(Business Lounge Journal – Human Resources) Mereka yang memiliki komitmen pada perusahaan dapat dikatakan bahwa mereka juga telah menerima apa yang menjadi nilai juga visi yang dimiliki oleh perusahaan. (Baca: Jangan Abaikan Sebuah Komitmen, Periksa, dan Berikan Penghargaan). Namun demikian penerimaan yang ditunjukkan oleh anggota organisasi tentu saja akan berbeda satu dengan yang lainnya, itulah sebabnya komitmen yang dimiliki seseorang sudah tentu akan berbeda dengan komitmen yang dimiliki oleh anggota yang lain.

Sebagai contohnya saja, Anda dapat menemukan para teknisi yang rela bekerja hingga jauh malam tanpa hitung-hitungan demi kelancaran mesin-mesin produksi, atau mereka yang dengan rela hati menerima telepon dari kantor pada akhir minggu untuk menjamin para pelanggan dapat dilayani dengan baik. Hal ini jelas sedikit berbeda dengan tugas para dokter yang selalu siap pada saat menerima panggilan darurat karena menyangkut pada sumpah profesi yang pernah diucapkannya, namun tetap saja dapat dikatakan sebagai komitmen.

Komitmen mereka yang menerima kompensasi atas apa yang mereka lakukan, jelas akan berbeda dengan mereka yang melakukannya berdasarkan sumpah, dan akan berbeda juga dengan mereka yang melakukannya berdasarkan nilai-nilai yang terlah dimengerti dan dipahami.

Allen dan Meyer menjabarkan bagaimana komitmen seorang dengan yang lain dapat berbeda-beda berdasarkan 3 komponen berikut:

Komponen afektif, yaitu ketika sebuah komitmen tercipta berkaitan dengan emosional. Pada umumnya mereka yang memiliki komitmen oleh karena faktor emosional akan menjalankan komitmennya dengan begitu patuh bahkan akan menjadi sangat loyal. Pada umumnya komitmen yang demikian akan sangat berkaitan dengan masalah kebanggaan, eksistensi, balas jasa, atau hal-hal lain yang menyangkut emosi. Adanya sebuah keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.

Komponen normatif, yaitu ketika komitmen lahir sebagai sebuah kewajiban. Merasa wajib melakukan sesuatu karena menyangkut tanggung jawab, oleh karena telah dibayar, oleh karena telah disumpah, dan hal-hal lain yang timbul berdasarkan norma-norma kewajiban semata-mata. Namun bisa juga tertera faktor emosional di dalamnya namun dalam persentase yang lebih kecil.

Komponen continuance, yaitu ketika komitmen lahir karena membutuhkan organisasi. Mereka yang akan tetap mempertahankan keanggotannya karena memang mereka membutuhkan organisasi.

Bagaimana komponen-komponen di atas mempengaruhi komitmen yang dimiliki anggota organisasi, maka demikianlah pola tingkah laku mereka akan terbentuk. Mereka yang melakukan tugas-tugasnya hanya oleh karena dibayar maka pada saat ia menemukan organisasi lainnya yang mampu membayar lebih tinggi, maka serta merta ia akan memutuskan pindah organisasi. Atau karyawan yang pernah mendapatkan bantuan biaya pada saat anggota keluarganya mengalami sakit parah, tentu saja akan bersikap lebih loyal kepada perusahaan tersebut.

Bilamana Karyawan Mengalami Demotivasi

Sebagaimana seseorang memiliki motivasi dan motivasi tersebut dapat menjadi pemicu upayanya, maka demikian juga sebaliknya yaitu saat seseorang kehilangan motivasi sehingga kehilangan alasan untuk dapat memberikan yang terbaik bagi organisasinya. Boro-boro memberikan pengorbanan baik waktu atau materi, biasanya mereka akan sangat hitung-hitungan untuk tidak mengalami kerugian apa pun juga. Apakah Anda memiliki anggota kelompok yang demikian? Jika ya, maka jangan buru-buru hendak memutuskan hubungan dengannya. Apalagi jika sebelumnya Anda tahu benar bahwa ia adalah orang yang berprestasi. Cobalah untuk mengidentifikasi komponen apa yang Anda rasa sebelumnya menjadi unsur komitmen yang kemudian tidak tercapai. Jika Anda merasa membutuhkannya dan ingin mempertahankannya maka Anda perlu membangkitkan komponen itu kembali.

Jika itu adalah komponen afektif, maka buatlah sebuah hubungan emosional. Hubungan ini sering kali tercipta dengan adanya perbuatan baik, pemberian perhatian, dan sebagainya. Sedangkan komponen normatif dapat Anda bangkitkan kembali dengan memberikan tanggung jawab yang lebih besar, misalnya dengan memberikan promosi atau kepercayaan memimpin tim yang lebih besar. Tentu saja dengan diikuti kenaikan kompensasi yang akan diterimanya. Tetapi jika itu adalah komponen continuance maka Anda akan mengalami kesulitan sebab yang Anda hadapi adalah mereka yang sudah merasa tidak membutuhkan organisasi atau malah tidak membutuhkan Anda. Bagaimana untuk membangkitkan kembali kebutuhan tersebut? Anda harus menemukan caranya. Hal ini akan menjadi sangat sulit jika memang kedudukan Anda telah tergantikan dengan pihak ketiga. Sehingga bersiaplah untuk kehilangan mereka.

Ada baiknya Anda dapat meneliti tiga komponen di atas sebab sudah tentu membutuhkan waktu untuk menciptakan komitmen pada para pekerja yang Anda miliki.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/MP Human Capital Development Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.