(Business Lounge Journal – General Management) Kehadiran mobil otonom dalam beberapa tahun ke depan diprediksi akan membawa perubahan yang besar. Mobil seperti ini bukannya baru saja dipikirkan, bahkan pada tahun 1982, mobil seperti ini sudah hadir dalam sebuah tayangan film serial di televisi. Bagaimana si pemilik dapat berkomunikasi dengan mobilnya dan memanggilnya lewat smartwatch yang selalu dikenakannya. Tidak hanya itu, mobil ini dapat berubah fungsi seperti berjalan di atas air, melambung ke udara, dan sebagainya. Dongeng? Mungkin pada waktu itu banyak orang berpikir bahwa itu hanya sebuah dongeng. Tetapi tidak bagi para ilmuwan yang akan berpikir keras untuk dapat mewujudkan hal itu yang kemudian hampir menjadi kenyataan.

Tesla, Google, dan Apple memang bukan perusahaan otomotif, tetapi mengembangkan mobil otonom memang bukan kapasitas perusahaan otomotif tradisional. Membutuhkan kecanggihan teknologi komputer untuk dapat mengembangkannya. Hal inilah yang membuat gentar perusahaan-perusahaan otomotif tradisional. Masih ingat bagaimana kehadiran smartphone memukul bisnis handphone beberapa brand yang semula sangat ternama? Ketakutan yang sama sedang melanda perusahaan-perusahaan besar, demikian dikatakan Robert M. Goldman, World Chairman-International Medical Commission yang sempat berbincang dengan para engineer beberapa brand ternama.

Bayangkan saja jika mobil yang Anda tumpangi dapat mengatur dirinya sendiri. Setelah menurunkan Anda maka sudah ada tempat parkir khusus mobil-mobil otonom yang akan dengan rapi tersusun. Lalu Anda hanya perlu memanggilnya kembali lewat smartphone Anda saat Anda membutuhkannya. Demikian juga di perjalanan, mobil yang diperlengkapi dengan sensor yang canggih itu akan dapat bergerak dengan sangat hati-hati sehingga meminimalkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Maka lambat laun akan lebih banyak lagi mereka yang akan mengganti kendaraan tradisionalnya dengan mobil otonom ini. Mustahilkah? Fenomena smartphone, kamera digital telah menjadi pembelajaran bagi kita.

Tidak hanya akan memukul industri mobil tradisional, tetapi juga minimnya kecelakaan diprediksi akan berdampak pada perusahaan asuransi. Walaupun ini tentunya akan membutuhkan pembuktian dengan waktu yang tidak sebentar.

Mobil otonom yang akan digerakkan oleh listrik ini juga akan berdampak kepada lingkungan. Polusi udara akan dapat semakin dikendalikan, walaupun lagi-lagi tentu saja membutuhkan waktu untuk membuktikannya. Karena digerakkan oleh listrik maka suara yang dihasilkan tentu saja akan semakin halus, hal ini akan mengurangi polusi suara dan kebisingan kota pun akan semakin berkurang. Menggunakan listrik juga tentunya akan berpengaruh pada harga BBM.

Mobil otonom memang diprediksi akan mulai turun ke jalan pada 2 atau 3 tahun lagi. Tetapi apakah mobil ini dapat sesuai dengan kondisi kota-kota yang ada di negara kita tercinta ini, tentu masih membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi. Tetapi perlu kita garisbawahi bahwa kehadirannya sudah diprediksi akan membawa perubahan besar baik banyak industri. Tidak hanya itu, hal ini juga dapat membawa perubahan pada pola hidup banyak penggunanya. Kita akan coba membahasnya pada artikel berbeda.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.