(Business Lounge – News and Insight) Quality of Life (QoL) selalu menjadi sesuatu yang menarik untuk diteliti banyak pihak, seakan semua berlomba-lomba berupaya untuk memberikan solusi untuk kualitas hidup yang semakin meningkat.

Secara sederhana maka QoL sering kali diartikan sebagai kadar kesejahteraan baik individu maupun masyarakat. Namun hal ini sebenarnya sangat subyektif ditentukan terutama secara individu, sebab ukuran keadaan yang dikatakan sejahtera untuk seseorang akan berbeda dengan yang lain. Seseorang merasa sejahtera bila ia sehat, sedangkan yang lain akan merasa sejahtera bila ia memiliki cukup uang. Namun bila dapat disimpulkan dari beberapa riset yang telah pernah dilakukan, maka sering kali QoL paling utama dikaitkan dengan masalah finansial, baru kemudian diikuti dengan hal-hal lain seperti job satisfaction, family life, dan health and safety.

Bagaimana keterkaitan QoL dengan sisi finansial? Pada umumnya pada saat terjadi penghematan, maka akan berdampak pada QoL  yang menurun, sebaliknya pada saat QoL ditingkatkan, maka tentu saja akan menimbulkan biaya.

Quality of Life

Kebanyakan orang menempatkan segala sesuatu yang bersifat premium untuk mengukur kualitas hidup. Namun tidak demikian seharusnya.

Memang bukanlah hal yang mudah untuk dapat mengukurnya, namun kualitas hidup tidak hanya berbicara mengenai makanan, tempat tinggal, pendidikan yang berkualitas, atau pelayanan kesehatan, tetapi kualitas hidup juga dapat mencakup keamanan kerja, stabilitas politik, kebebasan individu, dan kualitas lingkungan. Perlu digarisbawahi bahwa kekayaan materi bukanlah faktor yang paling penting dalam menilai kehidupan.

Kualitas Hidup di sini dinilai berdasarkan sembilan unsur seperti harga yang terjangkau, pasar pekerjaan yang baik, ekonomi stabil, family friendly, kesetaraan pendapatan, politik yang stabil, aman, sistem pendidikan publik serta sistem kesehatan masyarakat yang dikembangkan dengan baik.

Negara dengan QoL Tertinggi

U.S. News yang bermitra dengan BAV Consulting dan Wharton School of University of Pennsylvania dalam sebuah proyek yang diberi nama Best Countries, menganalisa dan memberi peringkat pada 60 negara dengan mensurvei 16,000 penduduk dari seluruh negara tersebut, mengukur 75 dimensi yang memiliki potensi untuk mendorong perdagangan, wisata, dan investasi serta secara langsung mempengaruhi perekonomian secara nasional.

QoL 60 negaraDari ke-60 negara di atas, secara keseluruhan Indonesia berada pada peringkat ke-42 dengan skor 1.7. Sedangkan dalam QoL, Indonesia berada pada urutan ke-30.Selain itu Indonesia juga menduduki peringkat ke-4 sebagai negara terbaik untuk berinvestasi dan menduduki peringkat ke-12 sebagai negara terbaik untuk memulai bisnis.

QoL Indonesia1Lima negara yang menduduki peringkat teratas untuk seluruh kategori adalah Jerman (#1), Kanada (#2), Inggris (#3), Amerika (#4), dan Swedia (#5). Sedangkan untuk QoL maka 5 negara yang menduduki peringkat teratas adalah Kanada (#1), Swedia (#2), Denmark (#3), Australia (#4), dan Belanda (#5).

Kanada menduduki peringkat kedua, hal ini dikarenakan hasil survei yang menyatakan bagaimana sistem pendidikan yang dikembangkan dengan baik. Selain itu hasil survei juga mendapatkan nilai terbaik untuk job market. Secara keseluruhan responden menilai negara-negara Eropa memberikan kualitas hidup yang baik. Tujuh dari 10 peringkat pertama diduduki oleh negara-negara Eropa, termasuk Jerman, Austria, Inggris, dan Luxembourg.

Beberapa Komponen yang Mengukur QoL

Menurut Numbeo, sebuah media yang menyuguhkan database terkini mengenai world living conditions termasuk cost of living, housing indicators, health care, traffic, crime, dan pollution, QoL sangatlah terkait dengan beberapa komponen seperti biaya hidup dan daya beli masayarakat, biaya perumahan yang terjangkau, polusi termasuk udara dan air, tingkat kejahatan, kualitas sistem kesehatan, dan lalu lintas.

Setelah itu, beberapa hal yang juga dianggap oleh Numbeo dalam mengukur QoL adalah masalah makanan, perumahan, kualitas kesehatan, dan pendidikan. Namun tidak hanya sampai di situ, QoL juga mencakup sesuatu yang tidak berwujud seperti  job security, political stability, individual freedom, dan environmental quality. Ada banyak hal yang dapat menjadi komponen untuk mengukur QoL yang pada dasarnya merupakan sebuah standar kesejahteraan bagi individu dan masyarakat. Namun QoL itu sendiri memiliki berbagai konteks termasuk bidang pembangunan internasional, kesehatan politik, dan pekerjaan.

Menurut Numbeo, unsur lainnya yang memiliki nilai tertinggi adalah Health Care Index, yang didukung oleh tingginya penilaian atas Equipment for modern diagnosis and treatment, Friendliness and courtesy of the staff, Satisfaction with cost to you, serta Convenience of location for you.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Flickr – Sam Wolff

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.