(Business Lounge Journal – Human Resources) Seperti apakah gambaran si Job Hopper dari Generasi Y? Ada beberapa pernyataan yang pernah disampaikan berdasarkan survei oleh beberapa lembaga pencari kerja:

  • Sebesar 91% millennial mengharapkan tetap pada pekerjaannya selama kurang dari 3 tahun (Future Workplace). Hal ini berarti si millennial dapat memiliki sekitar 20 pekerjaan selama masa karirnya.
  • Pada kenyataannya sejumlah 25% tenaga kerja di bawah usia 35 tahun telah memiliki lebih dari 5 pekerjaan pada masa singkat karir mereka (Career Builder).
  • Tenaga kerja di Amerika memiliki rata-rata masa kerja 4.6 tahun (Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika)
  • Sejumlah 45% pemberi kerja lebih mengharapkan para lulusan universitas yang kemudian memiliki pengalaman kerja kurang dari 2 tahun (Career Builder).
  • Mereka yang tergolong pada high achiever akan memutuskan untuk berpindah perusahaan setelah rata-rata lebih dari 28 bulan dan 95% dari para eksekutif muda secara aktif melakukan riset atas kesempatan kerja lainnya dan mereka cenderung akan mengikuti insting mereka dalam waktu yang singkat (Harvard Business Review).
  • Sejumlah 55% pemberi kerja memilih untuk mempekerjakan Job Hopper dan 32% dari pemberi kerja yang menjadi responden (42% pada perusahaan IT) lebih mengharapkan karyawannya menjadi Job Hopper (Career Builder).

Pemaparan di atas mungkin akan mengubah persepsi Anda mengenai si generasi apa yang saat ini Anda hadapi pada dunia kerja. Pengertian loyalitas pada dunia kerja pun sudah berubah dan bahkan banyak pekerja memang memilih untuk tidak loyal tanpa mempertimbangkan apa saja yang dapat dilakukan oleh perusahaan tempat ia bekerja.

Sekarang, apakah Anda mau merekrut seorang talent yang adalah Job Hopper yang jelas dapat dipastikan bahwa Anda hanya akan memiliki waktu tidak lebih dari 2 tahun untuk memiliki kinerjanya? Atau, Anda akan tetap mencari mereka yang dapat dikatakan “loyal” kepada perusahaan?

Memiliki seorang talent walaupun hanya selama waktu tidak lebih dari 2 tahun tetap dapat menjadi sebuah kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan hasil karyanya yang cemerlang, dibandingkan dengan mereka yang dikatakan “loyal” dengan hasil kerja yang rata-rata. Bersama dengan si Job Hopper Anda akan dapat memiliki pemikiran-pemikiran baru yang mungkin saja tidak pernah tercetus sebelumnya dan memberikan dampak yang significant pada bisnis Anda.

Lalu apakah merekrut Job Hoper merupakan sebuah kerugian secara finansial? Tidak juga. Sebab Anda tidak perlu memberikan pelatihan dasar kepada mereka. Apa yang yang diperlukan hanyalah memberikan pengenalan atas perusahaan yang kini menjadi tempatnya bekerja.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

Artikel terkait:

Ada Baiknya Anda Memilih Menjadi Seorang Job Hopper
Pilih Saja si Job Hopper

Leave a Reply

Your email address will not be published.