Vincent Callebaut Architectures: Konsep Desa yang Terbuat dari Kayu

(Business Lounge Journal – Product to Watch) Vincent Callebaut adalah seorang ecological architect asal Belgian  yang sedang menjalankan banyak proyek ekologi untuk mendirikan bangunan-bangunan masa depan. Saat ini, ia sedang mengembangkan sebuah proyek yang diberinya nama Hyperionsyaitu sebuah proyek agro-ekosistem yang berkelanjutan yang dirancang untuk dapat menolak perubahan iklim oleh karena sistem ekonomi dan lingkungan yang sehat. Proyek ini dilangsungkan di Jaypee Greens Sports City, Greater Noida, New Delhi, India. Nama Hyperions diambil dari pohon tertinggi di dunia yang dapat mencapai 115.55 meter di California Utara.

hyperions 1

Proyek yang dikembangkan oleh Vincent Callebaut Architectures ini bertujuan untuk mengkombinasikan arkeologi dan sistem pangan yang berkelanjutan dan dibangun dengan menara-menara kayu di New Delhi, India. Selain itu juga memiliki tujuan untuk menciptakan sebuah pusat budaya yang menggabungkan renaturasi perkotaan, pertanian skala kecil, perlindungan lingkungan, dan keanekaragaman hayati. Hyperions ini terdiri dari 6 menara taman yang masing-masing terdiri dari 36 lantai yang merupakan tempat tinggal dan kantor.

Konsep ini pedesaan ini dikembangkan oleh Amlankusam, seorang arkeolog asal India yang berusia sekitar 45 tahun. Telah lima tahun terakhir ini, Amlankusam telah tinggal bersama dengan keluarganya di jantung lingkungan yang ramah secara vertikal, hyperions, yang memproduksi lebih banyak energi daripada mengkonsumsinya. Amlankusam yang seorang arkeolog bekerja sama dengan arsitek, insinyur pertanuaan, ahli agronomi, dan petani mengerjakan proyek ini. Ia akan membangun bangunan tinggi yang terbuat dari kayu yang diambil dari hutan Delhi, sebab kayu adalah bahan yang memberikan dampak lingkungan terbaik selama siklus hidup mulai dari diambil hingga didaur ulang yang melalui pengangkutan, pengolahan, implementasi, pemeliharaan, dan penggunaan kembali.

hyperions 2

hyperions 3

.

Hyperions akan terdiri dari enam menara taman yang berfungsi sebagai desa vertikal dengan berbagai budaya dan latar belakang sosial. Bangunan ini akan terdiri dari ruang-ruang yang evolusioner dan fleksibel serta didedikasikan sebagai inkubator bisnis, laboratorium hidup, co-working spaces, dan ruangan serba guna. Tiap-tiap menara akan dihubungkan bersama-sama dengan footbridges, dan akan bertemu di bawah atap kebun besar yang berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi masyarakat petani perkotaan kecil. Berbagai aktifitas akan berlangsung disana. 

hyperions 4

Sedangkan footbridges juga akan berfungsi sebagai alat irigasi dengan mengumpulkan air hujan dan pengolahan air keruh bagi warga yang kemudian disaring sehingga nutrisi organik air dapat diserap oleh akar tanaman. Selain itu akan ada walkway yang menghubungansatu menara dengan yang lain sehingga memungkinkan warga untuk berpindah dari satu menara ke yang lain untuk tetap bersosialisasi. Juga akan ada apartmen baik besar atau kecil, serta perumahan untuk para siswa, terbuka dengan balkon hidroponik. Furniturnya akan terbuat dari bahan alami seperti pohon asam dan cendana, dan berasal dari pembuat lokal, laboratorium yang hebat, dan toko-toko daur ulang.

hyperions 5
hyperions 6

.

Amlankusam juga menyarankan bahwa proyek ini juga akan memiliki ekosistem pangan berdasarkan aquaponics organik, seperti wortel, tomat, bayam, kunyit, dan ketumbar yang tumbuh di substrat cahaya yang terbuat dari bola tanah liat di balkon apartemen masing-masing dan di rumah kaca hidroponik. Pertanian vertikal ini memberikan warga beberapa otonomi makanan sambil menghemat tanah. Proyek ini akan menghemat hingga 90% dari kebutuhan air pada masyarakat.

hyperions 7
hyperions 8

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : vincent.callebaut.org

Leave a Reply

Your email address will not be published.