(Business Lounge Journal – Human Resources) Bagaimana proses rekrutmen yang ada pada perusahaan Anda? Sesuatu yang terus berlangsung atau musiman? Sesuatu yang dapat diidentifikasi atau yang tidak Anda ketahui aktifitasnya?

Tahukah Anda bahwa terdapat beberapa praktek rekrutmen yang sepertinya hal yang wajar namun sebenarnya adalah sebuah mitos dan hingga kini masih terus berlangsung.

Nama Besar Perusahaan Memudahkan Mendapatkan dan Mempertahankan para Talent

Banyak orang memiliki persepsi bahwa untuk perusahaan-perusahaan besar tidak membutuhkan effort yang significant untuk mendapatkan calon-calon tenaga kerja yang berkualitas. Dengan serta merta mereka sendiri yang akan berbondong-bondong mendatangi perusahaan-perusahaan besar tersebut. Siapa bilang?

Hal ini bisa saja benar, namun pada kenyataannya, perusahaan besar tetap membutuhkan sebuah upaya yang tidak bisa dikatakan sederhana untuk dapat merekrut para talent baru dan inilah yang membuat mereka memperoleh apa yang mereka inginkan. Tenaga-tenaga potensial itu biasanya dengan mudah mendapatkan atau mempertahankan pekerjaan mereka sehingga mereka tidak akan mencari-cari pekerjaan lainnya. Namun apakah semata-mata karena nama besar perusahaan?Tidak! Karena perusahaan besar juga memiliki talent acquisition strategy yang jitu.

Teknologi adalah Perekrut yang Terbaik

Rekrut merekrut memang sangat bergantung pada teknologi. Mulai dari mem-posting lowongan pekerjaan, hingga me-matching-kan kandidat dengan kebutuhan yang ada. Namun demikian, tidak benar untuk hanya mengandalkan teknologi untuk memperoleh kandidat yang terbaik. Namun hal yang paling tepat adalah seorang perekrut yang cerdas adalah tulang punggung dari strategi akuisisi para talent terbaik. Pengalaman, pertimbangan, dan intuisi seorang perekrutlah yang akan memegang peranan terpenting untuk hal ini.

Interview adalah Kunci Mendapatkan Kandidat Terbaik
Interview memang sesuatu yang sangat penting, namun tahukah Anda bahwa interview adalah sesuatu yang juga dapat dipelajari. Saya pun pernah tertipu saat begitu yakin bahwa kandidat yang saya interview ini memang adalah orang yang sungguh-sungguh saya butuhkan. Semua sangat sempurna berdasarkan interview yang saya lakukan. Namun berjalannya waktu, ternyata saya persepsi saya tersebut salah. Ada beberapa hal yang tidak dapat diidenifikasi saat interview dilakukan. Begitu juga sebaliknya, seorang star dapat ditolak pada saat interview karena bisa saja ia bukan orang yang dapat merasa nyaman dengan rangkaian proses interview. Jadi apakah yang harus dilakukan? Terapkanlah pendekatan holistik dalam proses rekrutmen dan perhatikanlah setiap informasi yang dapat Anda peroleh mengenai kandidat tersebut termasuk semua feedback dari berbagai pihak.

Pasti ada Kandidat yang Sempurna

Tidak! Tidak ada seorang pun yang sempurna. Jangan biarkan kesempurnaan yang Anda pikirkan ini hanya akan menjadi penghalang bagi Anda untuk memperoleh yang terbaik. Anda hanya akan menunggu seseorang yang sempurna dan mengabaikan semua berlian yang jika saja Anda mau mengeluarkan effort untuk menggosoknya maka akan tampil kecemerlangannya.Anda hanya perlu mengidentifikasi apa yang menjadi kekurangan si kandidat dan siapkanlah rangkaian kegiatan yang dapat membantunya untuk berkembang.

Proses Rekrutmen Dimulai dari adanya Lowongan Pekerjaan

Ini merupakan sebuah kesalahan umum yang sering kali terjadi. Ketika di rasa adanya kebutuhan seseorang untuk ditempatkan pada sebuah posisi, maka barulah dimulai sebuah proses rekrutmen. Tidak demikian talent acquisition strategy yang sebenarnya. Talent acquisition strategy adalah sesuatu yang terus bergerak mulai dari sebelum rekrutmen, saat rekrutmen, dan setelah sebuah posisi terisi.

Coba Anda perhatikan ke-5 mitos di atas dan lakukan evaluasi terhadap sistem rekrutmen yang Anda miliki saat ini.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

Leave a Reply

Your email address will not be published.