(Business Lounge Journal – Human Resources) Ada 5 mitos rekrutmen yang sudah kita bahas. (Baca: Seputar Mitos Rekrutmen). Salah satunya adalah bagaimana “proses rekrutmen dimulai dari adanya lowongan pekerjaan”.

Bagi banyak perusahaan, maka melakukan rekrutmen adalah bagaimana proses mengidentifikasi dibutuhkannya tenaga kerja kemudian mempublikasikan lowongan pekerjaan beserta dengan spesifikasinya, mendapatkan data kandidat, hingga melakukan serangkaian seleksi. Mudahkah? Tidak! Ini memang sebuah proses rekrutmen yang terjadi selayaknya sebuah rekrutmen pada umumnya. Namun tahukah Anda bahwa rekrutmen tidak dimulai dari adanya sebuah lowongan pekerjaan.

Anda tidak akan mendapatkan kandidat terbaik jika Anda hanya mencari seseorang yang dapat mengisi posisi kosong pada perusahaan. Anda tidak akan mendapatkan talent jika Anda hanya mencari seseorang menurut kriteria yang ada pada kepala Anda. Rekrutmen membutuhkan sebuah pemikiran dan strategi lebih dari sekedar Anda mengiklankan sebuah iklan mobil atau rumah.

Beranjak dari Visi

Apa hubungannya rekrutmen dengan visi perusahaan? Tentu saja sangat berkaitan. Ketahuilah bahwa Anda hendak merekrut seseorang yang akan membawa perusahaan Anda menuju masa depan yang sudah ditentukan, bukan semata-mata seseorang yang sesuai dengan keinginan Anda atau kategori yang Anda ciptakan.

Jika Anda adalah si pemilik usaha, maka mulailah dengan berpikir apa yang Anda inginkan untuk dicapai oleh perusahaan Anda pada satu tahun bahkan lima tahun ke depan. Jika Anda memiliki target yang ambisius, maka sudah tentu Anda juga membutuhkan orang-orang yang ambisius untuk mendukung Anda. Jika Anda memiliki target menggenjot penjualan Anda, maka sudah tentu Anda akan membutuhkan pasukan tenaga marketing yang pantang mundur untuk mewujudkannya. Atau, jika Anda memiliki target bagaimana perusahaan Anda menjadi model dalam pengembangan teknologi, maka sudah tentu Anda harus merekrut mereka yang tidak gagap teknologi, walaupun bukan untuk posisi pada unit teknologi.

Coba periksa apa yang menjadi visi perusahaan dan bukan visi Anda, inilah sesungguhnya yang akan mengawali sebuah rekrutmen.

Identifikasi Posisi yang Akan Anda Ciptakan

Semua pekerjaan yang ada haruslah diciptakan untuk mendukung visi perusahaan. Maka ada atau tidaknya sebuah posisi jelas harus dipandang kaitannya. Sebagai contoh sederhana, Anda ingin mengembangkan perusahaan Anda mengikuti perkembangan teknologi yang ada, maka perlukah Anda memiliki banyak pekerjaan sebagai admin? Jika semua sudah dapat memanfatakan sistem yang ada, maka semua orang dapat dengan mudah melakukan query untuk setiap data yang dibutuhkan serta mengolahnya.

Identifikasi Kandidat yang Anda Butuhkan

Seperti yang saya sudah bahas di atas bahwa jika Anda memiliki target yang ambisius maka sudah tentu Anda membutuhkan kandidat yang juga ambisius. Seperti apakah kira-kira mereka yang ambisius? Pertama, hal ini akan jelas terefleksi pada CV kandidat jika mereka sudah memiliki pengalaman kerja. Jika belum ada pengalaman kerja, maka Anda akan dapat mendeteksinya dalam psikotes dan interview yang Anda lakukan.

Miliki Recruitment Team yang Capable

Karena Anda akan merekrut orang-orang penting bagi perusahaan Anda, maka pastikan bahwa Anda juga memiliki tim yang capable untuk melakukannya. Ingat, semua yang akan direkrut adalah orang penting bagi Anda. Tidak ada yang tidak penting. Sehingga pastikanlah recruitment team Anda memahami benar strategi yang Anda miliki.

Ingat, memulainya dari visi perusahaan.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/MP Human Capital Development Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.