Art Stage - BL 1

(Business Lounge Jakarta – Event) Jakarta memang pilihan yang tepat untuk mengadakan sebuah pameran seni bertaraf internasional yang diikuti oleh para seniman dunia. Sebagai ibu kota sebuah negara yang memiliki lebih dari 17,000 pulau serta lebih dari 1,300 suku bangsa dengan ribuan budayanya, maka dapat dipastikan Jakarta sebagai tempat yang tepat sebagai tuan rumah sebuah art fair yang akan diadakan pada akhir pekan depan.

Kekayaan budaya yang dapat ditemui di negara kepulauan terbesar ini telah membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang paling kaya budaya di dunia, sehingga sangat tepat jika Art Stage Jakarta yang untuk pertama kalinya diadakan di Jakarta memiliki slogan “Heartbeat of Asia”.

Merupakan sebuah kelanjutan dari Art Stage Singapore yang berlangsung pada bulan Januari lalu, pameran seni ini akan menyajikan seni kontemporer yang dinamis dari 50 galeri terkemuka baik di Asia maupun Eropa.

Berlokasi di lantai 3 Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Art Stage Jakarta akan dibuka pada Jumat, 5 Agustus 2016 dan terus berlangsung sampai Minggu, 7 Agustus 2016 dengan rincian sebagai berikut:

  • Jumat, 5 Agustus 2016: 15.00 – 21.00 (By invitation only)
  • Sabtu, 6 August 2016: 13.00 – 21.00
  • Minggu, 7 Agustus 2016: 11.00 – 21.00

Diikuti 6 Kolektor Indonesia dan Galeri Dunia

Sejumlah 6 orang kolektor terkemuka Indonesia juga turut memamerkan koleksi pribadinya yang akan disebar pada area pameran dengan luas lebih dari 600 meter persegi, mulai dari seni modern hingga kontemporer. Tom Tandio (ketua Board of Young Collectors), Maria Lukito (ketua Board of Friend Art Stage), juga empat kolektor lainnya: Alex Tedja, Caecil Papadimitriou, Ciputra, dan Haryanto Adikoesoemo.

Bertindak sebagai kurator, Enin Supriyanto yang telah memiliki banyak pengalaman sebagai kurator Indonesia. Berbagai karya ini diyakini akan mengungkap keragaman dan kekayaan seni Indonesia yang akan semakin memastikan bahwa Indonesia adalah detak jantung Asia.

Beberapa galeri lokal yang ikut serta dalam Art Stage Jakarta, seperti:

  • ROH Projects (Syaiful Aulia Garibaldi, Syagini Ratna Wulan, dan Bagus Pandega)
  • RUCI Art Space (Glenda Sutardy)
  • Nadi Gallery (Agus Suwage, Eddie Hara, dan Heri Dono)
  • Galeri Canna (I Nyoman Masriadi dan Entang Wiharso)
  • Semarang Gallery (Eko Nugroho, Lugas Syllabus, dan M. Irfan)
  • Andi’s Gallery (Antonio Blanco)
  • Edwin’s Gallery (Kemalezedine)
  • Rachel Gallery (Yuli Prayinto, Eddy Susanto, dan  Ivan Sagita)

Sedangkan beberapa galeri yang menjadi peserta dari negara lain:

  • Galerie Perrotin (Paris)
  • Finale Art File (Manila)
  • Gajah Gallery (Singapore)
  • Mizuma Gallery (Tokyo)
  • Pearl Lam Galleries (Hong Kong)
  • Richard Koh Gallery (Kuala Lumpur)
  • Wei-Ling Gallery (Kuala Lumpur)

Business Lounge Journal sebagai salah satu media partner Art Stage Jakarta 2016, juga telah melakukan beberapa interview yang dapat menyimpulkan bahwa kini seni tidak hanya menjadi sebuah bagian kehidupan di masa lalu, tetapi juga telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan pada masa sekarang ini. Terlepas dari siapa dan apa yang menjadi latar belakang seseorang. Business Lounge Journal melakukan interview dengan Tom Tandio (Art Collector), Leo Silitonga (Fair Director of ASJ), Mellin Merill (Director of Ruci Art Space), dan Junior Tirtadji (.

ASJ - Tom Tandio
leoasj1
Melin Cover edit 2
Junior Cover4

Ruth Berliana/VMN/BLJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.