Family Business: Designer Duo (Studio Air Putih)

Studio Air Putih 3

(Business Lounge Journal – Family Business) “Rumah Batu Bata” demikian istilah yang saya peroleh sebagai petunjuk untuk menemukan Studio Air Putih. Benar saja, bangunan yang berdiri tepat di depan saya kali itu memberi kesan dibangun dari tumpukan batu bata dengan kealamiannya yang tetap terjaga. Denny Gondo, sang arsitek sekaligus pemilik Studio Air Putih ini memang memiliki mimpi untuk membangun sebuah bangunan dengan minimum perawatan sehingga sang pemilik tidak perlu “diperbudak” dengan bangunan yang harus dicat dan diperbaiki secara tahunan.

Saya setuju dengan kata “diperbudak” yang dipilih Denny, sebab saya tahu persis bagaimana mereka yang memiliki bangunan baik itu untuk rumah tinggal maupun tempat bekerja harus menyisihkan dana sebagai anggaran untuk melakukan pemeliharaan dan kadang kala membutuhkan angka yang tidak sedikit. Denny tidak setuju dengan hal itu, sehingga ia pun melakukan berbagai trial and error pada proyek pembangunan Studio Air Putih, miliknya sendiri dengan harapan ia dapat memberikan masukan kepada kliennya bagaimana memiliki sebuah rumah yang akan menua dengan baik. Semakin bertambah usia, maka batunya akan semakin terlihat cantik. “Makin tua, makin keren dan batunya menjadi makin bagus,” demikian istilah yang dijabarkannya.

Studio Air Putih 6

Saya jadi teringat bangunan-bangunan megah dunia dengan usia ratusan bahkan ribuan tahun, seperti El Djem Amphitheater di Tunisia, Notre-Dame Cathedral di Paris, Hohensalzburg Castle di Austria, atau menara Pisa di Italia. Ada juga sebuah desa di Belanda bernama Zaanse Schans dengan rumah-rumah kayu yang berumur ratusan tahun dan masih tetap dihuni. Jika Anda berkunjung ke sana maka Anda akan dengan mudah mengetahui usia bangunan, sebab tahun pembangunannya akan dicantumkan di atas pintu. Wah, umur bangunan-bangunan itu sudah membuktikan bahwa pada kenyataannya memang ada bangunan yang makin tua menjadi makin mempesona.

Denny Gondo dan isterinya, Joke Roos, telah mendirikan Studio Air Putih sejak tahun 2000. Dinamakan Studio Air Putih sebab kala itu mereka menempati sebuah bangunan berwarna putih yang dibangun seakan melayang di atas air. Denny adalah seorang arsitek, sedangkan Joke juga seorang arsitek yang kemudian beralih profesi sebagai seorang desainer interior. Mengaitkan warna putih, media air, dan jumlah tim yang tidak banyak, maka mereka memutuskan untuk mengambil nama Studio Air Putih sebagai nama perusahaan mereka. “Ya, kalau disambung-sambungkan, kami berharap desain kami menyegarkan seperti air putih. Kalau kita habis makan apapun, maka kita akan mencari minum dan kita akan segar kembali,” demikian Denny menjelaskan apa yang menjadi filosofi mereka.

Studio Air Putih 7 Studio Air Putih 5

Kini telah lebih dari 15 tahun dua orang seniman dari Studio Air Putih ini bekerja bersama-sama. Bukanlah hal yang mudah untuk menyatukannya, sebab bagi Denny, bagaimana pun dua desainer tidak akan pernah menjadi satu. Selalu memiliki ide yang terus berkembang untuk menciptakan keindahan. Itulah sebabnya mereka memiliki kesepakatan-kesepakatan yang tidak akan mereka langgar walaupun mereka bekerja secara berpasangan. Uniknya lagi, keduanya memiliki impian untuk dapat membangun sebuah museum. Kita nantikan saja museum hasil karya mereka.

The Interview Video

Ruth Berliana/VMN/BLJ/Editor

4 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.