(Business Lounge Journal – News and Insight) Kalau sebuah ibu kota negara mengambil peranan yang paling penting dalam perekonomian negara, itu sebuah hal yang biasa. Memang demikianlah sebuah ibu kota negara seharusnya dan tidak dapat dipungkiri bahwa hal yang buruk akan terjadi bilamana si ibu kota negara pada suatu waktu tidak dapat difungsikan. Bayangkan saja bila Indonesia harus ada tanpa DKI Jakarta. Bagaimana nantinya perekonomian Indonesia.

Lembaga penelitian ekonomi milik Cologne Institute membuat sebuah perbandingan mengenai bagaimana GDP (Gross Domestic Product) akan sangat dipengaruhi jika sebuah negara harus berdiri tanpa ibu kotanya. Tanpa London, Inggris akan menjadi lebih miskin 11% pada basis per kapita. Prancis akan kehilangan pendapatannya sebesar 15% per kapita jika tidak memiliki Paris. Bayangkan saja, Paris sudah menjadi markas bagi raksasa-raksasa dunia seperti Total, Renault, dan Peugeot. Yunani pun akan berkurang 20% pada GDP-nya tanpa Athena. Begitu juga dengan beberapa negara di Eropa lainnya, seperti Itali, Belanda, dan Spanyol.

Namun ternyata ada sebuah negara yang justru akan menjadi lebih baik tanpa ibu kotanya. Jerman! GDP Jerman akan menjadi lebih baik tanpa kehadiran Berlin.

Poor but Sexy

Berlin adalah satu-satunya ibu kota negara di Eropa yang menghambat perekonomian negaranya. Mantan walikota Berlin, Klaus Wowereit, pernah memberikan slogan yang terkenal untuk kota Berlin “poor but sexy” – miskin tetapi seksi.

Slogan yang sudah populer ini sebenarnya telah menjadi sebuah mitos yang menguntungkan sebab menjanjikan sebuah kehidupan yang baik dengan sedikit uang. Maka kota ini pun terkondisi menjadi rumah bagi para pekerja kreatif, seniman, kosmopolitan, dan orang-orang muda dari seluruh dunia yang kemudian menjadikan Berlin sebagai tempat untuk gaya hidup yang tidak konvensional dan solusi inovatif untuk tantangan hidup sehari-hari.

Berlin Menjadi Sebuah Penghambat

Memang, menurut sebuah studi baru, Berlin adalah satu-satunya ibukota besar di Eropa yang menekan GDP negaranya per kapita.

  National per capita GDP without capital cities - AtlasJerman adalah kekuatan ekonomi terbesar di Eropa dan akan dapat tetap berjalan tanpa Berlin. Bayangkan saja, bila Berlin dipisahkan dari Jerman, maka yang terjadi bukannya penurunan GDP, malahan akan semakin kaya hingga 0.2%. Pandangan ini hanyalah dari sudut pandang keuangan.

Berlin memang telah begitu berjuang untuk pulih sejak runtuhnya tembok Berlin seiring runtuhnya komunis pada tahun 1989. Kala itu kondisi Berlin Barat memang lebih kaya dari Berlin Timur, sehingga ketika digabungkan kondisi perekonomian kota Berlin tidak dapat dikatakan baik. Angka pengangguran di ibukota negara ini lebih tinggi dari rata-rata angka pengangguran secara nasional. Pada tahun lalu pun, Berlin tetap menjadi kota yang menerima subsidi pemerintah yang lebih tinggi dibandingkan negara bagian lainnya di Jerman.

Meskipun Berlin telah diupayakan untuk menjadi pusat pengembangan para start up teknologi serta tujuan wisata utama para turis, namun Frankfurt tetap menjadi jantung keuangan negara. Sedangkan mayoritas raksasa industri Jerman telah memilih untuk bermarkas di kota-kota lain, seperti BMW dan Siemens yang lebih memilih untuk berkantor pusat di Bavaria.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : wikipedia

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.