksud saya, jika Anda tidak konstan untuk melakukan perubahan, maka dapat dipastikan bisnis Anda akan segera menjadi kenangan. Ya, sudah tentu akan selalu ada pro dan kontra, namun saat perubahan berbuah manis, hal itu pun akan segera dilupakan.

Pertama-tama, berikan alasan yang tepat disertai dengan penjabaran-penjabaran. Tetapi memang untuk dapat memuluskan segala upaya tidak jarang dibutuhkan otoritas dari para pejabat. Meminjam salah satu quote terkenal, “all change comes from the barrel of a gun,” maka demikian dibutuhkan sedikit “paksaan” untuk mempermudah perubahan. Terkesan sedikit kejam? Tidak juga. Tetapi yang jelas, melakukan perubahan pada sebuah budaya perusahaan membutuhkan komitmen para petinggi organisasi.

Tidak bisa tanpa alasan

Sia-sia untuk berupaya menyembunyikan alasan yang sebenarnya, sebab sudah dapat dipastikan seluruh anggota kelak akan mengetahui kebenarannya. Alih-alih terkesan menyembunyikan, lebih baik berikanlah penjelasan yang lengkap disertai pemikiran-pemikiran yang masuk akal sehingga diputuskan untuk mengubah budaya perusahaan. Selain itu, jabarkan pula rencana tahun-tahun ke depan, pencapaian apa yang diharapkan sehingga alasan mengubah budaya perusahaan pun dapat diterima.

Bagaikan mendaki gunung

Bukanlah sebuah hal yang mudah, bahkan dapat saja tersendat. Bagaikan mendaki sebuah gunung yang di dalam perjalanan membutuhkan penyesuaian, maka demikianlah dalam melakukan perubahan. Jika dalam pelaksanaannya dipandang perlu untuk melakukan duduk bersama dan kembali melakukan review, maka jangan ragu untuk melakukannya. Hal ini akan sangat berguna untuk memantapkan perubahan yang ada.

Nancy/VMN/BL/Contributor
Editor: Ruth Berliana
Image: Business Lounge Journal

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.