Wadsworth Atheneum: Sebuah Transformasi Pikiran

Wadsworth Atheneum Cover

Museum ini adalah tempat yang baik untuk memadukan pikiran dan perasaan.

(Business Lounge Journal – Culture) Dari benda-benda kuno nan bersejarah hingga hasil karya yang mengundang teka teki. Dari lukisan-lukisan bersahaja hingga sesuatu yang tidak masuk akal, dan perjalanan mengelilingi Wadsworth Atheneum Museum of Art menjadi sebuah petualangan besar, lebih dari sekedar untuk menikmati karya seni.

Saya sangat yakin bahwa museum ini adalah tempat yang baik untuk memadukan pikiran dan perasaan Anda. Mengapa pikiran? Sebab tanpa Anda sadari, pikiran Anda akan bekerja lebih keras untuk berupaya mencerna apa yang Anda lihat dalam ruangan demi ruangan serta berbagai karya seni yang ada di dalamnya. Mengapa perasaan? Bukan seni namanya jika tidak melibatkan perasaan. Apalagi saat Anda memasuki ruangan demi ruangan dengan nuansa warna yang berbeda-beda. Ada ruangan dengan cat putih, abu-abu, baby pink, biru, kuning, oranye, bahkan merah yang semuanya seakan memainkan perasaan.

Wadsworth Atheneum 8 (6) Wadsworth Atheneum 8 (5)

Wadsworth Atheneum 8 (7)

Pada tahun 1842, Daniel menginginkan untuk membuat sebuah “Gallery of Fine Arts” (bukan sebuah museum).

Bukan sekedar museum

Wadsworth Atheneum didirikan oleh Daniel Wadsworth yang pada masa kecilnya pernah diajak oleh sang ayah mengunjungi studio milik John Trumbull, seorang seniman Amerika. Pada waktu itu John Trumbul pun melukis ayah dan anak ini. Siapa sangka jiwa seni pun tertanam dan terus berkembang pada jiwa Daniel hingga pada tahun 1842, Daniel menginginkan untuk membuat sebuah “Gallery of Fine Arts” (bukan sebuah museum). Tetapi kemudian ia diyakinkan untuk membuat sebuah athenaeum, yaitu sebuah lembaga budaya yang kala itu cukup populer yang kemudian dibuka untuk umum dua tahun kemudian. Atheneum memiliki perpustakaan yang difungsikan untuk mereka yang ingin mempelajari sejarah, karya seni dan artefak, serta sastra dan ilmu pengetahuan.

Mungkin alasan dasar itu juga yang menyebabkan Wadsworth Atheneum selalu berkembang. Semula koleksinya koleksinya sebagian besar terdiri dari lukisan sejarah, potret, dan lanskap Amerika sebagai hasil karya John Trumbull, Thomas Cole, dan Frederic Church, sebagai contoh patung Victoria. Tetapi pada tahun 1889, ketika keluarga Goodwin dan Morgan mulai melakukan penggalangan dana untuk renovasi dan pengembangan, Atheneum justru mengalami kemajuan yang sangat pesat. Sejak itu, beberapa tokoh mewariskan berbagai benda-benda penting yang memiliki nilai seni pada museum ini. Bahkan sering kali menjadi museum yang pertama kali mendapatkan hasil karya dari tokoh-tokoh seni penting dunia.

Wadsworth Atheneum A
Wadsworth Atheneum B
Wadsworth Atheneum D
Wadsworth Atheneum E
Wadsworth Atheneum C

Wadsworth Atheneum F
Wadsworth Atheneum G
Wadsworth Atheneum H

Berkunjung ke museum ini, tidak hanya Anda akan belajar sesuatu yang baru, tetapi juga akan memberikan sebuah transformasi dalam pengetahuan dan cara Anda berpikir.

Transformasi pikiran

Di sini setiap masterpiece dipersiapkan untuk membuka wawasan para pengunjung dan memberikan persepsi yang baru tentang dunia serta tentang diri Anda sendiri. Berkunjung ke museum ini, tidak hanya Anda akan belajar sesuatu yang baru, tetapi juga akan memberikan sebuah transformasi dalam pengetahuan dan cara Anda berpikir.

Selama ini mungkin saja Anda akan berpendapat bahwa seni adalah lukisan, atau seni adalah suatu yang abstrak, tetapi di Wadsworth Atheneum Anda akan digiring hingga memiliki banyak ‘rasa’ tentang seni, bahkan sampai pada seni kontemporer yang sangat berkembang saat ini.

Wadsworth Atheneum 2

Wadsworth Atheneum 4

Wadsworth Atheneum 3 Wadsworth Atheneum 5

Tidak berhenti

Dibangun pada tahun 1842, bukan berarti Wadsworth Atheneum Museum of Art menjadi sebuah kisah masa lalu. Hingga kini selalu saja ada aktivitas yang dilakukan untuk museum ini yang menarik perhatian banyak orang. Jack Pierson, seniman Amerika, pernah meletakkan singkatan OMG (Oh My God) yang dapat menyala, pada bagian depan gedung, di bawah tulisan 1842 – Wadsworth Atheneum. Belum lagi berbagai tour yang berlangsung terus menerus untuk memperlihatkan koleksi-koleksi museum, pemutaran film kuno, festival musik, tari, pameran tunggal para pelukis, dan berbagai kegiatan seni rupa dan seni lainnya.

Di antara semua museum yang terbuka untuk umum dan yang masih aktif beroperasi, maka Wadsworth Atheneum Museum of Art dapat dikatakan salah satu lembaga seni yang tertua. Terletak di Downtown Hartford, Connecticut, museum ini memiliki 50,000 koleksi dengan rentang waktu hingga 5000 tahun, meliputi benda-benda seni Yunani dan Romawi juga seni dekoratif Eropa. Sebagai museum Amerika yang pertama yang membeli hasil karya Caravaggio, Frederic Church, Joseph Cornell, Salvador Dalí, dan Joan Miró.

Hingga kini, Wadsworth Atheneum tidak berhenti mengumpulkan karya seni. Anda tidak akan hanya menemukan karya seni masa lalu tetapi Anda pun dapat menikmati berbagai karya seni kontemporer yang telah menjadi sangat digandrungi pada masa modern ini.

Wadsworth Atheneum 5 (2)

Wadsworth Atheneum 6 (2) Wadsworth Atheneum 7 (2) Wadsworth Atheneum 9 (2) Wadsworth Atheneum 10 (2) Wadsworth Atheneum 11 Wadsworth Atheneum 12 (3)

Business Lounge Journal/VMN/BLJ
Image : John Murphy

 

Related Posts

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.