(Business Lounge Journal – Human Resources) Semakin besar perusahaan, maka semakin besar pula investasi yang akan dikeluarkannya untuk tenaga kerja yang dimilikinya. Ini merupakan hal yang tidak dapat diabaikan untuk dapat memperoleh loyalitas para pekerjanya. Sebab, memperoleh talent juga merupakan sebuah persaingan yang tidak ada habisnya.

Lalu dalam hal apakah investasi dilakukan?

Beberapa perusahaan akan menyiapkan paket kompensasi dan benefit yang menggiurkan. Hal ini sudah jelas akan menjadi salah satu bargaining power yang diperhitungkan. Namun untuk kesekian kalinya saya katakan, bahwa ini  bukanlah segalanya. Tetapi bagaimana seorang karyawan dapat merasa nyaman untuk tetap bekerja, itulah yang menjadi kuncinya. Nyaman berarti dia gembira, dia merasa tenang, dan tidak kuatir baik untuk dirinya sendiri dan keluarga yang dimilikinya. Itulah sebabnya sepanjang pengalaman saya, adalah biasa untuk bertemu dengan mereka yang berpindah kerja walaupun gaji yang lebih kecil yang penting kesehatan keluarga mereka ditanggung.

Pada saat karyawan gembira, maka produktivitas mereka pun akan bertambah.

Pelatihan Memegang Kuncinya

Salah satu hal yang sering kali menjadi pokok permasalahan bagi karyawan adalah kesempatan untuk dapat berkembang. Sementara di lain pihak, bagian ini jugalah yang akan lebih dahulu dipangkas saat ada pengetatan budget. Bagaikan memakan buah simalakama. Jika tidak diberikan pelatihan, karyawan akan mencari tempat di mana mereka dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang. Jika Anda menyiapkan budget pelatihan, maka terkadang ini menjadi sesuatu yang memberatkan, belum lagi tetap saja ada kemungkinan Anda akan kehilangan tenaga kerja yang telah Anda latih karena maraknya aksi bajak membajak.

Saya pun pernah bertemu dengan mereka yang memutuskan “hengkang” untuk mencari perusahaan yang dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengikuti pelatihan ke luar negeri. Bagi para star, hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk mereka bergabung.

Bagi perusahaan-perusahaan yang sudah berkembang, maka mereka akan mengidentifikasi kesenjangan kemampuan yang ada dari masa ke masa untuk menjadi dasar yang menentukan besaran budget pelatihan yang harus mereka sediakan.

Pada tahun 2014, Deloitte pernah memuat survei bagaimana perusahaan yang bergerak pada bidang teknologi adalah perusahaan yang memiliki budget pelatihan terbesar. Selain itu, pengeluaran untuk masalah Learning and Development cenderung dimiliki oleh perusahaan-perusahaan dengan organisasi yang sudah lebih matang.

Ada 3 hal pelatihan yang menurut Deloitte menjadi fokus pelatihan pada perusahaan-perusahaan besar yaitu yang menyangkut: Leadership Development, Career Road-mapping, dan Diversity Development. Ketiga hal ini diperhitungkan sebagai investasi yang baik bagi masa depan.

Leadership Development

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi akan membutuhkan pemimpin. Akan sangat sulit bila sebuah organisasi mengalami krisis pemimpin. Dengan demikian setiap tenaga kerja, dalam berbagai jenjang penting untuk mendapatkan pelatihan kepemimpinan. Mungkin ini bukanlah sesuatu yang langsung dapat dilihat secara instant, namun bilamana pelatihan ini diperhadapkan dengan kenyataan yang diterima tenaga kerja pada kesehariannya maka akan membentuk keterampilan memimpin yang akan sangat menguntungkan perusahaan.

Apakah Anda sudah mulai merumuskan pelatihan pada perusahaan Anda?

Tidak peduli seberapa besar organisasi yang Anda miliki, pelatihan tetap akan menjadi sebuah investasi yang akan memberikan keberhasilan pada masa mendatang.

nancy/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image: Business Lounge Journal

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.