Art Review: Tembang Sunyi

Tembang Sunyi Cover

(Business Lounge Journal- Art) Perempuan memang sering kali menjadi obyek menarik untuk dilukis. Menggambarkan keindahan, kesahajaan, atau sekedar menyuguhkan sisi estetika yang enak dipandang mata. Namun kali ini RB. Ali membawa obyek yang sama untuk menggambarkan sebuah rasa sunyi. Memainkan berbagai bentuk geometris dengan berbagai perpaduan warna dengan gambaran wanita di dalamnya. RB. Ali mencoba menuangkan sebuah “Tembang Sunyi” dalam beberapa lukisan yang beraliran kubisme yang dipamerkannya.

Bagi saya lukisan beraliran kubisme selalu menggugah rasa penasaran untuk terus diungkap. Sebagai contoh, sebuah lukisan yang menggambarkan seorang wanita yang seolah sedang meringkuk tertidur ditemani dua buah kendi, dua potong benda bundar, dan sebuah benda berbentuk hati dapat memiliki banyak makna. Bagi saya wanita yang seolah tertidur ini sedang ada di dalam sebuah ketenangan. Terlihat dari bibirnya yang tetap merekah dan kehadiran dua buah kendi serta sebuah lambang cinta yang dapat mengartikan bahwa ia tidak sedang dalam sebuah kondisi susah atau pun kelaparan. Namun RB. Ali memberikan judul untuk lukisan ini “Dalam Penantian Panjang Tak Berujung Demi Menggapai Asa, 2015”.

RB. Ali memang memberikan judul yang cukup spesifik dan merupakan sebuah gambaran latar belakang yang jelas bagi setiap lukisannya. Bagaimana ia memberi judul setiap lukisannya sangat menarik untuk disimak, seperti “Marah. Pada Siapa Aku Marah, Kenapa Aku Marah, untuk Apa Aku Marah. Kuadukan Semuanya pada Sang Rembulan” atau “Gaya Hidup …Orang Cantik, Bergaya dan Bertingkah Apapun Tetap Kelihatan Cantik…Salahnya pun Dimaklumi”. Sangat menarik bagaimana ia menamai semua lukisannya.

Namun seperti telah saya katakan sebelumnya bahwa Anda akan dapat memiliki banyak persepsi untuk lukisan-lukisan kubisme yang dipamerkannya ini.

"Dalam Penantian Panjang Tak Berujung Demi Menggapai Asa, 2015" RB. Ali

“Dalam Penantian Panjang Tak Berujung Demi Menggapai Asa, 2015” RB. Ali

RB. Ali memang berupaya agar setiap ruang pada kanvasnya menjadi bagian organis dari sebuah lukisan. Dalam lukisan lainnya yang berjudul “Yang Belum Aku Mengerti… Slalu Saja Terasa Sepi, 2015” nampak 3 orang wanita perkotaan yang nampaknya sedang bercengkerama di sebuah tempat hiburan. Tanpa senyum dengan sebatang rokok dan segelas minuman di tangan, maka memang nampak jelas bagaimana RB. Ali ingin melukiskan sebuah suasana pergaulan yang biasa didapatkan di perkotaan. Permainan warna yang dipilihnya sangat menarik dan terkesan nyaman.

Yang Belum Aku Mengerti

Sangat menarik dan semakin menarik manakala RB. Ali membawa hasil karyanya yang beraliran kubisme ini memasuki ranah politik.

“Dunia politik begitu gaduh, tetapi sebenarnya tidak ada suaranya,” demikian ia sempat berujar mengungkapkan isi hatinya. Hal inilah yang sebenarnya ingin digambarkan dalam pameran tunggalnya di Galeri Nasional yang baru saja usai. Kesunyian yang ingin diungkapkannya pun digambarkan lewat aksi para wanita yang dilukiskannya. Tetapi tidak hanya itu, sebuah kanvas berukuran 275×580 cm benar-benar menjadi ungkapan isi hatinya. Dengan judul “Bisu” ia pun seolah menumpahkan segala pemikirannya di sana, termasuk menggambarkan beberapa tokoh politik. Selain itu ada 7 tokoh politik yang juga digambarkannya termasuk Gubernur Jakarta, Ahok dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Ahok - Tembang Sunyi
Risma - Tembang Sunyi

Menarik bagaimana RB. Ali menggambarkan Wali Kota Risma dengan gaya kubismenya, namun tidak pada lukisan Gubernur Ahok. Menurut saya, seharusnya RB. Ali dapat menggambarkan Gubernur Ahok dengan lebih menarik.

Tetapi kali ini, RB. Ali tidak hanya membawa kesunyian lewat lukisan-lukisannya, melainkan ia pun membuat beberapa instalasi. Mulai dari patung-patung manusia setengah badan yang seolah tidak memiliki mulut untuk berbicara serta sebuah instalasi menarik yang dirakitnya dari botol infus yang meneteskan tetes demi tetes warna serta dua buah overhead projector yang memantulkan pola yang dihasilkan berbagai cipratan warna tinta yang juga dikombinasikan dengan sebuah wadah yang berisi air.

Tembang Sunyi Instalasi RB

Instalasi Patung - Tembang SunyiNamun keberanian RB. Ali untuk menggelar pameran tunggal untuk yang keenam kalinya ini patut mendapatkan acungan jempol. Sebab ia berani menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari kelima pameran yang sebelumnya.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.