(Business Lounge Journal – News and Insight) Pada minggu lalu, Prefektur Kumamoto, Kyushu, Jepang dilanda serangkaian gempa yang memporakporandakan bangunan-bangunan di kota itu. Kedalaman pusat gempa yang relatif dangkal telah menimbulkan kerusakan yang cukup parah juga pada infrastruktur.

Hal yang tidak biasanya lagi, gempa pertama yang terjadi disusul oleh gempa lainnya dengan kekuatan yang justru lebih besar. Padahal biasanya, gempa susulan memiliki kekuatan yang jauh lebih kecil. Selain itu, rangkaian gempa ini pun terjadi pada area yang semakin meluas.

Tidak hanya jatuhnya korban jiwa atau kerugian dalam bentuk material, gempa yang terjadi di Prefektur Kumamoto ini juga berdampak pada raksasa-raksasa industri dunia seperti Toyota, Honda, Sony, bahkan Apple. Baik Toyota, Honda, dan Sony memang memiliki pabrik di daerah yang dilanda gempa ini dan mengalami kerusakan. Begitu juga dengan Renesas Electronics, perusahaan penghasil chip yang juga mengalami kerusakan pada beberapa peralatan penghasil micro-controller chips untuk mobil. Hal ini jugalah yang menyebabkan terganggunya produksi mobil Toyota yang akan menyebabkan penurunan produksi yang cukup significant. Selain itu beberapa hari setelah gempa pertama terjadi, banyak industri menghentikan produksinya karena kekuatiran bilamana akan terjadi gempa susulan lainnya.

Sedangkan Sony juga menutup pabriknya yang memproduksi sensor gambar pada smartphone akibat kerusakan yang dialami.

Jika Honda, Toyota, dan Sony mengalami dampak, maka hal ini dapat dimengerti sebab ketiga raksasa tersebut memang bermarkas di Jepang. Tetapi bagaimana dengan Apple? Mengapa raksasa yang bermarkas di Amerika ini juga menderita akibat gempa di Kumamoto?

Apple ternyata juga mengandalkan chip dan komponen-komponen lainnya yang diproduksi oleh pabrik-pabrik di Kumamoto. Padahal Apple sedang berkonsentrasi dengan peluncuran iPhone 7 yang rencananya akan dilangsung pada bulan September tahun ini. Apple memang selalu membut kejutan setiap tanggal 9 September. Salah satu tantangan yang dialami Apple adalah bahwa pada kenyataannya raksasa teknologi ini ternyata sangat bergantung pada CMOS image sensors yang diproduksi pabrik milik Sony yang telah mengalami kerusakan sehingga berhenti beroperasi. Pabrik ini adalah satu-satunya pemasok untuk Apple, sehingga sudah dapat dipastikan akan sangat berpengaruh pada produksi Apple. Tetapi Apple bergerak cepat dengan berupaya untuk menemukan pemasok lainnya sehingga tetap dapat berproduksi.

Para pengguna Apple memang sedang menantikan iPhone 7 yang rumornya akan memiliki bentuk yang sama dengan iPhone 6s. Namun seharusnya akan ada perbedaan pada kamera, tetapi lumpuhnya pabrik CMOS image sensors akan sangat menentukan. Tahun depan, Apple akan merayakan ulang tahunnya yang ke-10, dan hal ini sangat membuat para pengguna Apple berharap suatu kejutan yang sangat spesial.

Jika Anda salah satu pecinta Apple, maka Anda akan merasakan dampaknya, oleh karena belum dapat dipastikan bahwa Apple akan dapat meluncurkan iPhone 7 pada September tahun ini atau malah menggesernya pada 10 tahun peringatan ulang tahunnya.

Gempa di Kumamoto ternyata sangat berdampak pada berbagai sektor, tidak hanya industri otomotif dna teknologi, tetapi juga pada banyak restoran, pengecer, dan supermarket yang juga mengalami kerusakan.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

Leave a Reply

Your email address will not be published.